Rindu Air Segar
KOTA KITA MESTINYA SEDIA AIR GRATIS — TERMASUK UNTUK MINUM.

Baru sore saya tiba di kantor. Gerah. Gembrobyos. Harus mandi. Untunglah kumpeni menyediakan shower. Lumayan. “Mandi ujan pan seger,” kata Engkong di Rawabelong, kampung Betawi, saat saya dulu mencari kos dan dia memamerkan fasilitasnya.
Mandi. Sering. Dan teratur. Ini kebutuhan orang negeri tropis. Mau gayung mau mandi hujan, yang penting take a shower — kalau pakai air dingin tak perlu banyak aturan. Tapi likuran tahun lampau, waktu saya ke Ngablak (Merbabu), Dieng, dan Sembalun (Rinjani), banyak anak jarang mandi. Mereka seperti orang negeri utara. Bedanya, bule nggak mandi tetap dianggap lebih keren.
Hari-hari panas. Butuh pendinginan. Adakah cara murah tanpa membangun kolam renang, tanpa memasang AC? Ada. Setidaknya menurut saya.

Saking kepanasanannya, anak saya minta diguyur. Ya sudah, biarkan dia gulung-koming di lantai luar yang sedang dikosek. Lantas ada yang menyemprotinya dengan air selang.
Dia girang dan segar. Setelah itu mandi dan keramas. Murah kan? Tanpa meler sentlup pilek lagi.
Anak-anak saya juga pernah saya izinkan berhujan-hujan. Mereka perlu memetik pengalaman. Kalau kondisi fit pasti tidak sakit. Dan itu terbukti. Mereka senang.
Kota-kota di dataran rendah lagi panas-panasnya. Sayang tak ada plaza — dalam arti pelataran — untuk publik yang lantainya bisa menyemburkan air. Pelataran Wisma Anggana Danamon, Jalan Sudirman, Jakarta, lagi dibongkar.
Ada yang khawatir air mancur maupun air muncrat di tempat umum hanya akan mengundang anak-anak kere bermain. Lho apa ndak boleh?
Saya membayangkan photo session untuk halaman fashion di air muncrat maupun air mancur publik. Kenapa boleh dan bisa? “Beda dong. Itu kan keren, lagian wet girls kan gimana gitu,” ujar sebuah suara.
Yah, kere memang nggak bisa keren. “Kere unyik”, kata sebuah cerpen. Sayang catatan kakinya tak dimuat. Lewat SMS si cerpenis bilang, kere unyik adalah “gelandangan hina dina”.
14 Responses to Rindu Air Segar
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Prasasti Kedukan Got: Sebuah Perlawanan Rakyat
April 11, 2009 by AntyoCARA RAKYAT MENEGUR BIROKRAT.
Bukan “kedukan bukit”, tak ada candinya. Hanya prasasti beton, dan tentu tanpa ditemani arca. Isinya sebuah pernyataan: “Warning. Barang siapa yang membongkar atau merusak saluran ini harap dirapihkan kembali atau denda sebesar sepuluh juta rupiah (Rp 10.000.000). Bertanda: Perda No. 10.02007. Ttd Udin Kosasih.”
Siapa Udin Kosasih? Saya tak kenal. [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Wah hati2 tuh jgn sampe anak laki2 mengundang sex yah.
Ngomong2 gw jg mw mandi hujan sama cewek gw.
Hehehehehe
n n
Upss, hati-hati transparan tuh… :))
belum tau kere kemplu mereka…
tolong kasih tauh paman…
–budiw
lum ujan juga to??? dr hr minggu ampe senen bogor tiap sore ujan dueress, kayaknya hr ini jg ujan lg (msh mendung), mugo2 nyampe omaeh pk dhe biar anak2nya bisa ujan2an lagi:)
mugo2, bakdo wes udan deres .. seger … dadi kelingan lemah panas keno banyu udan … neng irung unyik rasane :)
waduh, kayaknya kok seger..
Kere unyik?
Ho’oi anake dewe kok diexploitasi..pripun pun paKdhE..??
Kalo kere kemplu?
*nyengir sok gak tau*
wiiih, anak kok dieksploitasi demi posting di blog. dasar kere unyik, wakakakak ….
Yen anakku lagi kepanasen dia mesti mbuka klambine separo dan menempelkan perutnya ke lantai sambil tengkurep … serupa tapi tak sama.Judule donya makin panas!
doh…
jadi pengen neeeeehhh….
sebentar lagi moga2 musim hujan. kemarin di bogor sudah hujan deras banget.. mandi air hujan? dulu waktu kecil, suka juga sih.. :D
Hayo paman Kere Unyik, mari kita gulung-koming.
Saya sering mengisi wadah air minum saya di tempat minum gratisan itu dan lantas teman berkata, kamu kere ya ndak bisa beli air? :(
ohh … gelandangan hina dina to?
aku mikirin juga tuh, kira-kira yang dimaksudnya apa ya?