Pak Samad the Legend
… DAN TOKOH LAIN DALAM MASA KECIL SAYA.
SMS dari adik saya mengingatkan saya pada satu nama yang likuran tahun tak saya dengar: Pak Samad.
Bagaimana sosoknya, saya belum pernah melihatnya. Tapi waktu kecil hingga remaja saya sering mendengar namanya disebut oleh orang-orang dewasa, biasanya dalam gurauan yang susah dipahami anak kecil.
Begitulah, selalu ada tokoh dan orang tenar dalam kehidupan kita, termasuk masa kecil kita. Untuk tokoh jagoan — bisa orang bersih, bisa juga orang dari underworld — maka anak-anak lelaki memperbincangkannya dengan kekaguman, disertai bumbu kabar angin.
Selain orang dewasa yang jago berkelahi, tokoh di mata anak-anak adalah jagoan ngebut. Mereka orang hebat. Local heroes. Apa lagi untuk kota-kota kecil.
Ada pria Cina bernama Bah Untung. Saya tak tahu apa pekerjaan tetapnya, yang pasti lelaki brewok itu sering naik brompit (sepeda kumbang) dengan setelan safari khaki Afrika, berselempang senapan. Dia seorang pemburu babi hutan.
Ada pula Oom Wim. Pria Cina ini punya sebuah pikap tua untuk mengangkut barang maupun orang dari dan ke Dadapayam, sebuah desa di timur kota. Apa spesialisasinya saya tidak tahu, tapi dia terkenal. Yang saya ingat, dia termasuk pemilik televisi pertama di kota saya, dengan antena bertiang setinggi 30 meteran, yang tampak dari kejauhan, bahkan pada malam hari karena antenanya berlampu kelap-kelip.
Ada pula seseorang yang saya anggap tokoh tapi tak saya ketahui namanya. Tampaknya dia orang Jawa. Kabarnya dia seorang dokter. Sering berkeliling kota dengan sepedanya, dia memakai setelan dril putih (pakai celana pendek), dengan kaos kaki selutut, dan topi mandor gaya Hindia-Belanda.
Ada lagi tokoh yang sangat dikagumi anak-anak. Namanya Pak Ngadiran. Dia penjual obat yang pintar berakrobat dan mungkin sulap, berumah di belakang Pasar Anyar. Tapi saya belum pernah menyaksikan pertunjukannya.
Tokoh lainnya adalah Min Kebo. Dia orang gila, hidup menggelandang. Pakaiannya terus menggembung karena ditumpuki tambalan demi tambalan yang dijahitnya sendiri. Kabarnya dia bisa berbahasa Belanda.
Begitulah. Masa lalu kita, masa bocah kita, diwarnai oleh sejumlah tokoh lokal. Baik tokoh yang hanya dikenal di RW kita maupun seisi kota bahkan tersohor sampai luar kota. Tapi anehnya kita sering tak tahu mengenal sosok mereka secara lengkap. Anda yang tumbuh di kota kecil pasti punya kenangan terhadap tokoh-tokoh lokal macam itu. Ceritakanlah…
Oh ya, lantas Pak Samad itu apa dan siapa? Konon, dialah yang merintis lokalisasi pelacuran di tengah perbukitan kebun karet, nun di utara kota. Orang bilang, dia adalah pionir Alaska (=alas karet atau hutan karet).

FROM ALASKA WITH LOVE. Boks neon penanda rumah bordil di Sembir, Sarirejo, Salatiga. Daerah ini dulunya tak berlistrik, dan terpencil. Dulu para pengunjung harus diangkut dan dikembalikan ke kota dengan taksi berupa mobil-mobil kuno buatan Amerika yang oleh seorang paman, tetangga saya, disebut sebagai “armada Borsalino &Co.” — meminjam judul sebuah film.
© Foto: PakNo/PakMoe
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Nge-SOHO atawa Kerja di Rumah
September 28, 2007 by AntyoTAK GAMPANG, TAPI DI SITU SENINYA. :d
Teman saya sudah tiga bulan ini ngantor di rumah. Nomor telepon rumah dan faksimilinya hanya bisa dihubungi pada jam kerja. Maksudnya tentu saja jam kerja normal, eight… eh… nine to five.
Tantangan untuk bekerja di rumah adalah disiplin. Tidak ada bos yang mengawasi. Yang ada hanya klien [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





klo orang sumsel pasti tau sama yg namanya “Wak ya”, tokoh di dagelan khas palembang dulu jaman masih TVRI doang.. tp yg bikin heran biasanya klo “wak ya” udah muncul tu acara jd g lucu lg.. berubah seriuss!!gyahahaha.. tapi kok “wakya”nya ya yg terkenal???
hmmm … simbah saya di mana mana disapa Pak Mantri, karena simbah adalah Mantri Hutan Perhutani. Teman simbah sampai ajal selalu dipanggil Mbah Guru, meski sudah pensiun. Dan saya menjadi terkenal akibat terkenalnya simbah saya di kampungnya dulu. Nda ada yang berani sama saya, dianggap orang terpandang, orang kaya, bangsawan. Padahal di rumah tiap hari juga makan tahu tempe, sekali-sekali ikan pindang. Daging dan telur itu barang mewah. Nggak tahu mereka Pak Mantri dan mereka juga sama-sama kere.
salah satu tokoh lokal masa kecil saya adalah si loper koran! namanya jamuari, saya inget soalnya kalo anak2 kecil pada iseng manggilin, dia nggak marah, malah ketawa2..
weleh paman tyo ki marahi mbukak file lawas, saka alaska lewat kopeng njujuge “megelang” (dimeg pegele ilang) bablas nang “moont-iland” pinggir kali blongkeng.. he,he,he…
yok opo kabare sam oyt! wah local hero kalo dibikin komik seru juga ya sam. kiro2 sampeyan ketiban peran apa? hehehe… malas tahes sam! sukses teruss!!
Hush!
Jangan berprasangka buruk.
Belum tentu om Tyo memfoto saat mampir ke Wisma. Bisa saja om Tyo memfoto persis sebelum mampir ke wisma.
Lho? :p
jenengan wes mampir neng wisma kae??
kok iso foto??
numpang tanya; panjenengan motret boks neon ini dari kamar nomor berapa?
mosok situ ndak inget darmi, kang? itu lo tokoh perempuan paling kondang di jogja dulu. selalu berpayung waktu thethek di kotabaru. eling to?
pakde juga sudah jadi legend bagi para blogger lho. iya to?
Mbok saya diajak klo ke sembir, jangan “surpei” sendiri, di semarang namanya ‘Sk’, Sunan Kuning…,di kampung ku ada cewe gila namanya Yati, dia itu “Garbage Delivery”, setiap rumah dibagiin jatah sampah yang diplastiki, ditaruh di depan pager. sungguh mulia, Yati memberi dari kekurangannya.
Walaahhh… koq kebanyakan berawalan S ya, seperti Saritem, Sarkem, Sembir dan korbannya selalu Sutra la yaou.
wah berarti kenangan masa kecil paman adalah waktu sobo turut gang si Sembir.. astagfirulah.. tobat paman… urusannya sama Rhoma Irama lho..
kalo di kantorku, istilah Hotel Alaska dipakai kalo kita nginep di gudang kantor, pake ALAS KArdus :P
*salah fokus*
saya ingat orang gila paling kondang di kota saya, namanya: Rambat.
rambat ini punya istri yg juga gila. mereka punya banyak anak. beberapa anaknya saat masih bayi merah di ambil orang utk dirawat. denger2 meskipun mereka gila, tapi anak2nya bagus2 :)
keluarga rambat ini menempati rumah kardus di taman deket alun2. mereka biasa mandi di sungai yg mengalir dekat alun2.
maturnuwun atas pengetahuannya…
Menambah perbendaharaan kosakata dan referensi untuk foklor nusantara.
kalo sekarang ada tokoh baru yang sedang tenar.namanya bang Toyib , sudah tiga kali lebaran dia gak pulang-pulang .Mungkin bang toyib nyasar di ALASKA ya !
Kapan foto sembir? Walaaaa…kapan2 aku melu!
Btw, selain ada Rumah Duka ternyata ada Wisma Suka ya :p
Buset, paman Tyo ketika kanak-kanak sudah ke lokalisasi?
Wah hebat, tokoh masa kecil masih diingat semua, saya sudah pada lupa :D
saya jadi makin mantap bahwa nama yang tepat memang jalansutera, bukan jalansutra. betul khan, paman?
saat jaman sy smp dulu,kalo pas olah raga atletik,ya larinya sampe sembir segala Om,maklum wong smp-nya kristen 1 kemiri…Lah yek Min Kebo emang sangat kondhang kala itu ..
Pak Samad itu tukang cukur saya waktu kecil. Pilihan cukurnya cuma dua : cukur bros sama cukur godeg…
tokoh masa kecil ?
Brama Kumbara, hehehe ….
kalo tokoh lokal ?
pak “lupa namanya” , seorang toekang becak yang setia mengantar-jemputku semasa TK nol kecil :)
huehehe Alaska…manis banget namanya….