Bercanda dengan Belatung dan Lalat
ADA SADISME DAN MASOKISME DALAM DIRI KITA.

Begitu dipijit, bola itu menggelembung, jadi bening. Belatung di dalamnya bergerak, menggeliat, sebagian berenang dalam cairan merah. Seekor lalat menemani mereka. Nggilani. Menjijikkan.
Memang itu cuma mainan. Belatungnya terlalu besar. Begitu pula lalatnya. Darah terlalu encer, warnanya kurang tua.
Nyatanya, pertama kali melihat itu dimainkan oleh pramuniaga, saya ngeri. Raras juga. Tapi akhirnya bapak dan anak membelinya. Masing-masing satu. Harganya @ Rp 5.000. Ada sedia di Oke Doku, toko serba-satu-harga di Blok M, Jakarta Selatan.

Selalu ada mainan jail. Saya pernah menyodorkan permen karet Wrigley kepada istri saya. Dia ambil selembar. Hup! Mendadak sontak keluarlah kecoak plastik yang menempel ke jempolnya. Dia kaget, jijik, mengibaskan lalat dan permen, lalu melompat, berdiri di atas bed, dan marah betulan sampai napas tersengal.
Teman saya di kantor masa lalu, namanya Stanley (apa kabar?), punya sejumlah mainan sulap. Misalnya tinja padat basah dan muntahan berlalat. Ada juga potongan tangan yang jemarinya bisa bergerak-gerak seperti meremas. Terhadap kejailannya, mulanya kami kaget, jijik, dan ngeri; tapi setelah itu tertawa.
Dulu saya menganggap itu semua sebagai bagian dari latihan memelihara kewarasan saat diteror dan ditekan. Siapa tahu nasib buruk menyapa, karena sebagai aktivis dia berkemungkinan dicomot satuan khusus yang atas nama kepentingan negara boleh merusak jiwa orang.
Bagi pemakainya, mainan jail merupakan pelunakan sadisme. Ada kenikmatan saat melihat orang lain menderita karena kaget, jijik, dan ngeri.

Tapi lihatlah dunia hiburan. Film horor terus dibikin. Orang membayar untuk mendapatkan kengerian, bila perlu sampai tak berani melek, tapi setelah itu harap-harap cemas terhadap kengerian susulan. Sensasi tipis masokistis?
Nun di sebuah tempat jauh saya pernah memasuki toilet modern simpel bersih kering serbaputih. Masing-masing urinoir, wastafel, kloset, dan bidet diberi aksen seekor lalat. Ternyata hanya gambar lalat mirip nyata, seukuran asli, dengan kontur dan tekstur terinci.
Entah siapa si desainer gila yang punya humor aneh itu. Tapi sebagai orang dari negeri tropis jorok, saya tak terguncang.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Sisa-sisa yang Bertahan oleh Terjangan Digital
January 28, 2010 by AntyoSPANDUK KAIN LEBIH MAHAL TAPI (TERKADANG) LEBIH “NYENI”.
Saya tak tahu sekarang ini berapa ongkos bikin spanduk untuk warung tenda. Dua belas tahun lalu (ya!), seorang penjual sari laut mengeluarkan Rp 200.000 untuk kain rentang yang tingginya sekitar satu meter (atau 90 cm?) dan panjangnya empat meter. Itu pun tak jadi dalam sehari. Sekarang [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] Saya nggak habis pikir kenapa ada saja industri yang tanggap terhadap dorongan usil dan jahil. Apakah pengusahanya pernah jadi korban, atau waktu kecil memang nakal? Ini mengingatkan saya pada balon berisi belatung itu. [...]
alamaaak….jijik baru ngebayangin. apalagi kl ketemu hiiiiiiiiiii suerem
SADISME…
asem..!!aku moco iki pas mangan..!!HUEK
kalo saya kemarin beli yang tikus karet hidup. sudah lihat bentuknya?
http://pancaradis.blogspot.com
apik kuwi, paman! Jogja wis ono sing adol durung?
mainan ini mungkin berguna untuk program diet
oke doku dulu jg ada di mal cijantung, tp sekarang lg direnovasi.
ntar kl udah buka, mau beli ah…
:)
haha .. saya pernah punya wrigleys yg paman katakan itu.
biasanya, selain wrigleys palsu, saya masukkan satu wrigleys yg asli untuk saya sendiri. lalu saya ambil wrigleys yg asli untuk saya makan, sementara saya tawarkan wrigleys asli kepada si korban. “tinggal satu nih. abisin” biasanya begitu saya memancing :)
lalu bisa ditebak. “hantu badai, kuda laut kutil, sapi panu, dll, dst…” para korban biasanya memaki ala kapten haddock :)
pakdhe, gw pernah punya pengalaman, waktu masa kuliah dulu, malam2 beli nasi goreng, trus di bungkus dan di bawa ke rumah… selagi makan tiba2 ada yg nyangkut…di amati…gw pikir rambut…eeee ternyata kuku !!! dan klo diliat itu dari besarnya pasti ini kuku kaki jempol manusia…
jadi pengen beli *penasaran*