Ruwatan bersama Spider-Man
JINS BERPADU PADAN KEMEJA BATIK, JUGA OYE KAN?

Inilah Indonesia dalam potret miniatur: Dalang Ki Manteb Sudarsono (atau Sudharsono? Soedharsono?) berdampingan dengan Spider-Man.
Memang, Indonesia adalah sebuah adukan yang belum selesai. Kita ikut membentuknya dengan segala usul dan koreksi, bahkan pujian memabukkan dan makian menyakitkan, atas nama rasa memiliki, rasa sayang, rasa cinta, dan apalah.
Tentu sambil berdebat mana yang asli, mana yang asing, mana yang bisa ditaruh dalam wadah eklektik. Hasilnya adalah jins dengan kemeja batik gaya pantai tropis.
Di Taman Mini Indonesia Indah, warisan Nyonya Tien Suharto di Jakarta Timur itu, Ki Manteb yang oye dan Spidey yang menebar sawang telah terwadahkan.
Paparan kehadiran mereka terpampang di perempatan. Bagi pemilik bangunan maupun pelintas, bentangan baliho itu mengganggu facade. Tampang Tamini Square tertutupi.
Tapi jauh hari sejak dulu, sebelum ada bangunan anyar itu, baliho kelender acara sudah menegak di sana, melindungi tanah kosong berisi perdu. Lantas beton tertancapkan. McDonald’s Amrik dan Carrefour Prancis bertengger di atasnya.
Tak usah ditolak karena ini memang kebutuhan zaman: sebuah pusat perbelanjaan yang dapat diakses dari segala penjuru. Tak perlu ayunan langkah lelah untuk mencapainya sekeluar kita dari mobil angkutan umum.
Dalam debat tata kota toh bisa muncul alasan: bukankah TMII ada di pinggir kota, dan di sana tak ada pasar tradisional. Konsumen seperti saya lebih pragmatis: apapun yang bagus dan terjangkau, syukur tak bikin macet, itu baik adanya. Tentu sambil membatin: hidup adalah kompetisi modal kuat dan modal cekak.
Dalam peta kehadiran macam itulah Sasono Langen Budoyo menghadirkan Ki Manteb untuk meruwat sejumlah orang agar terhindar dari kesialan. Lantas Teater Imax menghadirkan superhero untuk memenuhi impian kanak-kanak komikal yang mendera anak kecil sampai orang tua bahwa ketidakadilan selalu bisa diatasi (sesaat).
Lah, kok jauh banget ngelanturnya? Desk kebudayaan koran saja boleh semaunya menafsir kehidupan, apalagi blog yang cuma kayak gini kan?
Omong-omong, kalau mau pesan ruwatan silakan ke sini. Mungkin ada yang bisa membantu.
17 Responses to Ruwatan bersama Spider-Man
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Gombal Amoh atawa Kaos Lusuh
November 15, 2007 by AntyoOBLONG SEBAGAI BENDA GRAFIS FUNGSIONAL.
Mungkin Anda termasuk jenis ini: menyukai kaos lusuh, tapi bersih, untuk tidur. Alasannya: nyaman. Saya tak akan mendiskusikan bagaimana reaksi pasangan melihat kaos lusuh, daster lusuh, piyama lusuh, sarung lusuh.
Nah adik bungsu saya, kapan itu, membuang kaos-kaos lusuhnya. Sebelum dibuang, tentu disotir. Saat menyortir, dia mengabadikannya untuk kenangan.
[...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





local-television listings…
…
assallamualaikumwr.wb………….
adakah yang dapat membantu saya keluardari krisis kepercayaan serta kesialan dan kegagalan dalam rejeki, usaha,pekerjaan,kepercaayaan dan lagi saya ingin nampak wibawa aura memancar ,………….sayatinggal di tebetraya gg.keamanan 1 rt 014/01 no:85 jakarta selatan 12810 atas perhatianya, bantuanya serta doanya saya ucapkan terima kasih banyak semoga ALLAH SWT membalas budi baik . sukses selalu buat yang membantu saya walaupun doa restu saya sangat harapkan amin…………… ifan
(kesindir mode on) hari ini saya ngantor dg blue jeans merah warna hitam plus kemeja batik…..
nonton ah… :)
itu ki mantebh lakone apa ya? Spider Man-tebh..? Ooo.. anu ding… Spider Man-tu… Mantu sama undur-undur…
sek sek..
hari gini masih nampilin spaidermen dua??? ck ck ck..
Oh… Spiderman ikut ruwatan juga to..
eh selamat 170an yah, ngomong2 ikut lomba apa??
gambar e rak tau ketok nek ndelok neng kantor. ugh
Saya pikir Paman Tyo sudah mulai nyaingin Catatan Pinggir-nya Goenawan Mohamad…
Mari berkontemplasi!
Hiks.
tradisi dan modernitas memang tak selalu berhadapan. kasus di jakarta, misalnya, bisa diwakili lewat foto Paman Tyo tentang poster Mr. Oye dengan Ki Spidey. beberapa saudara saya yang merantai di mBetawi paling seneng klayapan (biasanya malam Minggu) nonton pertunjukan wayang kulit.
semalam suntuk begadang, bahkan sering membawa bekal minuman kopi satu termos dari rumah. di lokasi wayangan itu, biasanya mereka berkumpul dengan sesama teman perantau, lalu bernostalgia tentang keadaan desa yang ditinggalkan dan sebagainya. pokoknya hepi! yang pasti peristiwa wayangan sudah jadi ajang reuni. kadang, mereka melanjutkan diskusi penampilan dalang hingga terang hari.
tapi, pengalaman mereka akan sama. sesampai di rumah, pasti akan bertemu anak-anak atau cucu yang sedang asyik memelototi televisi. siapa lagi yang diamati kalau bukan tom and jerry, doraemon… hingga spiderman?!?
Paman Tyo apa juga masih suka nonton wayang? pilih ki timbul, hadi sugito, manteb, anom suroto, atau (kem)enthus susmono?
saya sering liwatin itu baliho tiap pagi tiap mau ke kantur, tapi kok ya ndak kepikiran ngomentarin itu baliho kok ya, oom? :))
jomblo perlu diruwat ngga pak de?
spiderman diruwat…
yg blm sunat?
dulu macetnya setahun sekali kalo musim haji aja, sekarang tiap hari macet loh semenjak ada Carrefour, warung2 kecil yg didalam gang2 depannya udah pada mulai sekarat katanya. Piye Jal…?
bang paman, jins dengan batik itu dulu seragamnya CC pan yak?
yg diruwat sebaiknya penghuni senayan, biar slamet, gak perlu bikin pagar tinggi dan parit lagi.. :P
blog sampeyan makin manteb, abis di ruwat secara khusus, yak, Pakde?
hore … nomer siji
lha iki baru tulisane pakdhe tyo. pak manteb tolong titip obat sakit kepala buat spiderman biar gak pusing kebanyakan pecicilan di gedung2 tinggi. matur nuwun …