Ketika Pengacara Beriklan
KONON PROFESI TERTENTU TAK BOLEH MENGIKLANKAN DIRI. PENGACARA TANGANI PERCERAIAN SELEB UNTUK PROMOSI?

Banyak orang butuh pekerjaan. Bisa pekerjaan dari bos, majikan, tuan, ndara kakung atau apapun namanya. Bisa juga dari klien dan pasien. Maka boleh saja kalau seorang pengacara mencari pekerjaan, sama seperti profesi penyedia jasa lainnya.
Indeks iklan terklasifikasi koran, semisal di Kompas, tak menyediakan kotak “pengacara” ataupun “pelayanan hukum”. Yang ada hanya kandang “peluang karir dan usaha”, yang punya tempat untuk “cari kerja”, “sekretaris” dan “adm & keuangan”. Yang masuk ke dalam “cari pekerjaan”, selain pengacara, adalah sopir.
Emang napa? Gak soal. Yang penting pesan nyampe. Lihat saja Kompas hari ini halaman 47.
Memang sih untuk profesi tertentu, dulu, ada pakem tak boleh mengiklankan diri. Untuk pengacara misalnya, sejauh saya tahu, Yellow Pages Indonesia: Indutri & Niaga (Mei 2006-2007) pun hanya memuat nama, alamat, dan telepon. Tak ada tambahan “see advertisement in this page” seperti dalam indeks perlengkapan binatu.
Lho, kok memperbandingkan dengan binatu? Indeks “lawyers” dan “laundry equipments” kan berdekatan, dikandangkan dalam “L”.
Tapi untuk akuntan, buku halaman kuning itu bisa menampung iklan display. Padahal dulu pernah saya dengar — jadi bisa saja informasinya salah — akuntan tak boleh mengiklankan diri. Entah kalau kantor akuntan. Begitu pula dengan dokter, tapi entah untuk klinik yang mempekerjakan dokter.
Jangan dipercaya, ini hanya pergunjingan berbau fitnah. Kenapa ada pengacara yang menangani kasus yang menjadi buah bibir meskipun duitnya sedikit? Antara lain untuk portofolio dan promosi karena mereka tak boleh beriklan.
Bagi saya iklan yang betul-betul tampil sebagai iklan, dan sesuai dengan kenyataan, itu bermanfaat.
14 Responses to Ketika Pengacara Beriklan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pesta Blogger Menurut Saya
October 28, 2010 by AntyoDARI KOPDAR AKBAR SAMPAI BRAND.
Mengapa namanya Pesta Blogger (PB)? Notulen, dan terlebih arsip e-mail saat pembentukan panitia pada 2007 mestinya bisa bercerita riwayat nama, termasuk siapa yang mengusulkan. :D
Bagi saya, misalkan ada nama lain, itu tetaplah sebuah pesta dari dan untuk bloggers: di situlah mereka bertemu dan berkumpul. Itu sebuah kopdar akbar, bahkan [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Saya sedang mencari pekerjaan untuk bidang hukum saat ini. Apakah itu tempat magang atau tidak di kantor pengacara di palembang. Untuk itu saya mohon bantuan anda. Memberikan list alamat pengacara di Palembang
Terima Kasih
Salam
Lita…
Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes Torrie…
spanjang iklan tsb tdk menimbulkan pnilain negatif atas profesi pengacara tsb yach mnrt sya ok2 aja dooong
[...] Profesi lain, yang dikungkung oleh etika profesi, tak semuanya berani beriklan terang-terangan. [...]
wuah.. jadi vulgar yah, jasa perceraian :D
Oh gitu ya? *baru tau*
Kenapa begitu ya? *lugu*
saat jadi ‘pengacara’ aku malah berburu lowongan pekerjaan om, eh paman. :)
yah..
jaman sekarang susah cari duit..
yang penting dapet proyek, pakdhee..
hehehhe..
*siul siul..*
kalo iklannya harus sesuai kenyataaan ya tidak bisa. lha wong di endonesah kan ngga ada iklan yang bener. apalagi pengacara. mungkin cuma artijo alkautsar yang bener. piye iki?
setahu saya memang tidak boleh berpromosi untuk profesi yang bergerak di bidan kedokteran dan hukum (yakin banget karena anak notaris)
betul paman.. dokter gak boleh promosi. yang terjadi memang promosi lewat artis yang berhasil ditanganinya. promosi terselubung tapi efektif yakni lewat testimoni. secara etika ini burem… gak jelas..
simbah gak pernah promosi, tapi kalo mau mertombo monggo mawon…. (ealah promosi juga akhirnya..)
kalau profesi blogger (cari duit dari ngeblog), lalu promosi lewat blognya, boleh ndak om?
layoutnya ribet banget
gak fokus kayak sebelumnya :(
Ehh…bukan saya yang pasang iklan loh, saya bukan pengacara, juga bukan “pengacara” :)