Apakah Penyiar Radio Digaji?
PESONA DAN SIHIR CUAP-CUAP PENYIAR.
Pak Sopir terus menyetel dangdutnya sambil melarikan taksinya. Saya, istri, dan dua anak ikut menikmati. Liriknya mengharukan, tentang Bang Toyib yang dirindukan anak. Setelah lagu itu selesai, terdengar iklan. Lalu lagu dangdut lagi dan lagi, entah apa saja judulnya.
Ketika rentetan lagu selesai, dan penyiar ngoceh, Pak Sopir langsung menukas, “Ini nih yang saya tunggu dari tadi! Saya suka sama penyiar yang satu ini. Ngomongnya enak, suaranya saya suka. Kalo denger suara cewek itu gimana gitu rasanya!”
Saya dan istri saya — yang menahan lapar, karena tujuan pergi tadi siang memang mencari makan — tertawa karenanya.
Soal pesona suara, bahkan sihir suara, Rane pasti lebih tahu. Dia orang radio.
Sebagai pendengar radio, saya tidak menyukai wanita penyiar X di Radio Anu, karena bagi saya dia terkesan dominan, judes, demanding. Di sisi lain saya menyukai Y dan Z di Radio Itu karena kesannya akrab, tak terlalu kenes, tapi kadang menggemaskan. Adapun wanita penyiar A di Radio Apaya untuk saya terlalu formal, santun, dan datar: berita duka maupun cerita kocak disampaikan hampir tanpa perbedaan.
“Saya penasaran, pengin lihat gimana orangnya….,” katanya.
Saya menyahut, “Sebaiknya nggak usah, entar kecewa lho. Nggak seindah yang dibayangkan.” Sungguh wanti-wanti yang jahat.
“Iya, saya juga sempat mikir gitu, apa orangnya cakep kayak suaranya? Oh kayaknya emang nggak perlu lihat wajahnya ya?”
Bisikan malaikat dalam hati saya segera meralat kejahatan barusan: “Iya Pak, dilihat saja, biar nggak penasaran terus. Macam apapun wajahnya yang penting kan suaranya.”
Tapi tanggapan dia di luar dugaan: “Pak, itu cewek digaji nggak sih?”
Istri saya bilang, “Ya digaji dong, Pak. Mana mau cuap-cuap saben hari nggak digaji?”
“Iya ya, dari pagi sampe sore dia siaran terus. Mungkin digaji ya. Saya pikir dia siaran cuma buat seneng-seneng. Kalau dia digaji berarti kayak penyiar tipi dong?”
Saya enggan menjelaskan ada yang digaji lumayan padahal stasiunnya adem ayem, ada yang cuma dapet honor kecil padahal stasiunnya keren, dan ada yang pegawai kontrak.
Saya malah hampir bilang, “Cuma ngeblog yang nggak dibayar, kecuali orang tertentu, dan soal ginian Budi Putra tahu…”
© Ilustrasi: shutterstock.comblack movies lesbiansblowjobs moviesmovie briana banksin movies used carsmovie cartoon makermovie royale casinocatfights in movies westernscenes movie nude celebritymovie clips cocksuckingwallpaper fan comic movie
22 Responses to Apakah Penyiar Radio Digaji?
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Titip Barang di Kulkas
November 23, 2007 by AntyoBENDA AJAIB BERFUNGSI KOMUNAL.
Apa persamaan warung tegal dan bengkel resmi milik dealer mobil? Kulkasnya. Sama-sama menampung titipan pribadi pegawainya.
Di ruang tunggu bengkel yang adem, pasien cukup termanjakan (minus Wi-Fi). Minuman hangat tersedia. Gelas dan cangkir tertata rapi. Bacaan tinggal ambil. TV LCD gede tinggal dipelototi. Tapi ya itu, jika menyangkut kulkas [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





bersiaran itu di utamakan menghibur orang jadi mungkin jika kita bersiaran itu harus tanpa beban jadi jangan pikirkan soal uang dech intine sambilan lahh …
untuk penyiar2 yang lain contac me 089665608873
Saya penyiar radio. Hidup saya malah tergolong layak. Saya bisa liburan ke luar pulau dalam satu tahun hingga tiga kali. hanya dengan mengandalkan gaji siaran radio saya saja.
Salah kalau ada yang billang penyiar gajinya kecil, waaahhh makanya pilih radio yang bisa bayar gede (itu kl yang dicari memang soal uang). Tapi hidup itu kan soal value dan ga melulu soal amount.
Nink: Sepakat dan selamat atas pilihan karier yang sesuai kata hati :)
aQ penyiar radio CDS FM Dumai, yang namanya siaran itu memang gak da duanya deeeehhh!!!
coba de kalian jadi penyiar radio!!!
:-)
yang saya tau gaji penyiar radio tuh kecil krn kecil salah satu penyiar station radio di PA kemang yang penyiarnya nyari duit sampingan dari pendengar yg rata2 kaum hawa,siaran malam,cari cewek yg kesepian yg gampang disanjung setelah itu duit melayang…hati2 buat cewek2 yg adore sama penyiar yg suaranya siy emang ok tp maaf yah kalo dari segi tampang di bawah standar….dia pinter lho bersilat lidahnya( ngeles gitu )sekali lagi hati hati kalo boleh saya kasih julukan buat dia si penjahat kelamin…hehe
blog anda sangat kreatif, bagaimana dulu platformnya ?saya dokter gigi yang sangat tertarik dengan dunia maya ini…!
iaaahhhhh
nasib na penyiar radio emang ga seberuntung pembaca berita di tipi ato presenter!! padahal lebih seru jadi penyiar radio looo
iya donk mas kita dibagi rahasianya gimana ngeblog trus dapet bayaran, ilmu klo disebarin kan makin bermanfaat ya gak
yukzzzzz………
[...] Baca juga: + Taksi sebagai kamar tidur + Taksi sontoloyo + Taksi dan penyiar radio + Petisi Priyadi tentang taksi [...]
kalo ngomong-ngomong soal penyiar radio.saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka, karena telah menemani saya selama menempuh perjalanan terberat dalam hidup saya (Bekasi-Thamrin).Setiap hari!
setahu saya, penyiar radio dibayar berdasarkan jam siaran. ada semacam daftar rate yang membedakan besarnya honor per jam masing-masing penyiar. semakin senior atau semakin banyak penggemarnya maka semakin gede pula honornya :)
*sayabukanpenyiar*
Yaaa.. jawabannya gitu aja Mas Budi..? hehehe.. *gaksabarandotcom*
Dalam sepak bola, closingnya Paman Tyo itu namanya “umpan lambung” …
Karena topik utama postingnya adalah soal penyiar radio, ya saya akan coba kasih respon soal itu dulu.
Setahu saya, di radio-radio yang ternama, penyiarnya digaji. Cuma soal jumlahnya ya relatif. Hanya saja, di beberapa radio, saya dengar para penyiarnya hanya diberi honor.
Masalahnya, para penyiar itu tidak protes, karena menyiar juga bagian dari hobi :-)
Lalu, gimana soal blogger yang dibayar? Nanti akan saya tulis posting khusus tentang itu …
Minal aidin walfaizin, mohon maaf lahir dan batin.
ga pernah penasaran pengen liat tampang penyiar radio lha wong dengerin radio ajah jarang..=))
kadang-kadang kalau dengar radio malah sebal kalo diselingi ocehan penyiar.. maunya lagu aja terus.. kaya dengar cd mp3 kompilasi..
Untung ngeblog masih gratis
hahahhaha
closingnya nendang banget
*lirik-lirik Om Budi Putra*
:D
Hehh.. Mentang2 kerjaannya muter lagu dan cuap2, terus dikiranya nggak dibayar.. Ngeblog aja ada yang dibayar (eh psst.. Mas Budi.. gimana tuh caranya?) hehehehe…
Soal suara vs tampang mah saya udah bosen di komentarin.. Waktu masih di Jakarta dulu pernah ada ABG-ABG dateng ke studio mau ketemu saya. Begitu ketemu, dengan santainya salah seorang dari mereka nyeplos.. eh tepatnya teriak..
“Yaaaa.. kok gendut?”
hihihihihi.. Nasibbb.. nasibbbbb…
saya chatting dibayar loh om… :D
jadi budi putra ngeblognya dibayar?
huh!
*ngiri*
wuahahahaha … pak sopir, pak sopir kenapa nggak pulang pulang
*ternyata pak sopir kecantol di purwakarta .. cari apa pak?!
Kalau mendengarkan radio gratis, ngomong di radio dibayar != Membaca blog gratis, menulis blog dibayar(sebagian orang)