YANG BANYAK MENERIMA ADALAH YANG MAKMUR. SENSASINYA ITU LHO…

keranjang parsel

Pengusaha parsel bilang, pelarangan pengiriman-penerimaan bingkisan Lebaran tidak membuat korupsi dan suap berkurang.

“Kalau niat korupsi tidak usah tunggu sampai Lebaran. Tinggal minta rekening transfer atau kasih kunci mobil…,” kata Ketua APPI Fahira Fahmi Idris kepada detikcom.

Intinya, bagi dia dan kelompoknya parsel itu soal silaturahmi. Kenapa dilarang?

Selain mengumpulkan bos BUMN Kamis lalu, tahun lalu KPK sudah menyatakan atas nama semangat reformasi yang ingin memberantas korupsi, maka bingkis-membingkis di lingkungan ambtenaar dilarang. Masyarakat diimbau tak mengirim bingkisan. Pejabat yang menerima kudu lapor ke KPK, paling lambat 30 hari.

Uh, biskuit sudah habis, kalengnya sudah sampai di Bantargebang tuh. Lantas orang KPK punya tambahan kerjaan ketengan menghitung nilai bingkisan.

Buat saya, niat KPK itu diteruskan saja. Spirit untuk mewujudkan birokrasi yang bersih itu bagus.

Bagaimana dengan pengusaha parsel? Ya teruslah bekerja. Memangnya order cuma dari birokrat? Tepatnya: selalu dari swasta untuk pejabat?

Di luar imbauan KPK dan gerutuan pengusaha parsel, saya ingat gerutu seseorang. Katanya, yang sering menerima bingkisan Lebaran maupun Natal itu justru orang yang hidupnya berkecukupan, bahkan berlimpah. “Morally wrong!” katanya.

Dia lupa, bukan rasa kue dan kerennya tea set (plus handy-nya iPod, Dopod, Ixus, dan gadgets lain) yang utama, tapi perasaan mendapatkan kelimpahan dan penghormatan itu lho. Kiriman sih bisa dihibahkan ke orang lain. Si penerima sudah mblenger dan bosan.

 

19 Responses to Pro-kontra Parsel Lebaran

  1. pudjie INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    tapi kelihatannya akan bagus kalo tuh parcel dikasih ke orang yang benar2 pantas dapat parcel, indonesia kan punya stok keluarga miskin lebih dari 35%……

  2. dhany INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    he… eh mas, mbok pengusaha parcel agak kreatif dikit
    bikin mode yang kirim parsel bos ke anak buah atawa guru ke murid… eh.. emang gajian guru berapa..???

  3. sulistiowati INDONESIA Opera Windows says:

    parcel yang manis dan nikmat selalu di barengi dgn hati yang iklas itu kata mutiara yang bagus kalau pikiran selalu dgn hati yang bobrok selalu nggak jelas maksudnya

  4. irfan INDONESIA Opera Windows says:

    parcel itu tdk gratis dan selalu minta ganti and kata cocok bagi kkn

  5. wahyudi INDONESIA Opera Windows says:

    parcel itu indah dan berkah bagi pengirim tapi banyak yang tdk dengan iklas and minta selalu embel-embel

  6. josephine INDONESIA Opera Windows says:

    hiks…lum pernah dpt parcel. ada yg mo iseng2 ngirim???

  7. Tukang Koran INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tidak ada parsel yang gratis

  8. Anthony UNITED STATES Internet Explorer Windows says:

    parcel memang mempunyai banyak makna. hehehe, bisa sogok, suap, rayuan, bujukan bahkan bisa juga memang niat memberi dgn ketulusan hati.

  9. babu negara INDONESIA Opera Windows says:

    parcel buat saya tahun ini ya jenggurengan atesan saya….

    “cilik-cilik mbalelo…”

    mbalelolelo ledung!! hwahahahaha!!

  10. Epat UNITED STATES Mozilla Firefox Windows says:

    Mempermudah tradisi sungkem n silaturahmi, selanjutanya bisa jalan-jalan wisata.

    owalah…dunyo..dunyo..
    dunyone kedunyan kabeh..

    hehehe maaf jadi gerutu disini

  11. JaF SINGAPORE Mozilla Firefox Windows says:

    Nyambung cerita mas Pri, kalau di tempat saya untuk urusan personal, ada batas minimal yang boleh diterima. Itu juga harus declare hehe.. Kalau ndak salah 50 dolar. Jadi kalau lebih, harus dibalikin..

    Kembali ke soal parsel di Indonesia, ada bos level direktur di sebuah instansi pemerintah yang mencoba kreatif. Seluruh bawahannya diinstruksikan untuk tidak menolak parsel dari rekanan, tapi isi parselnya itu wajib dikumpulkan di sebuah tempat di kantor yang bisa dilihat bersama. Menjelang lebaran, semua bingkisan itu dikumpul, dibagi-bagi dan dijadikan bingkisan lebaran untuk para opis boy (kayak si mbah hehehe), tukang parkir, satpam dan selevelnya.. Kalau ketahuan masih ada yang terima (misalnya diam-diam dikirim ke rumah), wajib di ganti dengan uang senilai harga parsel itu. Mekanisme pengawasan jadi efektif karena para supir yang jadi mata-mata. Dan si supir dengan senang hati melakukannya karena ini berkaitan dengan bingkisan lebaran mereka. Jadi semua senang. Mbak Fahira Fahmi Idris dan kawan-kawan senang, para rekanan juga girang… hehehe Paling yang manyun para istri pejabat yang masih berharap dapat Khong Guan gratisan kekekekkkkk

  12. golda INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mestinya minta ‘mentahannya’ aja :p

  13. Priyadi INDONESIA Mozilla Firefox Linux says:

    kata orang yang jadi kontraktor di militer amrik: kontraktor gak boleh ngasih gift ke contact person, dalam bentuk apapun. waktu lunch meeting misalnya, kontraktor gag boleh bayarin makan si contact person. kalo ketauan, bisa dipecat. kalau kontraktor maksa bayarin, maka si contact person harus membayar ke si kontraktor sesuai harga yang dia makan.

    mungkin bagus juga dicontoh buat urusan parsel ini. kalo ada yang ngirimin parsel, jangan dibuka dulu, tapi tanya ke si pengirim “harganya berapa?” terus kirim duit ke pengirim seharga itu :)

  14. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    lhaa itu di stasiun cikini atau gondangdia yak? gudangnya keranjang parsel… :)

  15. windede INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    paman udah tau alamat saya kan? dgn senang hati menunggu kiriman dari paman :p

  16. mbakDos INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    badu said…
    “morally wrong, politically correct.”

    mbakDos said…
    “definitely agree!” ;D

  17. pancaradis INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Yang jelas, siapapun, pasti seneng kok kalao dapet parsel lebaran… mungkin yang ngelarang itu karena dia gak dapet parsel lebaran.. ha ha ha

  18. budiw INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hm.. sudah sini buat saya saja parcelnya paman..

    –budiw

  19. badu INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    morally wrong, politically correct.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.