Salam Merdeka! (untuk Bangsa Bernyali)
BERBAHAGIALAH PENGURUS NEGERI YANG RAKYATNYA TABAH.

HATI-HATI BUNG! Jangan sampai terjatuh. Nyawamu jadi taruhan.
Semua anak TK diajari meniti. Untuk melatih keseimbangan dan keberanian. Tapi Bu Guru pastilah tak membayangkan anak-anak itu kelak akan mempertaruhkan nyawa: meniti bahaya justru bukan dalam situasi darurat.
Nyatanya itulah yang setiap hari terlihat di percabangan jalan tol Jakarta. Tepatnya di Cawang. Yang saya lihat pada Sabtu pagi pekan lalu hanyalah contoh pada hari sepi.
Pagi yang lengang, beberapa mobil lancar melaju 120 km/jam, tak percuma insinyur otomotif mengembangkan produk. Lebih penting lagi: patroli toh menoleransi pelanggaran ini.
Buat saya, mobil yang melaju di bawah batas minimum 60 km/jam, di jalur tengah dan kanan pula, kadang malah lebih mengganggu. Tapi mau lambat atau cepat, kalau menyusuri bahu jalan, serta mengangkangi marka pemisah jalur, menurut Auto Bild Indonesia, adalah “perilaku idiot” — dan saya sepakat.
Dalam lalu lintas seperti itulah bus bisa berhenti di percabangan arah, menurunkan penumpang.



RISKAN. Memang bukan penyeberangan, tapi apa boleh buat.
Darurat atau tak darurat? Tergantung menurut siapa. Bagi yang tak mau tahu, apa salahnya mengikuti perjalanan bus sampai Terminal Kampungrambutan, Jakarta Timur, kira-kira 10 km dari tempat itu.
Bagi yang menjalani, ini soal meringkas jarak. Kadang bisa juga karena maunya sopir bus yang ogah keluar dari jalan tol, sehingga ibu hamil pun diturunkan di tengah perjalanan, pas di percabangan jalur.
Bagi penumpang kadang ini soal niat, kadang soal keterpaksaan. Hanya kejahatan terhadap publik yang membuahkan cemooh, “Kesian deh lu!”
Bagi orang yang berjarak dari masalah, begitu pula sopir bus? Andaikata penumpang tumpahan bus tertabrak mobil yang melaju di atas batas maksimum 80 km/jam maka itu risiko sendiri.
Jika kaki penumpang terlalu pendek untuk melompati pembatas jalan tol dan paritnya, silakan berlatih atletik atau sirkus.
Kalau penumpang terlalu gendut untuk menerobos celah pagar BRC seukuran dua kali dua ompongan jeruji, silakan tanggung sendiri.


BOLEH PILIH. Mau pantat dulu atau kepala dulu itu soal kebisaan. Tas boleh duluan, bisa belakangan.
Bila keseimbangan tubuh kurang bagus, sehingga penumpang terpeleset dari jalur beton, dan segera dilalap mobil yang melintasi kolong bebas hambatan, silakan mempertebal doa.
Bagaimana mengelola jaringan transportasi, sebagai bagian dari penataan wilayah, adalah cerminan cara berpikir dan komitmen pelayanan para pengurus republik. Salah satu faset masalah ada di sini.
Dirgahayahhhh Endonesah! Merdeka buat siapa saja sih?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Maklumat Jalan Pak Pendi
July 11, 2007 by AntyoCARA YOGYA UNTUK MENGINGATKAN KHALAYAK.
Beritanya sih sudah lama. Sebagian Jalan Gejayan, Yogyakarta, berganti nama menjadi Jalan Affandi untuk mengenang sang pelukis besar. Yang saya telat tahu adalah pemasangan maklumat berupa gambar vektor yang dicetak di atas kertas foto, menutupi nama lama jalan, di depan Togamas.
Boleh juga. Selama ini penggantian [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





hehehehee… kalo aku sama pakde tyo nih kayaknya nyangsang di pager kekekekekee…. :P *ngacirrrrr
kelakuan…. kelakuan….
kok yo isih do urip yo…
huhuhu