Debu dan Kuman, itulah Bumbunya
MAKANAN JOROK MEMPERKEBAL TUBUH (?).

Ibu Metropolis itu bilang, kedainya mengutamakan kesehatan. Sayurannya organik, dicuci pakai air botolan (dia bilang Aqua). Suaminya, dokter keturunan Amrik-Vietnam, tak tahan dengan ketidaksehatan Indonesia.
Tapi dulu, di kampung, tetangga saya beda. Si suami adalah profesor fisika, si istri adalah dokter (spesialisasinya apa saya lupa). Putri tunggal mereka sejak kecil dibiasakan dengan jajanan gendongan, sebangsa gethuk, thiwul, klepon. Lho bukannya berdebu? Mereka bilang, itu perlu untuk kekebalan tubuh putrinya.
Mau bersih atau kurang bersih, dan sehat atau kurang sehat, soal makanan kadang soal pilihan. Tapi bagi mayoritas orang kadang soal keapabolehbuatan. Mau makan bersih di tempat resik berarti melebihi uang makan harian dari kumpeni.
Lihatlah di sekitar perkantoran. Tak ada jaminan bahwa cara olah di gerobak makanan itu bersih dan sehat. Dengan menitip beli lewat opisboi berarti kita aman dari teror visual, karena tidak melihat pengolahan, termasuk cuci piringnya.
Hidangan rapat di kantor tertentu kadang juga dibeli dari gerobak. Rapatnya produktif, pesertanya tetap sehat, dan eksekusinya menghasilkan duit berbanyak digit.
Sebuah artikel berbahasa Inggris, yang dibaca banyak orang asing, menyebutkan bahwa seorang pria penjual rujak dan buah potong lancar saja meneruskan pekerjaannya setelah pipis di sembarang tempat — tanpa cuci tangan. Waks!
“Saudara pasti suka makan jorok,” kata Pak Dokter Internis, ketika menangani saya pascaoperasi, gara-gara amoeba yang kerasan di tubuh. Ya, saya memang jorok. Tapi kenapa teman saya yang lebih jorok tak perlu masuk ICU?
Saya tak tahu, dalam batas apa kejorokan kita bisa mempertebal kekebalan. Mungkin kasusnya individual. Ada backpackers asing yang langsung sakit perut ketika makan sembarangan, ada pula yang perutnya ndableg. Hal serupa berlaku untuk reporter asing: ada yang ringkih, ada yang tahan banting di negara dunia ketiga.
23 Responses to Debu dan Kuman, itulah Bumbunya
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Sodok-menyodok Menjadi Satu, itulah Indonesia… :)
May 15, 2008 by AntyoCERITA DARI PEREMPATAN, POTRET MASYARAKAT TOLERAN.
Saya tidak tahu dari mana arah datangnya, selain dari belakang, tahu-tahu mbak itu ada di antrean terdepan. Dia konsisten, tidak berpindah jalur untuk berhenti. Dia tetap mengambil jalur kanan yang mestinya untuk kendaraan dari arah berlawanan.
Tak ada polisi di dekat perempatan di Jalan Barito, Jakarta Selatan, itu. Lebih [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





pernah ke india, pakde?? kejorokan gorengan kita saja kalah lho sama mereka… loro wteng saya dibuatnya…. hehehehe
kan sudah dibilang paman…
kekebalan tubuh kita pasti ikut menyesuaikan..
–budiw
debu,kuman dan tangan yg tak dicuci. itulah resep rahasianya…
betul tuh! kita masyarakat indonesia pada umumnya lebih kebal karena indonesia itu negara tropis, jadi bakteri mudah berkembangbiak. kedua, yeah, indonesia gitu loh.. kebersihan (higenis) masih kurang disiplin dalam kegiatan sehari-hari. jangan heran orang singapur (iyah, walopun sama-sama negara tropis) makan di resto dalam hotel bintang lima aja (waktu itu sih hilton) masih sakit perut.
betul loh, makanan jorok memperkebal tubuh. asal jangan pikiran jorok ah, lagi puasa :)
jambu belatungan itu lebih manis daripada yang gak belatungan.. gak percaya? cobalah…
kalo otaknya yg jorok gimana? pikiran ngeres terus nih hihihi :D
“Ya, saya memang jorok. Tapi kenapa teman saya yang lebih jorok tak perlu masuk ICU?”
itu cuma masalah takdir aja, paman ;D
shit happens :P
jadi inget lagu dangdut, “makan-makan sendiri … “
Kalo jareku kuncine itu “adaptasi” Man. Kalo sampeyan tinggal di negara dunia ketiga yo lebih baik adaptasi denga kejorokan … hehehe
wah makan asal gratis yang penting kenyang… ga peduli jorok kek gini hehehe…
kalau takut makan makanan “sembarangan” lihat sekitar saja, kalau orang yang makan langsung teler, mendingan jangan ikutan makan. tapi kalau yang pernah makan saja masih pada segar bugar…gak ada salah dicoba tuh!
perutnya emang harus sering2 dilatih makan yg tidak higienis, biar imun…
kalo saya sih sudah kebal. sejak jaman dulu sudah bergaya koboi, kok. tapi, dulu pernah juga KO gara-2 tipus. wakss..!
mpokb, gimana kalau traktiran mi tektek saja pas buka nanti?
ketidaksehatan indonesia?
yah minimal kalau dari makanan sih memang masih bisa dipertanyakan.
Tapi selama perut menuntut, sepertinya bisa diabaikan ya.
(duh lagi puasa ngomong makanan…)
kalo mau lebih steril, sayurannya dicuci pake karbol aja, hehehe. ih, jadi pingin mi tektek rebus…
makan! makan! :))
Boss, sampean kena tipus yo…?
makanya biasakan makan yg tidak higienis, biar terbentuk antibodinya.
nyawa lebih penting dari sekedar jorok…
emang oom kere operasi apaan oom? kok masih tetap aktif ngeblog?
Yang penting ditraktir
heh? operasi?
iya, memang banyak orang2 expat sini yg hati hati masalah makanan.
kita yg udah biasa mah gag ngaruh…
oom..aku sih makan dimana aja ayok aja yang penting tempatnya mesti bersih..kalo pun sakit gara gara makan di tempat yang sebenernya udah higinis ya itu berarti emang udah waktunya aja aku sakit..kata orang sakit kan nglebur dosa2..kali’ aja dosaku udah numpuk hehehehe