Kalo Ngeblog Pakai Bahasa Inggris, Dong!
WADOOH SUSAH. NDAK BISA TU… (BECERMINLAH, BERKILAHLAH)
Didats mengaku (halo Atta yang tak suka “mengaku”!) belum lancar berbahasa Inggris. Saya? Jauh di bawah Didats. Tertinggal di tempat bila dibandingkan Andry. Payah.
Nadine Chandrawanita? Jelas bagus, tapi banyak yang mengritik eh mengritisi kemampuan bahasanya.
Lantas Ariel Heryanto membelanya, dengan merujuk pemimpin redaksi The Jakarta Post. Mereka menyimpulkan, “Justru karena bahasa Inggrisnya tidak fasih, Nadine mewakili bangsa Indonesia.”
Ketika beberapa hari lalu membaca spanduk toko bernama ngitali di Cawang, Jakarta Timur, saya sempat geli. Ejaan asing dipelesetkan semaunya.
Tapi setelah itu saya becermin. Untuk kasus lain saya bisa juga terpeleset, bahkan lebih parah dan memalukan di depan khalayak ramai maupun sepi.

Jangankan bahasa asing, bahasa Indonesia saja masih saya pelajari, dan ternyata susah juga. Bukan hanya soal ejaan melainkan juga tata bahasanya. Kalimat yang kacau, konon, merupakan pancaran pikiran yang kurang tertata. Sudah sering saya dengar keluhan banyak sarjana kita yang kacau dalam berkalimat.
Nah, untuk sejumlah penanya (juga sampai hari ini) mengapa saya tidak ngeblog dalam bahasa Inggris, saya punya sejumlah kilah.
Pertama: bahasa Inggris saya payah; menulis dalam bahasa Inggris berarti sepuluh kali kerja, bahkan lebih.
Kedua: saya menulis untuk orang Indonesia, yang sebagian tinggal di Indonesia, dan mengakses melalui pintu internet Indonesia.
Ketiga: kalau ada orang asing yang ingin memahami tulisan saya, silakan mencari penerjemah — baik manusia penerjemah mapun mesin penerjemah seperti yang tahun lalu dilakukan oleh Pepe si Kertas Bersambungan yang blognya berdesain unik itu.
Alasan pembenar lain? Saya adalah bagian dari generasi Jawa yang tanggung, terutama bila dibandingkan para orang tua. Mereka bisa berbahasa Jawa dengan bagus (melek aksara Jawa), berbahasa Indonesia dengan efektif, dan menguasai setidaknya bahasa Belanda dan Inggris.
Generasi Jawa tanggung seperti saya, lemah dalam semua bahasa. Untunglah kaum yang lebih muda sudah lebih lancar berbahasa Inggris. Saya sudah tua, malas belajar. :)
39 Responses to Kalo Ngeblog Pakai Bahasa Inggris, Dong!
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ngapain Bawa Laptop ke Mana-mana?
March 15, 2008 by AntyoMUNGKIN INILAH PERBEDAAN GENERASI.
Mohon jangan Anda tertawakan penuh pelecehan jika ada orang berusia 45 ke atas heran melihat perilaku orang-orang yang lebih muda.
Misalnya, “Kenapa sih anak-anak itu ke mana-mana bawa laptop? Udah belasan tahun aku pake laptop, malah sudah lima kali ganti, tapi paling membahagiakan kalo bisa ninggalin itu barang di rumah.”
[...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





blogombal ini sudah optimum dalam bahasa indonesia … kalau dalam bahasa lain, euh … akan lebih menarik tampaknya. hehe
ciao ciaou
nmacchiato.blogspot.com
–Lantas Ariel Heryanto membelanya, dengan merujuk pemimpin redaksi The Jakarta Post. Mereka menyimpulkan, “Justru karena bahasa Inggrisnya tidak fasih, Nadine mewakili bangsa Indonesia.”–
Hahahahahaha…….. geli aseli lucu!
Nge-blog pake bahasa tubuh gimana ya?
Menurut saya penggunaan bahasa itu tergantung dari segmen pembaca, dan ketrampilan menggunkan bahasa tersebut.
Kalau sampeyan menggunakan bahasa Inggris kayaknya gombalan sampeyan menjadi kurang cespleng.
saya suka bahasa gado-gado. rasanya gak lucu kalo ngeblog pake bahasa inggris, sementara ada kata-kata bernuansa jawa timuran yg kasar berserakan disana-sini.
point entrynya, saya males repot hahahaha…
sama kaya ente donk, pak dhe
Ojok, Pak De. Nang kantor nggonku wis ngganggo boso inggris. Kalo sampeyan pakek bule-bulean, malah tambah pecah endasku mocone. Cukup nang kantor ae boso bribet iku digae…sopo seh sing ngusulin blog pakek boso inggeris, koyok g onok gawean ae…
bahasa inggris itu nggak cool
kalo saya malah gado2, kalo ada kata yang nggak tau bahasa inggrisnya (dan sebaliknya), ya pake bahasa yang paling dikuasai…
kalo nginggris emang jadi lebih top, ya, Pakde? Nggak juga, kan? Apa cuman buat gengsi? weleh malah banyak nanya… kan, yang penting informatif, yak, Pakde?
wah jangan tergoda pindah dong om, eh paman. aku susah nyari penterjemah, seperti sekarang aja ya.
Wadoh! ojok pak, ojok nganggo boso inggeris, sampeyan nulise 10x usaha, aku seng moco yo 100x usaha..
yo mugo-mugo didengerkanlah..
–budiw
hikhikhik, urusan bhs emang kita msh lintang pukang. wong bagi org2 jawa kayak saya bhs indonesia jg termasuk bhs ‘asing’ apalagi bhs landa inggris :P
piye nek nganggo boso jowo wae, kantorku bahasa nasionale dari Sorong sampai Aceh nganggo boso Jowo,piye Jal….?
wong indonesia kok pake bahasa inggris, beruang dollar, memakai baju buatan china, makan beras thailand, dll. bagian indonesianya mana?
wakakakak offies.. bener2 kocak, itu dimana ya om? jadi pengen liat juga :D
Kalau gag bisa berbahasa inggris ya berbahasa indonesia, kalau gag bisa berbahasa indonesia, pake bahasa jawa. Kalau tidak bisa ketiganya, pake bahasa apalagi ya?? :D
Pokoknya nulis terus aja Om. :)
Iya Oom, kalau nyaman pakai bahasa Indonesia yaaa mariii..karena tokh sudah banyak blog yang sudah berbahasa Inggris.
contoh bahasa nggamblehi tu gini : “semoga arwah beliau diterima di sisiNya”… lha arwah kan bahasa arab bentuk jamak dari ruh… wong yang dut binti death cuma sithok kok dikatakan arwah..
bahasa saya juga rada nggamblehi..
yg gak tepat itu justru ngomong campur², pake istilah inggris dan indonesia…banyak tuh orang kita yang begitu, padahal kalo diajak ngomong inggris murni, justru belepotan.
Walobagaimanapun nulis blog dengan bahasa Indonesia yang tidak baik dan benar itu mengasikkan paman, ga ada beban. Begitu juga dengan bahasa inggris, ga perlu mikirin grammarnya … yang penting dimengerti ama yg nulis … hehehehe. Kayanya Qq udh kudu mikirin orang-orang yang meringis baca blogku ya … hahahaha
Wis…campur saja Pakde, yang penting sing diajak komunikasi kui mengerti to? Katanya yang pinter-pinter itu, itulah fungsi bahasa.
nah kalo setengah indonesia setengah inggris gimana tuh?
ini pasti boong! pasti! :))
kalo ga bisa bahasa inggris, gimana bisa jadi pam…
ah sudahlah… hihihi
tapi ternyata ngomong inggris sama bulé tambah puyeng juga :p
Masé ngebut nih nulis ya? kejar target kah? :))
*gak bermaksud nge-junk nih :p
wakakakak….bahasa menunjukan bangsa , aku dhewe nek ngomong inggris karo wong lokal malah mumet jé
kalo nadine, pasti lebih lancar basa jerman tuh!
hii…pertamax!