Gedung DPR-RI Menunggu Christo
PAGAR SUDAH. TEMBOK PENGALANG SUDAH. KOLAM PERINTANG LAGI DIBIKIN.

Sudah basi kalau kita mempersoalkan pagar Gedung DPR-RI berongkos Rp 2 miliar lebih yang membentengi mereka dari rakyat yang diwakilinya. Setidaknya basi buat angota DPR-RI itu. Ralat: gedung itu juga menampung MPR-RI dan DPD. Dengan catatan: ada juga wakil rakyat yang tak nyaman dengan pagar itu.
Tadi pagi saya melintas di depan gedung itu. Lalu melongok. Eh ada proyek pembuatan kolam memepet pagar. Saya teringat cara kuno membangun benteng dan puri: ada parit pertahanan di luar tembok.
Mungkin para demonstran nanti akan membawa titian atau tangga untuk melompati kolam itu. Tali dan pengait tampaknya juga perlu, bagus untuk promosi Petzel.

Tentang pagar dan gerbang yang dirancang berwibawa itu, ada masa ketika banyak anggota dewan yang terhormat lagi mulia lebih sering lewat pintu belakang. Mereka tak masuk dari gerbang utama di Jalan Gatot Subroto, melainkan dari Jalan Gelora, seberang Lapangan Tembak.
Semoga pilihan cara masuk itu semata karena perhitungan jarak, bukan karena kebiasaan menempuh jalan belakang. Juga bukan karena dulu sekitar pagar depan yang gerbangnya sering ditutup itu dipakai taksi untuk mangkal dan penjual memajang cermin.

Apa? Cermin? Haha! Ya! Benar. Dulu ada beberapa penjual cermin mangkal di sana. Jangan-jangan mereka berharap para wakil rakyat, eh wakil partai, itu akan membeli cermin untuk berkaca sambil berdendang “mirror, mirror on the wall…”
Selain pagar yang meninggi, para anggota nan mulia itu juga membentengi diri dengan sebidang tembok besar lebar pengganjal lansekap. Tembok itu hanya untuk menampung tulisan nama lembaga.

Tembok baru itu mengalangi pandangan mata dari jalan. Kini tak gampang terlihat lagi bentang memanjang air mancur gedung rakyat. Tak mudah tampak lagi, dari sudut pandang lurus, jejeran mobil terparkir di depan lobi. Tak langsung tampak lagi dakian tangga lebar menuju kolong kubah kembar topi baja. Identitas gedung parlemen yang ikonik telah tersamarkan.
Besok, toh selalu ada dana, datangkan saja Christo. Mintalah dia membungkus gedung parlemen. Bukan hanya untuk seminggu pemeran melainkan selamanya. Lantas pindahkanlah laboratorium perakitan prosesor, yang kebersihannya melebihi ruang bedah medis, agar ruang dalam gedung itu lebih steril.
16 Responses to Gedung DPR-RI Menunggu Christo
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] Ya, mereka. Mereka yang membangun pagar tinggi dan kokoh untuk gedung rakyat, agar tak semua orang masuk lalu mengusik kesibukan mereka. Ya, mereka yang memasang tembok berlapis marmer untuk meredam pekik parlemen jalanan, sambil menghalangi fasad gedung dari pelintas jalan di depan. [...]
mau dibikin benteng beneran ya?
ya ya ya sayang ingat, dulu banyak tukang jualan cermin di depan gedung MPR/DPR. saya juga sempet berpikir spt paman tyo, bahwa cermin-cermin itu sepertinya memang ditujukan utk para anggota dewan, biar pada ngaca! :D
ngaca dong wahai anggota dewan. saya merokok (berpajak) dgn sukarela merusak badan sendiri, tapi saya juga ikut membiayai anda-anda semua utk “berpikir” bagaimana caranya mensejahterakan rakyat, bukan utk bangun pagar dan kolam renang demonstran!!
liat saja, nanti kalo saya demo ke situ, saya pasti bawa sepatu kodok (biar gak tenggelem). :D
loh, foto-foto disini sudah minta ijin para anggota dpr belum? awas kalo tidak. saya perkarakan anda..
–budiw
tinggi amat ya pagarnya gedung MPR/DPR. tingginya hampir sama dengan bangunan Lembaga Pemasyarakatan. kayaknya org-org dewan tersebut sama saja dengan para tahanan yang ada di dalam LP. cuman, yang di LP ketahuan banget kejahatannya. sedangkan yang di dalam gedung istimewa ini susah banget ketahuannya. ck ck ck….
DPR itu seharusnya dekat dgn rakyat. lah ini malah membatasi diri terhadap rakyat dgn pagar yang tinggi.
Wah, DPR mau bikin retro warfare, perang medieval. Jadi inget Warcraft atau AOE. Usulan : Kolam diisi minyak panas, nanti tinggal disulut kalau ada demonstran. Lalu pasang catapult dan trebuchet. Tambahkan archer dgn panah api. :)
kalo para pendemo mangkin membabibrutal lama-lama dipasang ladang ranjau…
Parit pertahanan? wah ngawur ki Pakde. Itu kolam buat raub, basuh-basuh muka. Jakarta itu panas, kalo demo ya kringetan. Lha biar demonstrannya awet seger, kolam itu dibuat. Ngonooooo … *mungkin lho ya* :D
Anehnya udah bikin mahal2 sama orang klo lg demo dirusak lagi. Klo gitu sih sama aja membuat “ladang” baru dengan subjek perbaikan pagar.
siapa yang punya keinginan, silakan lempar koin ke dalam kolam sambil menyebutkan keinginan dalam hati. eh, itu kolam yang lain yak… sudah tanya, numpang nyebar bibit lele boleh gak, paman? nanti di depannya bikin dah warung pecel lele dpr :P
Yang digambar ketiga itu kok seperti ada bendera jerman ya? wah ngga jadi komen ah.. jangan2 ini tentang gedung dpr jerman juga..
Hehe..hehe…he… Ada yang iri niyee
ya mending dikurung aja skalian mereka didalem situ!
Sebetulnya yang diwakili mereka tuh sapa ya?
wah…kalau paritnya cuma segitu nggak bisa diisi buaya, dong. Paling-paling diisi piranha.
kalo pake strategi kuda troya bisa masuk ngga yah?