Sekarang Beli di Saya, Setelah itu di Dia
ETIKA BISNIS PENGASONG. TAPI TAK BERLAKU LUAS.

“Ke situ aja, bos!” kata Warjono (31), mempersilakan saya membeli rokok dari pengasong di sebelahnya. Dia dan temannya, Nuryadi, jongkok di batas tangga pelataran utara Mal Ciputra, Jakarta Barat, menantikan pengunjung keluar yang butuh rokok dan permen.
Itulah aturan main mereka berdua. Kalau dagangan Warjono sudah terbeli, maka pembeli berikutnya dipersilakan membeli dari Nuryadi. Begitu pula sebaliknya.
Bisa begitu karena yang mengasong di sana cuma mereka berdua. Lebih dari itu mereka adalah kawan seperantauan yang bertolak dari kampung yang sama: Desa Cikakak, Kecamatan Banjarharjo, Brebes, Jawa Tengah. Ramadan ini mereka akan mudik sepuluh hari, tinggalkan musala tempat numpang mereka di Tanjung Duren.
Jika pengasongnya banyak, berlainan asal pula, mungkin aturan mainnya beda lagi. Terhadap pengandaian itu mereka hanya cengar-cengir.
Etika bisnis adalah soal baik dan buruk dalam mencari rezeki, tak mesti melebar sampai ke benar dan salah. Dalam lingkup tertentu setiap orang punya. Hanya ukurannya yang berbeda.
Dulu semasa sekolah, saya berencana jual jasa mengetikkan kartu mahasiswa pada suatu musim registrasi. Maklumlah waktu itu belum zaman komputer, tak setiap mahasiswa punya mesin tik. Kartu mahasiswa saya pun saya isi dengan Rugos.
Saya ingin menjual jasa separuh harga pasar. Pakai pita plastik Pelican, hasilnya akan seperti ketikan elektronik: tajam dan opaque. Tinggal bawa mesin tik manual, lantas ndeprok di pusat admisi dan registrasi, pasti laku. Tapi adik saya melarang. “Jangan gitulah. Kita memang bukan orang kaya, tapi mereka lebih butuh duit ketimbang kita. Kalo kita ngerusak harga, kasihan mereka,” katanya.
Hari itu saya batalkan ayunan langkah pertama kewiraswastaan. Etika kere membatasi saya. Tapi saya tak menyesal. Terbukti, dengan mesin tik manual itu saya bisa mendapatkan uang ratusan kali dari yang mereka petik, dan saya tak merasa merampas lahan siapa pun.
Tapi apa saja sih patokan etika bisnis? Kalau kita bilang nurani, termasuk nuraninya Siti Nuraini, itu pun masih belum jelas bentuknya. Guntar(ion) si Bintang Tauladan pernah menyinggung soal ini, dan saya menorehkan komentar yang rada nyiniyir di sana.
Apa yang kita yakini pantas dan baik, dan tak merugikan orang lain, bisa saja menurut orang yang lainnya lagi dianggap bodoh bahkan salah. Kalau kita nyaman, bahkan bahagia, dengan pilihan yang bodoh dan salah itu, tak masalah kan?
Tapi, hehehe, ketika kita tak menjalankan bisnis sendiri, karena jadi buruhnya orang lain, benturan nilai kadang terjadi. Apa boleh bikin. Seperti kata Tim Rice — penulis lirik hebat selain Bernie Taupin — dalam Chess (tanpa Webber): “Everybody’s playing the game, but nobody’s rules are the same.”
Selamat beribadah di bulan Ramadan. Bagikanlah hikmah yang Anda petik untuk saya.

27 Responses to Sekarang Beli di Saya, Setelah itu di Dia
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Kekusutan Cawang, Kebingungan Para Tuan
June 12, 2009 by AntyoJANGAN-JANGAN MEREKA TAK PAHAM ANGKUTAN UMUM.
Beberapa hari belakangan ini terus muncul keluhan pengguna angkutan umum: bepergian jadi tak nyaman karena kawasan Cawang, seberang kampus UKI, “ditertibkan”. Terminal bayangan, untuk kesekian kalinya, digebah. Bus AKAP tidak boleh berhenti di sana. Dan seterusnya.
Sumber kekusutan adalah perencanaan kota. Para tuan birokrat [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Layak jadi feature Kompas halaman 1 nih, paman.
huhu, saya jadi berkaca-kaca nih paman :)