Ketika Anak Mengerjakan PR di Salon
WAKTU ORANGTUA UNTUK ANAK, ALANGKAH TERBATASNYA…

Seorang ibu, aktris dan pebisnis yang perpustakaan pribadinya hebat, pernah menasihati begini waktu saya muda: “Selagi anak masih kecil dan selalu minta dekat, turutin aja. Kalo dia minta dipangku, kita pangku. Kalo dia minta gendong dan kita kuat, ya gendong aja. Kalo sudah besar dia kita ajak malah menolak, menjauh dari kita.”
Dulu ke mana pun ibu itu pergi, termasuk syuting, anak-anaknya ikut. Mereka, katanya, jadi lebih tahu apa yang dilakukan ibunya yang orangtua tunggal itu.
Maka pada suatu malam di sebuah salon yang mulai menyepi seorang bocah kelas empat SD mengerjakan PR-nya. Itu imbalan terhadap rengekan penuh sesenggukan untuk ikut bapak dan ibunya.
Contoh klise dari latar klise sih. Kota-kota besar menjadikan sebagian orangtua kurang waktu untuk anak. Kesibukan dan terutama jarak serta kemacetan menjadikan hari buat keluarga itu sebuah acara khusus.
Tak sedikit bapak dan ibu yang berangkat pagi mendahului anak, tapi pulangnya setelah anak memeluk guling.
Barangkali benar juga alasan beberapa wanita yang tak berani punya anak karena sadar takkan bisa memberikan waktu untuk buah hati.
Ada juga wanita yang memutuskan bekerja di rumah agar selalu dekat dengan anak. Boleh juga sebaliknya: suami menjalankan peran domestik, istri kerja di luar.
Bagaimana dengan gadis kecil itu? PR-nya beres. Tapi belajar di meja rias jelas penuh godaan. Cermin selalu memanggilnya.

Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Tahu Guling, Tahu Campur, Tahu Kupat
July 11, 2007 by AntyoTAHU, KETUPAT, KECAMBAH, KOL, KACANG ULEK…
Memang enak. Hasutan Paman Patih Blontank via SMS, agar saya singgah sesampainya di pertigaan Blabak, Magelang, memang layak dituruti. Seisi rombongan puas. Yaitu saya, istri, dua anak, dan tiga keponakan.
Sayang porsi kupat tahu Dompleng, seberang Kantor Kelurahan Mungkid, itu kelewat banyak. Piring belum habis, perut sudah [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Pertama kali sebelum jauh punya anak memang kita harus memutuskan, apakah kita menikah demi kesenangan sendiri atau punya anak atau yang lain. Kalau sudah menikah apakah tujuan kita punya anak? mungkin dengan menjawab pertanyaan itu secara jujur hal seperti itu tidak akan terjadi.