AKU DITULIS (DAN DIPASANG) MAKA AKU ADA.

Ketika formalisasi oleh negara adalah segalanya — apa lagi dahulu kala — maka papan nama lembaga adalah pengabsah kehadiran. Apakah lembaganya berfungsi sesuai visi dan misi, itu soal lain. Juga tak masalah apakah yang namanya “gerakan” itu bersifat ad hoc atau permanen. Yang penting ada papan nama, ada pengurus — dan semoga juga ada anggaran.
Taruh kata soal fungsi sudah beres, karena masyarakat sudah merasakan manpangat, maslahat, maupun khasiatnya (emang jamu?), masih ada satu soal lagi. Apa? Ya bentuk dan peletakan papan nama itu sendiri. Estetika, termasuk tipografi, mestinya ikut dipertimbangkan.
Ada baiknya gedung pemerintah belajar dari gedung swasta, yang menata papan nama penyewa gedung sebagai bagian dari signage yang selaras dengan arsitektur. Jangan seperti kantor kelurahan zaman dulu dengan jejeran papan nama menutupi tampang gedung. Ada merek kelurahan, ada Dharma Wanita, ada PKK, ada AMPI, ada LKMD, ada Klompencapir dan entah apa lagi.
Yah, ibarat satu gedung dengan banyak tenants, begitulah. Tapi cobalah masuk ke kantor kelurahan macam itu dan carilah pengurus setiap organisasi, minimal tenaga sekretariat. Belum tentu ada yang mangkal — kecuali saat kunjungan pejabat.





Fosamax And Hair Loss | 08 02 2008 @ 20:12:21
Best Male Hair loss Products…
The worse part of getting older is joint aches and loss of hair. Chances of getting bald are more if you are a male and your age is more than 45….
rotary table cnc | 05 06 2007 @ 23:21:28
rotary table cnc…
ka-ka-sh-ka 670971 Approved articles about rotary table cnc….
fosamax and hair loss | 02 06 2007 @ 0:54:53
fosamax and hair loss…
ka-ka-sh-ka 670971 Aggregator of fosamax and hair loss sites…
Maverick Indonesia » Blog Archive » Maverick’s Click of the Week #2: blogombal | 30 03 2007 @ 13:46:53
[...] His latest entry is on sign boards that normally decorate the front yard of government offices entitled “Papan Nama: Harus Ada atau Seadanya?.” This is his comment on it: Jangan seperti kantor kelurahan zaman dulu dengan jejeran papan nama menutupi tampang gedung. Ada merek kelurahan, ada Dharma Wanita, ada PKK, ada AMPI, ada LKMD, ada Klompencapir dan entah apa lagi. [...]
Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Papan Nama: Harus Ada atau Seadanya? | 02 02 2007 @ 23:31:25
[...] Aggregated from paman tyo by Asian Blogger Community [...]
blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Kehidupan Surgawi, Kata Ibu itu | 31 01 2007 @ 14:42:58
[...] Kita butuh buku edukatif untuk rakyat dengan harga dan pola distribusi yang sangat merakyat. Tak cukup kita mengampanyekan gemar membaca tapi buku yang tersedia dan mudah dibeli adalah yang menyesatkan. [...]
djony herfan | 27 11 2006 @ 10:00:11
Papan nama itu setali tiga angpao dengan kartu nama. Zaman sekarang, apakah wajib ada keduanya. Tentu saja wajib bergantung pada tingkat kepentingan pemilik/pengguna dan penerima/pembaca. Identitas tak ‘kan hilang selama orang perlu berkenalan dan bersilaturahmi. Yang penting, papan nama ya jauhkan dari kesan seadanya. Papan nama yang cantik, indah, dan sedap dipelototi juga banyak kok, … hehehehehehe.
wd | 24 11 2006 @ 5:46:16
perasan angka penderita katarak atau rabun ayam gak gedhe2 amat ya di indonesia.. :)
pepeng | 23 11 2006 @ 10:00:56
wah,gawat…gawat listrik..!!!!
budak linggau | 21 11 2006 @ 19:35:50
klo lagi di bis keluar kota..saya psti slalu ngeliat papan2 nama yg ada di pinggir jalan…hhmmm… udah ampe mana yaaa??
uklam2 | 21 11 2006 @ 19:11:49
sam oyt, papan nama terpasang tukang letter rejekinya datang… waktu jaman printing belum ada dan papan nama cat semprot gak asyik karena tepi huruf cat nya njlembret, menulis huruf pake kuas, satu2nya pilihan. walaaah kueesel poll…tangan keju tenan sam!
-ibunyaima- | 21 11 2006 @ 15:24:20
Klo di kantor swasta, papan nama itu bayar, bukan? Nggak semua tenant bisa pasang nama kantornya di depan gedung.
Klo diterapkan di kantor pemerintah, ntar jadi obyekan baru.. HAHAHAHA..
oón | 21 11 2006 @ 14:27:09
wah..kalo bikin papan nama macem kantor swasta pasti bisa tambah bengkak deh apbn endonesa..secara ngliad biaya buat baju saja milyaran apalagi ini papan
andrias ekoyuono | 21 11 2006 @ 14:18:02
setuju ama #2 ..
berguna banget kalo pas pengen tahu kita sampe daerah mana
Hedi | 21 11 2006 @ 14:07:34
padahal lokasinya di Medan Merdeka ya, tapi seadanya aja.
mpokb | 21 11 2006 @ 13:31:47
kok baru dengar yg namanya GPMB.. padahal lihat dari papan, kayaknya sudah lama juga yak?
koeaing! | 21 11 2006 @ 10:37:52
….koweorang mistih kassie koendjoengin itoe ka kantoor KIPP (Komite Indpendent Pemantaoe Pajoedara ) boeng kemploe….mistih ada itoe secretarie Generaal iang slaloe mangkal di itoe kantoor…..
Haris | 21 11 2006 @ 8:58:53
Jadi ingat bahasan KOMPAS beberapa hari lalu tentang kantor partai-partai gurem. Berbekal ruang kosong di rumah ato di ruko seadanya dan papan nama, jadilah kantor perwakilan partai. Masalah ada orangnya atau tidak itu urusan lain :P
black_hack | 21 11 2006 @ 8:50:09
gimana kalo tiap rumah punya papan nama ?? isinya mengenai keterangan yang punya rumah?? status, pekerjaan,dll…
Anang | 21 11 2006 @ 8:22:53
masih untung ada papan namanya… hehehe…. biasanya kantor2 ga ada papan namanya… ato paling kalau ada udah ga jelas tulisannya… berkarat besinya.. hehehe
Brahmasta | 21 11 2006 @ 7:17:21
Hm, tapi gimana juga papan itu perlu loh, di sebelah kosan saya ada sebuah software house yang udah lumayan besar, tapi nggak punya papan. Jadi orang nggak pernah tau kalo di situ ada perusahaan, orang ngiranya rumah biasa.
carlos patriawan | 21 11 2006 @ 3:33:36
papan namanya so 1980…. :)
mengingatkan masa SD :)
Ben | 21 11 2006 @ 2:11:47
apa lagi atau apalagi?
*slaha fokus*
Mbilung | 21 11 2006 @ 2:10:24
papan nama begini berguna sekali buat saya untuk alat bantu navigasi. bingung kesasar, saya ini lagi ada di mana ya? lhaaa … ada papan nama.
BARRY | 21 11 2006 @ 0:37:42
Perlu ada sih. Tapi kalau sudah kebanyakan informasi tertulis dipapan tersebut langsung kelihatan norak deh :D