Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Lagu Alam Memang Sunyi, Sayang

Selasa, 10 Oktober 2006 @ 15:06 | Lihat Baca Dengar

TUTURAN IWAN ABDULRACHMAN.

iwan abdulrachman mentariCuma jarak yang memisahkan kita / seribu mil lebih sedepa / seribu mil pun lebih sedepa / lagu alam memang sunyi, sayang // …Lagi pula ini bukan puisi / cuma bahana yang diam-diam… [Seribu Mil Lebih Sedepa]

Seberapa kita akrab dengan mil, pun depa, yang pasti bukan metrik, itu bukan soal. Hasan Sejutapuisi Aspahani bisa menjelaskan. Kalaulah itu bukan puisi, Hasan pula yang bisa memberi jawab — melalui puisi pula.

Mendegar CD Iwan Abdulrachman adalah membiarkan ruang kerja kita dialiri senandung. Berbalada, tak terlalu mendayu. Andaikan gitar akustik tak hanya diiringi oleh kibor, melainkan string betulan, tampaknya senandung lebih mengalir alami.

Dari hamparan kata, yang saya dapatkan dari Iwan adalah kebersahajaan. Tentu tak serta-merta kesederhanaan kata berarti lebih mudah dipahami karena siapa tahu metaforanya tak saya raih. Flamboyant berguguran / berjatuhan, berserakan // Sejak itu sang dara berharapan / esok lusa bersemi kembali.

Pak Iwan Ompong adalah senior yang (diminta) berdendang lagi ketika peta musik sudah sangat meriah dan beragam, dengan indie yang bertebaran (dan MTV). Bagaimana sosok dia di kalangan orang-orang seusia anak dan keponakan saya, ah entahlah.

Tapi menilai karya terkadang akan lebih mengasyikkan jika pendengarnya tak terbingkai oleh informasi silam. Tak hirau sejarah Wanadri, GPL Unpad, maupun pesentuhannya dengan (Trio) Bimbo. Tinggal menyetel lantas sebagai penikmat musik cuma menilai, serasa menghadapi pemain baru, itu lebih asyik — dan jujur.

Denny Sakrie bisa memberikan apreasiasi yang lebih menyeluruh dan bertanggung jawab terhadap album ini. Dia kenal baik musik pop Indonesia zaman lawas.

Bagaimana dengan saya? Album ini, cocok buat selingan, dan sesekali pas untuk perenungan tentang kebersahajaan dan kejujuran di tengah godaan untuk menjadi sok sophisticated. Sebuah tuturan seorang pengelana, tanpa amarah maupun nada menggurui.

ALBUM: Mentari • ARTIS: Iwan Abdulrachman • LABEL/DISTRIBUTOR: P&C BizSound & Alfa Records • TAHUN: 2006 • HARGA: Rp 35.000

Ada 11 komentar | trackback | Depan

#11

Kang Ade | 11 06 2008 @ 18:46:34

Ada yang bisa ngasih CD-nya?


#10

yusuf faisal | 13 10 2006 @ 9:44:37

tolong minta informasi tentang CD nya Abah Iwan dimana mudah mencarinya


#9

dhany | 11 10 2006 @ 15:34:51

Lagunya mas Iwan banyak aku suka macam Melati Putih yang dinyanyikan Bimbo kemudian di rearranged oleh Erwin Gutawa dg vokal bariton Januari Christi.
Sayang kaset gua ilang semua
nasiiiibbb.. nasib.


#8

b0wo | 11 10 2006 @ 8:07:41

jadi ingat waktu PDW di lereng gunung sunda, saat abah tiba2 menyempatkan datang dan memberi retorika yang menggetarkan..dan setelah itu dengan bantuan gitar..menyanyi lagu standard “kelana” ah.. semua terbius…


#7

Indra KH | 11 10 2006 @ 7:15:01

Lagu Detik Hidup, hasil karya Abah di tahun 1976 bagi saya merupakan lagu terbaik dari seorang Iwan Abdulrachman yang telah berbaur dengan alam sekira 45 tahun. Isinya benar-benar penuh nasehat yang dikemas tanpa menggurui. Petikan gitar dan suara khasnya pada lagu itu menyiratkan bahwa dunia hanyalah tempat singgah dan ada kehidupan kekal menanti.


#6

noe4epher | 11 10 2006 @ 2:42:47

dilihat sekilas… Apa Iwan Abdulrahman itu… Doel Sumbang,…kah???


#5

windede | 10 10 2006 @ 22:39:06

dapatkan kaset dan cd-nya…. di mana paman?


#4

nananias | 10 10 2006 @ 20:35:34

wawawawawaa ngepas sekaliiii sekarang ini aku juga lagi suka dengerin lagunya iwan abdulrachman ini, akibat diprovokasi yang di bawah ini lhoooo…. :D


#3

Mbilung | 10 10 2006 @ 16:54:03

gubuk sunyi dipinggir danau, diam-diam tersenyum, dipeluk mentari senja.
ndengerinnya sambil mbakar singkong di situ lembang.
Suwun infonya Pakde.


#2

pepeng | 10 10 2006 @ 16:34:58

wadow,baru tahu nich..???
klo bimbo,aku dulu sempet punya..!!


#1

siberia | 10 10 2006 @ 15:40:10

ah..pengen beli. pengen nostalgia:D tiba2 ingat lagu yg liriknya gini:

bertahun lamunan menjumpaimu
tersangkut disela purnama..
daun yang gugur telah lama kering
namum nostalgia bersamamu tak pernah pudar