Lamunan Kejam Anekdotal untuk Pengamen Karaoke
ADA BAKAT BENGIS DALAM DIRI KITA?
Sudah jamak ngamen dengan minus-one. Alatnya ya itu-itu saja. Sebuah kotak terpadu rakitan berisi pemutar kaset, penguat, spiker mid-range, mikropon (ngikuti telephone yang jadi “telepon”). Lebih ringkas ketimbang menenteng gitar, apalagi kibor untuk one-man band.
Itu juga yang tadi saya lihat. Lengkap dengan segala kerepotannya. Memajumundurkan putaran kaset dengan tombol, sambil menyanyi, sementara jari tangan satunya mengepolkan putaran kaset lain supaya mentok ke awal.

Di atas bus kota Mayasari (nama yang tak seindah wujud) tanpa AC itu saya punya ide. Bagaimana kalau pemutar kaset diganti USB flash disk yang sudah mengandung pemutar musik, lengkap dengan keluaran audio?
Siang yang panas. Tak saling kenal pula. Bukan waktu yang tepat untuk mengusulkan kepada si pelantun nan santun itu.
Saya tak siap menjelaskan impian saya, bahwa yang diperlukan “cuma” USB flash disk seharga Rp 250.000. Pengunduhan beberapa lagu bisa meminta tolong juragan warnet. Sepuluh lagu cukup untuk stok harian. Aki bakal lebih hemat karena tak dipakai untuk menggerakkan motor pemutar kaset. Mau minus-one berisi a cappela juga tak lelah. Pakai bumbu scat singing tak usah pusing. Mencoba meniru Al Jarreau tak akan nglokro.
Tiba-tiba lamunan saya berubah jadi kengerian yang belum pernah terbukti. Bagaimana kalau dia ada modal, bisa punya (atau sewa) iPod 60 GB berikut docking-nya yang laik cangklong kayak Groovy Bag, plus alat tambahan buat karaoke (ide norak?), lantas seseorang berduit yang belum sembuh dari rawatan psikiater meminta si pengamen melantunkan semua trek?
Selalu ada kekejaman dalam diri kita. Bahkan saat kita melamunkan sesuatu yang anekdotal. Lantas di mana batas kesehatan jiwa dalam humor?
9 Responses to Lamunan Kejam Anekdotal untuk Pengamen Karaoke
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ketika “Lancar” Terpasang, Kemacetan pun Datang
March 31, 2008 by AntyoSISTEM INFORMASI LALIN DI REPUBLIK KEBATINAN.
Saat menyalip sebuah mobil, ekor pandangan mata kiri saya menangkap petugas jalan tol sedang memasang tulisan “Lancar” di tepi jalan.
Isian itu seperti kotak info kantor pemerintah: “Kepala Dinas | Ada”. Kalau diubah menjadi “Kepala Dinas | Amrin Membolos”. Ya, serupa papan daftar nomor nyanyian dan ayat [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





mp3 player yg murah yah? heheh.. yang buatan cina..
kalo usb flash, harus ada playernya dong? walopun usb flash sekarang harganya 150rb sudah bisa dapat.
kali ini, postingnya serius buanget… kinbikin rutkerut di bathuk, cak…
Praktis? Modal tangan, tepuk2 deh sambil nyanyi, tanpa modal, mengeraskan telapak tangan pulak :)
kebayang bis bolak-balik satu rute, karena penumpang selalu ada. kasihan pengamennya, lebih kasihan lagi si sopir bis. *dasar gombal*
Bagaimana kalau juga dilengkapi dengan sequencer yang bisa mengubah suara si pengamen jadi mirip suara Rod Stewart atau Al Jarreau?
Gimana kalo lamunanannya ada pengamen bandit. Orang sak bus ditodong harus nyanyi semua, semua trek di iPod itu, trus busnya ndak boleh berhenti sebelum semua lagu habis … sesudah itu baru minta duwit.
weleh…. sekalian dikompliti sak sound system e sisan sama pokalisnya… biar laku si KD yang jadi pokalisnya… mbarang ning larang…
ngamen pake i-pod.. itu namanya ngumpanin copet, pamaannnn…
hm… seperti biasa, idenya segar, nyeleneh, dan gaul abisss…
–budiw