Botol Minuman tanpa Segel
KETIKA MINUMAN PELAYAN WARUNG BERCAMPUR DENGAN DAGANGAN.

Selesai makan, saya raih botol plastik AdeS di samping piring itu. Lho, tanpa segel? Maka saya kembali ke kotak pendingin untuk menukarnya dengan yang bersegel. Ketemu lagi botol tak bersegel. Lebih dari satu.
Akhirnya saya dapatkan yang masih utuh. Beberapa perempuan pelayan warteg itu menahan cekikikan.
Saya pun komplen ke juragan warteg, “Kepriben kiye? Sing bener ya kalo jualan. Kesian yang beli kalo botol-botol yang sudah diminum itu ditarok di situ.”
Sabtu siang kemarin saya hanya komplen soal botol. Soal isi pendingin yang tak sesuai dengan persyaratan Coca Cola Amatil Indonesia, itu bukan urusan saya.
Tadi saya ke sana untuk sarapan. Botol tanpa segel tampaknya sudah raib. Tapi isi selain botol minuman justru bertambah. Biasa, perbekalan dapur.
Si Mbok pemilik warung mulai curiga dan kurang sreg ketika saya memotreti kotak pendingin itu, apalagi dengan membukanya. “Ana apa si ya kok kulkase dipotreki?” tanyanya. Hasil kerja terburu di bawah tatapan adalah foto kabur.
Hmmm. Saya teringat Mr Kong, teman saya, yang bersumpah takkan mendatangi sebuah cabang warung padang tenar. Suatu kali dia memergoki bahwa nasi yang dihangatkan lagi berasal dari sisa tamu. Ketika dia mempersoalkan hal itu, si pelayan menjawab bahwa hal itu sudah biasa.
Yang Mr Kong tak mau tahu adalah bahwa lauk yang tak habis, sudah diubek-ubek tangan tamu di piring, itu juga akan dihangatkan lagi dan dihidangkan. Beda dengan nasi, katanya.
Selalu ada peluang sial bagi pengudap. Belum lama ada kasus seorang konsumen pemergok kejorokan malah digugat oleh juragan kedai.
Kudapan mahal bukan jaminan aman dari bencana. Si Budi bisa bercerita tentang kegilaan pelayan resto yang mencampurkan sesuatu — aduh nggak tega saya untuk menyebutkan — ke dalam sup, seperti termaktub dalam Fight Club.
24 Responses to Botol Minuman tanpa Segel
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Taman Prasasti bukan Taman Hati
September 18, 2006 by AntyoNASIB BEKAS MAKAM MODERN TERTUA DI DUNIA.
Kurang terurus. Boleh juga pakai istilah “tidak terurus”. Itu kesan saya ketika Ahad kemarin menyinggahi Taman Prasasti. Pelataran rumputnya mengering dan di sana-sini gundul. Sampah pengunjung bisa ditinggalkan di mana saja. Grafiti boleh tertuliskan.
Saya tak tahu apakah penguranglengkapan masih berlangsung, sehingga sayap patung masih akan ada [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] Apa persamaan warung tegal dan bengkel resmi milik dealer mobil? Kulkasnya. Sama-sama menampung titipan pribadi pegawainya. [...]
toh, sapa yg menanam dia yg menuai. kalo masih di belakang kita blm masalah, lain halnya bila di depan kita. mending nyari tempat lain aja. :)
yah, kenapa nggak tega menuliskannya Mas?
ya sudah, biar saya saja. ini di restoran hotel:
The first thing the hotel manager said was I had three minutes. In the first thirty seconds, I told how I’d been peeing into soup, farting on crème brûlées, sneezing on braised endive, and now I wanted the hotel to send me a check every week equivalent to my average week’s pay plus tips. In return, I wouldn’t come to work anymore, and I wouldn’t go to the newspapers or the public health with a confused, tearful confession.
The headlines:
Troubled Waiter Admits Tainting Food.
:)
*semenjak menggemari filmnya dan menerjemahkan novelnya, saya jadi berhati-hati dan berpikir seribu kali sebelum marah ke pelayan restoran, dsb. hehe.
wah kalo sisa makanan disiapkan lagi untuk dijual…aku ga terima!
tapi gimana caranya kita tau kalo kita ga dibohongin…
*bete*
iya nih jadi laper sama aus, apa ajeh deh minumnye
nanti ada fanta rasa cabe tuh..hiks..kacow :p
kepriwe sih kiye maksute? inyong kurang paham lah…
Oaladhalaaahhh… kok sempet2 e motreti kulkas orang hehehe..
Kalo si mbah nanti dolan ke omahku, aturan pertama bukan copot sendal tapi copot kodak.. eh tustel heheheheh
pernah aku beli nasi goreng ,dibungkus mau makan dirumah ceritanya ,eh sambil nunggu digorengin , ada ibu dan anaknya yang makan ditempat , si ibu komplen nasi buat anaknya pedes ( mungkin dia pesen buat anaknya yg ga pedes ), eh nasi goreng sianak itu digoreng lagi , dicampur dengan yg lagi dimasak, terus dibungkus ,terus yg satu bungkus dikasih ke aku……. uek, dijalan langsung aku lempar keluar mobil. Dosa … dosa … deh .
kadang jika di kotak pendingin itu hanya berisi dari PT. coca cola saja memang kurang seru, wong apapun makanannya minumnya kan teh botol sosro. ya nggak?
kejadian yang lumrah dimana-mana, pernah satu kali malah orang coca-colanya ngaso pas distribusi terus minta cendol dari pemilik warung, yang disimpan di coolcasenya hahahahaha…kocak!
btw, thanks for promoting pedapa. highly appreciated!
glek…. jadi haus nihh….. pakdhe gara2 ini saya bisa batal nih puasanya…. posting minuman……
hehehe….. minuman segar penggoda iman di bulan ramadhan. enak diminum pada siang hari, walau agak setengah malu hati :p
duuuhh, lapor ke Coca Cola Amatil tuh, biar kulkasnya dirampas..hehehe
walah , kulkas pribadi atau buat jualan sih ?
rika kencot maning mbok
walah,
ora ana sopan santune apa ya
motret kulkas nyong ora takon disit :D
so mbok-nya pengen di “potrek”jg kali (sambil ngebayangin si-mbok difoto disebelah pendingin dgn gaya SPG)
paman koq masih mampir di warteg itu kalo dah tau kurang terpercaya, emang ga ada warung lainnya??
itu timun suri bakal buka puasa yak?
keren banged logat tegalnya. kapan-kapan mampir dong ke Purbalingga juga. Yuk..
kepriben pakdhe iki..
tempat ketemu kita kemaren di jkt aja, es tea-nya aja plus kecoak.. apalagi di warung..
gak papalah.. sistem kekebalan tubuh kita pasti sudah disiapkan Tuhan untuk beginian, tahan kok.. :)
nulis opo toh aku iki..
–budiw
jangan2 yang di dalam kulkas itu memang tempat buat ‘yang tidak bersegel’ pakdhe?! nah tuh ada timun segala di sana…
WAKAKAKAKA….
KALO AKU YG JURAGAN KEDAINYA,
SI PAKDE AKU TIMPUK PAKE GELAS….
*KABUR*
Klo yg ada di dalam kotak pendingin ada minuman tanpa segel, entah dawet, es degan atau apa lah, Paman Tyo mestinya tau, bahwa itu adl suguhan gratis. Boleh icip2 tanpa bayar ^_^
Tapi klo tyt bukan, ya udah, kasih aja garam di sana, biar kapok. He..he.. nakal ^o^