Cabai Buntung
MENGAPA CABAI HANYA DIGIGIT SEPARUH? *

Sebagian orang menggigit cabai (cabe) hanya separuh lantas sisanya tak diurus. Lantas ketika akan menambah takaran pedas, mereka akan mengambil cabai berikutnya, untuk digigit separuhnya. Sisanya ditinggal.
Lidah saya bukan lidah sepatu, maka saya menganggap pedas cabai di ujung maupun di pangkalnya itu sama. Maksudé inyong berbeda dari pepaya yang ujungnya lebih manis ketimbang pangkal.
Kalau rasa gagang cabainya sih saya nggak tahu karena belum mencoba, dan belum ada alasan untuk mencicipinya.
Saya juga bukan ahli etiket, bahkan sering tak tahu adat, sehingga saya tak tahu adakah pakem atas nama sopan santun yang melarang makan cabai sekali gigit.
Anda tahu jawabannya? Tolonglah saya. Dari kaum penggigit separuh itu saya tak mendapatkan jawaban memuaskan — kadang malah cuma dapat senyuman.
*) Saya tidak mengukur apakah benar-benar separuh. Yang benar hanya digigit sebagian sih… Ohy ya, gambar cabai itu lebih besar dari aslinya. :)
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Tentang Anjing dan Dawam
April 11, 2012 by AntyoMENCOBA MEMAHAMI DAWAM RAHARDJO.
Beruntung saya bisa mendapatkan buku terbitan 2007 ini. Toko yang menjualnya hanya memiliki satu eksemplar, kondisinya pun tidak kinyis-kinyis. Inilah Anjing yang Masuk Surga, kumpulan 16 cerita pendek Dawam Rahardjo, salah satu cendekiawan muslim, yang 20 April ini genap 70 tahun.
Tanpa pengantar panjang dari penulisnya pun kita sudah bisa [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





digigt semuanya juga boleh…
Mpad recently posted..Speedy Di Kota Serui
ndak pernah tuh mbah, ogut selalu makan cabe sekali gigit itu kena di ujung batangnya, jadi ndak ada body cabe yang tertinggal apalagi dibuang separoh :)
nggak tau kenapa dari dulu selalu geto, makanya ogut termasuk boros kalo makan cabe :))
mubazir paman..
sebaiknya dikasih tau saja sama kaum penggigit separuh tsb..
–budiw
biasanya cuma makan 1 , tapi bersisa karena ga kuat gigit banyak2 sekali makan.
#5: zat kimia yang bikin pedas di cabe ga cuma di bijinya aja. tapi kalo soal dia ngumpul di ujung cabe, mungkin juga ya.
hoho, buka masih 2 1/2 jam lagi..
hmmm… sedap banget cabenya.. *sampe ngiler.. sumpah*
aku masih suka makan cengek (cabe rawit) sambil makan tahu goreng atau bakwan goreng (bala-bala, basa sunda). itu juga tergantung cengeknya, kalau digigit sekali gak pedes nambah gigitan sekali lagi. :)
gw sih kalau makan cengek (cabe kecil-kecil itu lho), makannya satu-satu. nggak pernah sepotong-sepotong.
lagian cengek yang beredaran di pasaran, banyak yang masih muda. jadi nggak pedes lagi :D