Belajar Bahasa Indonesia
“O, JADI LU NGERASA SEBAGAI EKSPAT?”

Memang, kursus bahasa Indonesia biasanya untuk orang asing. Kursus ini ada mulai akhir 70-an, bahkan beberapa staf diplomatik asing di Jakarta dulu kadang ke Salatiga atau Yogya untuk belajar “bahasa”. Sekarang sih sudah banyak kursus “bahasa” untuk orang asing di kota besar, bahkan yang privat pun ada.
Boleh nggak sih orang Indonesia ikut les di sana? Taruh kata jawabannya boleh, maka bersiaplah dengan pertanyaan teman atau saudara: “Buat apa? Emang lu ekspat anyar yang kagak bisa ngomong Indon? Bukannya lu kudu belajar bahasa Inggris lagi?”
Yah siapa tahu kemampuan bahasa Indonesia kita meningkat. Eh siapa tadi, “kita”? Uh, bukan. Maksud saya ya saya sendiri.
Saya pernah mendengar, di kampus IKIP, eh… UNJ (Universitas Negeri untuk Jadiguru?), ada kantor yang melayani pengetesan bahasa Indonesia untuk perorangan. Jadi, Anda, eh kita, eh saya, bisa datang untuk dites. Kalau informasi ini salah, tolong Anda koreksi. Hari Sabtu gini ternyata susah juga nyari info via telepon. :)
Selain mendatangi lembaga pengujian bahasa, yang lebih gampang adalah melongok web. Misalnya blog Polisi Bahasa (sosoknya pernah menjadi tebakan hahaha!) yang sebelumnya mangkal di sini. Atau bergabunglah dengan beberapa milis, misalnya guyubbahasa.
Hanya saja ketersediaan sumber ilmu untuk belajar “bahasa” di web ini tak sebanyak halaman web untuk belajar bahasa Inggris (misalnya ini). Padahal akan lebih menarik jika tes kemampuan bahasa Indonesia dapat dilakukan secara online.
Lantas siapa yang mestinya bikin web “klubbahasa.com” yang interaktif, lengkap dengan kuis pengukur kemahiran berbahasa itu? Bisa Pusat Bahasa, boleh juga setiap perguruan tinggi eks-IKIP.
“Intinya,” kata saya sambil memicingkan mata kanan, dengan suara meninggi, “adalah bagaimana memanfaatkan internet sebagai sarana belajar bahasa Indonesia bagi khalayak ramai maupun sepi.”
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012Berita paling konyol pekan ini: pemasangan 177 kursi (@ Rp 24 juta) dalam ruang rapat senilai Rp 20 miliar milik Banggar DPR dilakuan menjelang pergantian hari hingga dini hari dengan pengamanan ekstra. Setiap kursi baru masuk, sehingga pintu harus dibuka, lampu ruang sudah padam. Artinya para politisi dan birokrat di DPR itu masih punya rasa […]antyo
- Komedi Senayan Tengah Malam February 4, 2012
Cicitcuit!- Five Roles of An Online Investigation Team » http://t.co/6VFaC7wO | cc: @hedi @PamanTyo @orsuy @ndorokakung February 4, 2012 bangaip (Syarief Hidayatullah)
- @leksa @pamantyo kebanyakan yg belanja org2 yg jualan makanan sekitar mega kuningan. asal tegal, purwokerto sama kuningan :D February 4, 2012 aralle (alle)
Recent Posts
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
- Nasib Koran dan Penjajanya
Archives
Random Posts
Pengamat & Pakar
August 24, 2006 by AntyoMEDIA TAHBISKAN MEREKA. KEHIDUPAN MEMANG AJAIB.
“Menurut pengamat sosial Gombalwijaya dari Universitas Gambulgembol Cendekia Persada….” Waks! Apa sih pengamat sosial? Semacam pelaku hobi menceriwisi kehidupan masyarakatkah?
Media kadang bilang begitu. Menahbiskan orang lain sebagai pengamat bahkan pakar, tanpa menyebutkan latar kemampuan maupun kiprah si tokoh. Pembaca, karena terkena redundansi, akhirnya terbawa.
Penahbisan juga bisa dilakukan [...]
Recent Comments
Fauzi Enigma Web» waduh. miris. budaya “sebagian̶ 1; masyarakat yang serba instan. pengen ini pengen itu tapi tidak mau menanggung bebannya. Sedih melihat orang-orang seperti itu
Fauzi Enigma Web» Ampun. seumur-umur gue ga pernah milih. Dari gw mulai dapet KTP sampai nyaris kepala 3 ini. Dan kayaknya gak bakalan kalau para pemimpin kita masih sibuk mengurusi perut dan nafsunnya ketimbang memihak rakyat. mbuh
wafaa» kalau bingung gak usah milih :D
vhyan» kllo syya sii pillih yg adill dan jujur sajja.. hehe..
Alex» Rekam jejaknya juga selama ini bertabur-tabur, Paman. Bersama kawan-kawan kami pernah coba bikin blog mulut pejabat dengan iktikad merekam jejak mereka yang sedang menjabat, untuk arsip jika kelak mereka mau naik lagi. Tapi ya susah. Hehe. Yang terlibat sedikit masih. Sistemnya sederhana:...
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (86)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





aq cinta bhs Ind, plz deh
Sekarang anak muda kesannya berbahasa Indonesia itu kuno kali, ya Paman. Makanya bahasa mereka jadi aneh-aneh. Coba Mahasiswa sekarang aja di suruh ngarang bahasanya sudah tidak mengikuti EYD.
Paman Tyo, saya prihatin dengan pemuda Indonesia sekarang. Karena bahasa Indonesia sudah kacau. memang perlu web yang mendukung pembelajaran bahasa Indonesia
(Katanya sih..) Belajar bahasa Indonesia itu susah.
Gorys Keraf almarhum pernah memberikan nilai “D” untuk kuliah Bahasa Indonesia ku hehe..
hidup bahasa…! menurut saya bahasa yg asyik adlh yg update terus seperti bahasa gombal… (gombal neh… :p)
Masih menerima guru baru? :)
khusus Ex-Patriat dan Ex-Patrio (Patro, Aki, Ekro). :D
aku kesusahan dapet nilai 8 di pelajaran Bahasa Indonesia, dari SD pe SMA lebih sering dapet 6.tapi masih mendingan dari pada Basa Jawa…rumit, banyak rumusan.Kita perlu belajar Basa Jawa di belanda..karena cuma disana tempatnya.
…cw ku paling pinter pake ‘bahasa insonesia’,kemaren aku tannya kelanjutan ‘hubungan’, dia jawab “agama kita beda”.
sungguh ‘bahasa indonesia’yang ampuh buat nolak niat baek.
Kamis (23/11) di Pusat Bahasa ada konvensi rancangan standar kompetensi kerja nasional Indonesia untuk komunikasi berbahasa Indonesia. Tujuannya untuk mengembangkan salah satu komponen sistem standardisasi dan sertifikasi kompetensi. Jadi, secara nasional bagi pemangku/pemilik kepentingan berbahasa Indonesia sudah dikukuhkan berdasarkan persyaratan perundang-undangan yang berlaku.
Konvensi adalah salah satu persyaratan agar satu lembaga (dalam hal ini Pusat Bahasa) diakui sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP). Dengan kata lain, kalau Pusat Bahasa ingin menjadi lembaga penguji kebahasaan (= LSP), Pusat Bahasa harus mengadakan konvensi.
Itu syarat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
aku gak mahir bahasa inggris…bahasa indonesia juga setengah2…aku hanya mahir bahasa INGGRONESIA, pakdhe
bahasa indonesia itu adalah bahsa yang mana dari pada yang musti kudu kita ngomongnya yang pada orang lain yang mana yang kita ajak dari pada yang musti bikin orang lainnya yang mana kita ajak ngomong tidak jadi bingung…. salam :))
Mengingat anak2 Indonesia sekarang diajak ngomong bahasa Inggris sedari dari kandungan, bukan hal aneh nantinya kalo udah gede mereka2 ini ikut kursus Bahasa Indonesia :P
dan ini menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak mendapat sebarang pekerjaan di Indonesia. Padahal bahasa kita serumpun.