DI LUAR SOAL BAHASA, KITA PERLU KEJELASAN APA ARTI “BO”. APAKAH SEKADAR MENEMANI ANAK?

Apa yang paling mengesalkan dari orang asing? Mereka nyinyir, sering mempersoalkan hal yang menurut kita bukan masalah. Dalam hal apa? Penggunaan bahasa Indonesia. Maka lihatlah foto di The Jakarta Post edisi cetak hari ini (tangkapan layar versi online ada di sini). Jangan-jangan orang asing akan bingung.
Lantas, menurut tempelan di Bandung itu, apakah pihak sekolah akan memanggil orangtua murid, ataukah anak-anak akan dipanggil (atau disebut sebagai) orang tua?
Terlepas dari cara berbahasa Pak Guru dan Bu Guru, niat baik itu tetap saya hargai. Saya menyetujui usul Puji tentang “penayangan SmackDown itu“. Ya, harus pakai “itu”, karena saya mengikuti gaya penjudulan JalanSutera itu.
——
NB:
“Orangtua” atau “orang tua”? Pak Guru dan Bu Guru (juga Pusat Bahasa) pasti marah, bahkan tanpa sangsi akan menjatuhkan sanksi, karena sampai hari ini saya masih memilih “orangtua” untuk “parent(s)” dan “orang tua” untuk “old man”. Kalau Mr Bule semakin bingung, kita ajak saja dia berkonsultasi ke “orang tua” yang berarti “dukun”. :D







hydrocodone without prescription | 14 02 2007 @ 17.50.14
hydrocodone without prescription…
news…
Wwe Lita | 14 02 2007 @ 2.00.11
wwe’s lita…
Interesting post. I came across this blog by accident, but it was a good accident. I have now bookmarked your blog for future use. Best wishes. Wwe Lita….
foradil | 13 02 2007 @ 21.19.34
foradil…
news…
Sei | 11 12 2006 @ 21.43.03
Tayangan Smack Down itu khan malem?
Ngapain aja orang tua nyampe anak bisa nonton film malem-malem?
Cari kambing hitam kelalaian orang tua dalam mendidik anak?
Maria | 10 12 2006 @ 10.55.59
yang salah itu bukan acaranya, udah diberi peringatan “Don’t try This at home”.seharusnya orang tua bisa menjaga anak-anaknya.Banyak pecinta WWE yang kecewa karena tayangan itu dihentikan.
Condro | 01 12 2006 @ 21.48.23
Poor Old Man. Udah nggak salah, namanya dibawa-bawa buat yang maenan Smack Down.
Toh peringatannya kan berbunyi:
DON’T TRY THIS AT HOME. Bukan DON’T TRY THIS AT SCHOOL. Jadilah mereka beraksi di sekolah. Hehehe…
dhany | 01 12 2006 @ 14.25.11
ah, akhirnya LATIVI kena smackdown juga.>!!
preaxz | 01 12 2006 @ 2.41.55
Hukuman itu (seringnya) untuk dilanggar kan paman .. bener tuh siapa yang bilang, kenapa sih ujug-ujungnya sanksi, bukannya mengarahkan ke yang baik .. dan benar.
#bangsari: bahasa emang alat komunikasi, masing2 mungkin saling mengerti. Tapi, apa mungkin seseorang memanggil orang lain itu monyet dan yang dipanggil menengkok itu wajar dan benar?
tetap .. hitam atau putih
Hmm …
the.preaxz » Ter-Smackdown Oleh Media | 01 12 2006 @ 2.30.35
[...] Sebuah foto yang ditampilkan Paman Tyo pada blognya lagi-lagi menggelitik. Bagaimana tidak, susunan bahasa yag acak adut sebagaimana terlihat pada foto yang ditampilkan itu terdapat di depan mata anak-anak sekolah dasar? Mari berpikir, jika para pengajar dengan “polos”-nya menggunakan bahasa dan istilah yang tidak sebagaimana mestinya, lantas, bagaimana dengan anak didik mereka? Ada kejadian yang memakan korban, juga terjadi dalam ruang kelas. Jadi barangkali, para korban “smackdown” itu juga sebenarnya tidak pernah mendapatkan pengajaran dan pemahaman yang benar bahwa segala acara yang tersiar melalui televisi dan atau media lain itu TIDAK SEMUA nyata. Bisa jadi para pengajar itu lupa bahwa mendidik itu bukan saja melulu mengacu pada kurikulum yang memang selalu berantakan itu, melainkan juga mengajarkan hal-hal umum dan membantu memilah mana yang baik dan yang tidak. Polusi Moral [...]
kikie | 30 11 2006 @ 19.27.56
itu acara tayangannya jam berapa kah? (gag pernah nonton TV lagi) harusnya tengah malem aja. tukeran sama acara wayang. hehe.
rating? halah..
kanda_ary | 30 11 2006 @ 11.07.00
sekarang acara televisi apa yang gak ada kekerasanya hayooooo????
nonton unyil aja yaaaa kaya dulu..
pepeng | 30 11 2006 @ 8.30.15
hal apapun,jam tayang,peringatan keras dll tdk akan sejalan jika ortu tdk di sisi anak2…!!
Petisi Melarang Tayangan SmackDown « Pipit’s Blog @ Wordpress.com | 29 11 2006 @ 17.00.18
[...] Link terkait : WWF Smackdown : Boy tortured, killed Bahasa yang has been Smackdowned itu [...]
Fernando | 29 11 2006 @ 15.44.35
“saya jarang menyangsikan acara tersebut”
Luthfi | 29 11 2006 @ 9.33.30
bukannya harusnya sdh dari dulu.
Wah, rupnaya hrs menunggu puncaknya, baru kluar di dunia maya
bangsari | 29 11 2006 @ 7.45.42
katanya bahasa itu untuk alat komunikasi. kalo sama-sama ngerti kenapa tidak?
sawung | 29 11 2006 @ 5.28.44
prah nih orangtua yang ga mampu mengawasi malah menyalahkan TV
Lita | 28 11 2006 @ 21.37.03
Brahmasta lagi gak ngikutin berita kah? :p
Ngomongs, hari ini daku lihat Lativi menayangkan ‘program’ penjelasan tentang tayangan Smackdown. Isinya, meminta para orangtua untuk mengawasi dan minta anak-anak untuk tidak meniru. Lha, judulnya tetep ditayangken, tho?
Brahmasta | 28 11 2006 @ 21.25.15
Segitu hebohnya ya Smackdown? Sampe ada peringatan seperti itu..
Anang | 28 11 2006 @ 21.23.41
orang tua itu bukannya nama salah satu perusahaan yang ngeluarkan minuman penyegar buat panas dalam itu paman??? hehehe bener nggak paman?
tito | 28 11 2006 @ 20.27.58
Soal smackdown: wong yang berotot di tipi itu aja pura-pura, kok! Masa anak-anak kita main beneran. Kalau begini yang geblek siapa?
Haris | 28 11 2006 @ 18.56.20
Dulu waktu esde, sekolah sampe libur karena semua murid dan guru2 mau nonton siaran langsung tinju Mike Tyson. Tapi kok anak2nya gak ada yang jotos2an sampe meninggal ya? Padahal didukung guru lho :P
agusset | 28 11 2006 @ 16.45.03
harusnya istilah BO diganti jadi BP, lah wong nonton smackdownnya sama pembantu, sementara orangtuanya masih pada di jalan pulang dari kantor kena macet…
tapi yg paling jitu sebenarnya ya pindah aja jam tayangnya di atas pukul 24:00 dan sebelum pukul 05:00…
Tapi, kalau menurut saya, aneh juga ya cara sekolah itu “mendidik” anak utk tidak ber-smackdown-ria. Harusnya kan lebih mendidik kalau di setiap tempat di sekolah itu dikasih tulisan bahwa smackdown itu hanya sandiwara belaka dan tidak layak untuk ditiru dalam “pergaulan” dengan sesama teman. Kalau perlu sekolah bikin program “Penataran SmackDown” dan juga penataran sejenis untuk program TV tak bermutu lainnya, biar murid-murid mendapatkan pendidikan yang sehat.
Apa-apa koq ancamannya sanksi…
alamak! | 28 11 2006 @ 15.45.41
kalo pemerentah gagal mengatasi ekonomi yg smackin down, ada ’sangsi’ nya, gak..?
mpokb | 28 11 2006 @ 15.24.53
hiks, kadang2 aye juga jadi korban smack down ponakan yg baru kelas 2 SD… btw, aye selalu pake “orang tua”. salah yak?
jalansutera | 28 11 2006 @ 15.11.58
smacking down your teman will make you go to penjara. hueheueue….