KITA SELALU MERASA PUNYA TIMBANGAN KETULUSAN. HANYA MERASA.

Saya mengamati perbincangan Nyonya Toko dan salesman. Ya, jujur saja, meski tak semuanya tertangkap telinga, saya nguping. Sedari tadi mereka lebih banyak bicara dagangan dan tagihan. Sesekali Tuan Toko nimbrung. Ada canda. Yah, dasar komunikasi bisnis adalah pertalian insani. Angka bukan segalanya.

ijal di pasar

Dari jauh saya mencoba menjepreti perbincangan itu. Tapi ehm, beberapa kali separuh kepala nongol, mengalangi lensa. Ketika orang-orang di pasar tak memedulikan saya — artinya aman buat saya — anak ini terus peduli. Rasa ingin tahunya menggiringkan langkah untuk menempel saya.

Ijal namanya. Usia sepuluh. Kelas empat SD. Kadang mencari uang saku dengan mengangkatkan belanjaan. Bapaknya punya warung sayur di situ, dengan jualan tetap kolang-kaling.

Ijal senang setiap kali saya menunjukkan hasil jepretan. Fotografi digital kadang membantu pengakraban. Sama seperti dulu ketika kita membawa kamera Polaroid untuk tunjukkan hasil instan.

Saya membatin, anak ini bisa jadi guide untuk mengubek kawasan. Dia kenal lingkungan dan diterima oleh sekitar. Sama seperti kita mengandalkan centeng demi kemudahan eksplorasi lingkungan.

Tapi, ah, saya tak ingin menyusuri lingkungan itu lebih jauh. Tak ada waktu. Belum ada kepentingan.

Apa? Kepentingan? Ya. Kita kadang terlalu tega untuk memanfaatkan orang lain, termasuk anak-anak. Pada titik itu saya malu. Sempat tebersit bagaimana jika anak-anak saya dimanfaatkan oleh orang lain, dalam pengertian yang manipulatif?

ijalKetulusan hanya bisa dirasakan oleh dua pihak. Tak ada timbangannya, tapi mencoba berjujur diri tentu ada baiknya. Satu pihak merasa tulus, tapi pihak lain melihatnya sebagai kemenangan dalam pencapaian tujuan, jelas bukan sesuatu yang setimbang.

Sebentar lagi sahur tiba. Saya bukan bagian dari yang berpuasa. Pagi ini, saat terbangun, saya memeriksa gambar dan menemukan Ijal. Lamunan saya berkelok bentur dalam labirin permenungan.

Maafkan saya, Jal. Terima kasih, Jal. Mestinya saya harus menjelaskan internet itu apa, blog itu apa, bukan cuma bilang fotomu akan muncul di komputer.

Selamat menuntaskan ibadah di bulan penuh berkah untuk Anda semua. Bagilah berkah itu untuk saya.

 

28 Responses to Ijal Anak Pasar

  1. golda INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Hebatnya, si Ijal tau kalo wajah melankolisnya memang pantas dipoto. Lha kalo dia pecicilan pas dipoto langsung memamerkan senyum dan gigi, jadinya kurang sesuai dengan alur cerita :p

  2. JaF SINGAPORE Internet Explorer Windows says:

    Mbah’e, siapa tahu si Ijal ini nanti jadi pakar IT terkenal, menyaingi Roy Suryo hehehehe..

  3. budiw INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hm.. jujur itu gampang paman..

    asal gak ada ‘sesuatu’ disekitarnya..

    –budiw

  4. maya INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    hiks..terharu..

  5. warudoyong INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    lha yang nyonya toko dan salesmannya gak di bahas lebih lanjut pakde?

  6. Anang INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    keren jepretannya!!

  7. Hedi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jan master tenan hehehe :D

  8. itu namanya khilaf om. gpp. yang penting sekarang sadar. hehe…

    salam buat ijal.

  9. mbakDos INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ‘mempergunakan’ orang lain buat kepentingan sendiri?!
    bagus kalok memang gak disadari, atau kalaupun tersadar tiba2 lantas mengurungkan niat.
    tapi apa iya begitu?
    gimana kalok udah tersadar tapi masih melanjutkan juga?!

  10. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    MERASA FOTOGENIC KALI YA…????

  11. windede INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ke toko cari apaan paman?

  12. Olie INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    love the pictures… curiosity ternyata bisa bikin famous :D

  13. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    bang paman terbangun karena denger suara panggilan sahur kah? tulisan yg mengetuk pintu hati :)

  14. kunderemp INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Cetak halaman ini (print) lalu kasih ke anaknya..

    Tunjukkan.. kalau suatu hari dia punya duit ke warnet, mesti ke mana kalau mau lihat gambarnya.

  15. didats INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mantap kali pakde…. :D

  16. josephine INDONESIA Opera Windows says:

    jd trenyuh pak dhe…hiks.. anak2 seperti ijal jauh lebih saya hargai drpd yg hanya minta2 (dilingkungan kampus ipb oakehhh tenan)
    ekspresi fotonya orisinil bgt, deuhh coba pk dhe pameran foto n foto ijal dilelang pasti harganya tinggi n sapa tau malah ada yg mbiayain sekolah ijal.

    TRUS BERJUANG JAL!!!!

  17. blonty INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    dahsyat! terstruktur, enteng, renyah. selaksa membaca Percikan Permenungan.

    dasar priya pinandhita

  18. ono INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Ternyata sangat Bijak dirimu pakde untuk menyikapi dunia nyata dan maya tersebut.

    //enggak nyangka//

  19. Bangsari INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    fotonya keren pakde. mbok diikutkan lomba foto gimana?

  20. thya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Pamaaaaaan,
    aku suka banget foto yang kedua itu..
    bener kata si tukangkoding. ekspresi innocent-nya nyata banget, and pure no acting at all..!

  21. sawung INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    pagi om.

    Wah jadi makin tajam nih tulisannya om.

  22. Mbah Dipo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ha kok malah uthik-uthik upil… :P

  23. tukangKoding INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Foto ke dua bagus pakde . Dapat expresinya , pure from an innocent child .

    Tapi lho sapa tahu kalau dia jadi guide malah lebih barokah bagi dia pakde . Dapat persekot kan ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.