Mari Berjejal, Bergesekan, Bersenggolan
KETIKA PENATA KOTA MATI AKAL.

Andaikan semua postur orang Indonesia seperti bule, maupun tinggi-gagah-tegap seperti Windede, maka berpapasan di trotoar ini menjadi semakin tak nyaman. Tubuh pelintas akan saling bergesekan. Apalagi jika masing-masing pelintas itu gempal-tegap, menyelipkan dua bungkus Dji Sam Soe di lengan yang terbalut kaus ketat…
Para penata trotoar sudah kehabisan akal, sehingga mengabaikan patokan Pak Neufert tentang lebar lorong untuk dua orang. Trotoar utama dibelah menjadi tiga, disekat pagar. Bagian terlebar diisi tanaman.
Bukan hal baru, tapi kondisi di depan Mal Ciputra dan Universitas Tarumanegara, Jakarta Barat, ini kadung diterima tanpa protes terbuka dari pengguna jalan.

Masalahnya bukan (cuma) antropometri. Akar masalahnya klasik: urbanisasi, sektor informal, dan kebingungan pengelola kota. Ketika krismon menghimpit kehidupan rakyat, maka toleransi terhadap pedagang kaki lima pun diperlonggar.
Setelah krismon memudar — tapi tidak untuk semua orang — jejalan pedagang kaki lima (PKL) kadung berbiak. Solusinya, sejak beberapa tahun lalu, ya seperti tergambar di sini.
Trotoar makin sempit. Tak nyaman untuk berpapasan. Jalur yang sempit itu masih diisi oleh pengemis dan pedagang (terutama depan kampus Untar).
Saya tidak anti-PKL. Bahkan saya termasuk konsumennya. Saya pun tak setuju bila mereka digebah seperti ayam. Tapi saya juga butuh trotoar yang nyaman dan aman untuk melenggang.
Sayang, para gubernur dan calon gubernur tak pernah melintasi trotoar. Saat inspeksi, semuanya tampak beres dan lancar jaya.

14 Responses to Mari Berjejal, Bergesekan, Bersenggolan
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Sebuah Sindrom Kere Bernama Memulung
October 21, 2007 by AntyoPERNAHKAH ANDA MEMUNGUT SEKRUP DI JALAN?
Di undakan dekat gubuk bursa tanaman itu saya melihat ring pengganjal. Karena benda kecil itu tak seberbahaya paku maka tak saya singkirkan. Tapi, ehm, sebaiknya saya pungut atau tidak?
Hehehe… “sindrom kere”. Setiap kali melihat benda tak terpakai, yang sudah tak bertuan (maupun bernyonya), si pengidap sindrom [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kemaren waktu di jkt, saya sudah kepikiran soal trotoar ini paman, sayang, kondisi malam dan saya tidak berpengalaman dengan medan (alias takut), walhasil cuma ada di angan..
–budiw
hehehe … ya mungkin jakarta banyak pagar ada sebabnya. pagar kan untuk melindungi, pagar rumah biar rumah ga dibawa kabur pencuri. mungkin jakarta dah terlalu banyak “pencuri” // :P
Apik! Akhirnya tanaman diutamakan
mumpung ada sisa anggaran buat beli BRC…,
kalau nggak dibelanjakan entar dikira korup..
Emang salah melulu sih…
jakarta makin sumpek aja nih
ada kolusi ya antara yg jual besi dan yg nata kota? lama2 Jakarta kayak RUTAN, pagar besi dimana2
jkt makin penuh..!!
di jakarta ini semua dipagari. saya pusing…
ooh.. orang berdada bidang jadi susah liwat.. gimana kalo lagi bergaya jadi ikan buntal durian yak? yah.. ibu kota makin padat, bang paman. sewa tempat dagang makin mahal. PKL juga bayar setoran pan?
[...] Begitu rusaknya budaya antri orang Indonesia pada umumnya memang membuat kecut. Betapa banyak orang dengan ketidak dispilinannya membuat lebih banyak orang lainnya menjadi susah karena mereka. Mungkin pembatasan trotoar seperti dikemukakan paman Tyo pada Mari Berjejal, Bergesekan, Bersenggolan akan menjadi satu-satunya jalan agar semua manusia di Indonesia ini bisa berbaris, dan tetap pada jalurnya. Hehehe, meski aneh, tapi tanpa dipaksa, mengharapkan manusia Indonesia untuk mengerti dan memahami orang lain adalah suatu hal yang hampir mustahil. [...]
sore-sore, pas jam pulang kantor, hujan pula, semua orang bawa payung.
mbak… minggir mbak… minggir neng… ihiy bokong senggol bokong… :)
numpang paste pak de
“It’s the sense of touch. In any real city, you walk, you know? You brush past people, people bump into you. In L.A., nobody touches you. We’re always behind this metal and glass. I think we miss that touch so much, that we crash into each other, just so we can feel something.”
quote dari pilem Crash
Itu namanya gang senggol ya :)
btw, sering banget posting Paman di sekitar Mal Ciputra, jadi curiga nih hehehe :p
pertama…!!! panjenengan opo iso lewat di lorong itu, paman?