Soal Niat (dan Toleransi)
50 JUTA PEROKOK INSYAF KARENA BUKU INI.

Nenek saya perokok berat. Kaca pintu dan jendela kamarnya sampai kecokelatan. Dia meninggal karena uzur, tanpa komplikasi penyakit aneh-aneh, dalam usia hampir 100 tahun.
Tentu ada dua pendapat. Pertama: kalau dia tidak merokok, usianya akan lebih panjang. Kedua: terbukti, rokok tak memperpendek usia.
Oh ya, ada pendapat ketiga: mau umur panjang atau pendek, merokoknya dia mengganggu orang lain yang bukan perokok.
Debat untuk pendapat ketiga tentu lebih hidup. Itu pula salah satu penguat alasan untuk membatasi rokok-merokok.
Jika menyangkut rokok, sebagian dari kita akan mendua. Kantor media (termasuk stasiun radio dan TV) yang produknya menerima iklan rokok toh membatasi rokok-merokok pada banyak ruang. Mau lebih ekstrem? Pabrik rokok juga membatasi rokok-merokok — di pabrik bir juga tak ada orang ngebir di sembarang tempat.
Adat rokok-merokok adalah anak zaman. Bukan hanya soal ekonomisnya yang menguntungkan petani dan (terutama) saudagar tembakau, dan seluruh mata rantai industri rokok, melainkan juga jejak peradaban berupa desain bungkus rokok, korek api, asbak, dan entah apa lagi.
Kelak ketika rokok-merokok sudah punah dari permukaan bumi, maka segala peninggalan yang bernama koleksi bungkus rokok dan sejenisnya itu menjadi artefak berharga. Para guru sejarah akan bercerita tentang kebodohan berabad-abad (ya, kebiasaan merokok itu) pada masa lalu.
Sebagian dari kebodohan itu adalah dokter dan paramedis yang merokok. Begitu pula guru yang merokok — beberapa guru saya dulu klepas-klepus selagi mengajar.
Mereka yang telah tercerahkan bisa bercerita tentang kekonyolan merokok. Misalnya Pakde Uncle Totot dan Andry S. Husain yang telah berhenti. Begitu pula Bondan Winarno, yang berhenti semudah memulainya. Adapun Jasso Winarto, dulu, ruang kerjanya (untuk memantau pasar saham) berbau apek asap cerutu kecil. Priyadi? Jelas, dia antirokok — dan saya mengaguminya.
Tentu, semua cerita itu tak ada dalam buku mungil ini. Sebuah buku yang ingin menyugesti perokok untuk berhenti, dengan klaim diri telah berhasil membuat 50 juta perokok quit (sejak terbit pada 2001).
Tentang isi buku, tak perlu saya bahas. Karena persoalan berhenti merokok adalah si pengisap ingin berhenti atau tidak.
Persoalan berikutnya: taruh kata ada yang berniat, setahu saya tak banyak lembaga (di Indonesia) yang membantu para perokok untuk menemukan jalan terang. Untuk narkoba ada jalurnya. Untuk kecanduan alkohol, ada terapinya, termasuk alcoholics anonymous yang sering beriklan di The Jakarta Post.
Lantas? Ini yang Anda tunggu: bagaimana dengan saya? Masih merokok, on-off, kadang banyak, kadang sedikit, kadang tidak sama sekali, pokoknya tergantung mood — malah saya pernah berhenti lama. Satu hal yang saya bisa jamin: saat tidur saya tidak merokok.
Mau tahu egoisme saya? Ini: saya paling benci bau rokok dan asap rokok yang dihasilkan oleh orang lain. Jangan-jangan perokok adalah orang berpenyakit jiwa, mau menangnya sendiri.
Bagaimana dengan buku ini? Kalau Anda perokok, layak Anda beli, untuk pengingat. Kalau Anda bukan perokok, belilah sebagai hadiah untuk perokok. Selebihnya adalah jangan bergaul dengan (maupun menggauli) perokok. Zero tolerance mungkin akan efektif. Perokok akan tersiksa kalau hanya bertemu perokok melulu.
JUDUL: Stop: Baca Buku ini dan Berhenti Merokok • PENULIS: Charles F. Wetherall (Penerjemah: Siti Masitoh, S.S.) • PENERBIT: How-Press (Pustaka Hidayah), Jakarta, Mei 2006 • TEBAL: 224 halaman • HARGA: Rp 9.000
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Kaperboy? Pede Aja Lagi, Mbah!
August 9, 2007 by AntyoPEREDARAN KATA DAN UNGKAPAN SEMUSIM.
Mobil angkot KWK itu penuh percaya diri memotong jalur, menyalip, dan memepet mobil lain di tengah sontoloyo kemacetan Pasar Pondokgede. Kaca belakangnya memampangkan identitas diri: Kaperboy.
Cover boy, atau kaperboy, rasanya sudah lama terpinggirkan. Ukuran tampang keren setiap cowok bukan lagi sebagai penghias sampul majalah remaja seperti tahun 80-an. [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





humm..
i think i wouldn’t stop smoking till i’ve got “somethin” that can stop me to smoke. cos there are a million reason to tell me to stop smoking,.
[...] Seputar rokok: + Cara untuk berhenti + Syarat untuk calon suami: bukan perokok + Rokok dan kejahatan molimo + Tanpa perokok, korek api akan berkurang (?) [...]
Aq cuman mau ngash komen aja bwt perokok. Rokok tuh menurut aq,”SETAN”.
Pokoknya aq benci banget ma rokok!!!!!!!!!!!!!1
bentoel biru mengeluarkan produk baru dengan kemasan elegan,saya penggemar bentoel sejak umur 15 th,yang mana sudah 30 thn tidak pernah berpaling ke merk lain tapi ada beda rasa dan terlalu ringan untuk dihisap dibanding bentoel sebelumnya(sensasi klasik)