Pakaian Muslim, Pakaian Kristen, Pakaian Cina
YOU ARE WHAT YOU WEAR. SO?

Mungkin sudah lebih dari sepuluh tahunan istilah ini diterima untuk busana pria: baju muslim (atau kemeja muslim).
Saya tak paham sejarah fashion, jadi terkaan saya bisa saja ngawur. Tapi ingatan itulah yang muncul saat membaca iklan Lebaran Sale Java Store di Kompas hari ini: kenapa kemeja muslim?
Ada juga yang menyebut baju muslim sebagai baju koko dan baju gamis. Dari mana akar riwayatnya saya kurang paham. Saya minta maaf jika tak dapat membedakannya, padahal saya pernah punya beberapa, termasuk yang saya beli dari seorang ihwan di masjid kuno di Kebon Jeruk, Kota, Jakarta.
Dalam salah satu bukunya, Pramoedya Ananta Toer pernah berkisah bahwa pada zaman kolonial pakaian Barat disebut “pakaian Kristen”.
Mungkin setelan Kristen adalah seberang dari pakaian kaum pergerakan bersuku Jawa yang berupa beskap dan kain batik. Padahal bisa saja si Jawa berblangkon-beskap-jarik-selop itu Kristen pengikut Kyai Sadrach Suropranoto.
Dulu sekali, waktu saya masih bocah, baju tanpa kerah utuh — ya, sepintas mirip hem untuk tuxedo — itu disebut sebegai “baju cina”, “baju kungfu”, “baju Bruce Lee”, “baju Chen Lung”, dan “baju kerah Shantung”. Adapun sepatu kungfu disebut “sepatu big boss” karena khalayak terkesan oleh film The Big Boss.
Kemiripan “baju muslim” dan “baju cina”, juga “baju india” (dan “baju pakistan”), plus baju barong pilipinas adalah: kerah yang tegak tanpa lipatan ke bawah, longgar, dan tidak dimasukkan ke pantalon. Untuk “baju cina”, misalkan tanpa motif tiongkok, kancingnya kadang berupa palang kain melintang.
Ciri baju serupa juga muncul di toko batik dan… toko branded. Beberapa produk kasual menyediakannya, umumnya berbahan katun. Beberapa di antaranya malah tanpa kerah.
Nama dan penamaan berangkat dari niat menyederhanakan sesuatu. Untuk “baju muslim”, tampaknya bertolak dari pencarian kata untuk dipersandingkan dengan “busana muslimah”. Dalam urusan dagang ini jelas mempermudah.
Penamaan terhadap pakaian juga bisa disengaja untuk maksud politik yang kadang pejoratif. Istilah lawas “kaum sarungan” pada masa lalu ditujukan kepada politisi partai Islam. Padahal sarung (dan peci) bukan hanya pakaian orang Islam. Padahal lagi foto-foto lama Persis justru menunjukkan gaya pemimpinnya yang berbusana Barat.
Entahlah bagaimana kita menyebut gaya busana Abolhassan Bani Sadr pada masa Revolusi Iran: sangat Barat, dan ehm… keren. Dia dulu memang stylish. Kalau Hamid Karzai sih emang khas: perlente, pede dalam gaya nasional. Sedangkan penampilan Ahmadi Nejad itu Barat.
Jangan-jangan pengertian “you are what you wear” bisa melebar ke mana-mana, tergantung pada kesan si penglihat. Bercelana pendek ke kantor, bagi orang tertentu, memberi kesan, “Sok juragan! Emang lu Bob Sadino?” Bagi orang lain, “Kayak babah toko kelontong di kota kecil.” Bagi yang lainnya lagi, “Kesian deh lu, nggak mampu beli celana panjang.” Menurut anaknya, “Papa kerja di tambal ban?”
Padahal persoalan busana (pria) adalah enak dipakai atau tidak, cocok dengan suasana atau tidak, kan?
26 Responses to Pakaian Muslim, Pakaian Kristen, Pakaian Cina
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Serba-24-Jam
November 17, 2007 by AntyoMEMANGNYA BUAT APA?
Pukul satu pagi kurang lima. Apotek di tengah blok ruko panjang nan senyap, di Serpong, itu masih buka. Memang harus buka. Itu apotek 24 jam. Tapi pukul sepuluh malam sampai enam pagi hanya melayani pembeli dari loket. Demi keamanan. Saya belok, parkir, mengamati, berbicara dengan petugas dengan menanyakan obat yang tak [...]
Recent Comments
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
jimmy» bagus sekali artikelnya, thx
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Jelas taktik dagang Mas, tanpa sadar para pelaku ekonomi dan media menumbuhsuburkan pengkotak-kotakan di masyarakat berdasarkan keyakinan yang menurutku horor banget…sama aja kayak bank syariah yang mengaku sebagai jalur halal padahal main saham juga yang berarti riba juga (ribanya dirasa gak terlalu parah kali karena yang dimainkan bukan saham pabrik minuman beralkohol dan hotel yang katanya sering jadi tempat mesum)…lucu kaaaaan…ketawa yuuuk..
—
Waduh. :)
/tyo/