Gudang Sewaan
MENDINGAN BELI RUMAH TETANGGA!
Barang saya tak banyak, tapi rumah saya terlalu kecil. Saking kecilnya sehingga saya tak ingin menambah barang lagi. Andaikan ada layanan seperti di luar negeri (tepatnya: negeri maju), berupa gudang sewaan, untuk menitipkan sepeda rongsok dan motor bobrok saya…
Ternyata ada! Anyar! Berlokasi di Jakarta Timur. Dijaga satpam, anjing, alarm, dan CCTV. Sudah saatnya Jabodetabek punya layanan seperti ini. Cocok dengan kebutuhan orang modern seperti saya. :D
Selain meladeni perusahaan, self storage facilities itu juga melayani perorangan. Janjinya sih tarif mulai Rp 400/m2 per hari. Unit terkecil berukuran 3 x 3 m2. Kata Mbak Marketing, “Buat sepeda, motor, atau apa aja boleh kok, Pak.”
Tapi nanti dulu. Sewanya minimal lima tahun. Tanpa diskon jatuhnya Rp 40 jutaan untuk 60 bulan. Walah, mendingan nyewa rumah kosong milik tetangga — kalau harganya cocok, misalnya seperseribu dari tarif gudang sewaan keren itu.
Seseorang berkata, “Dengan uang Rp 40 juta, yah kamu tambahin banyaklah, kamu bisa beli rumah tetangga.” Ini sama saja dengan menghina tetangga saya. Meminjam ungkapan seorang juragan, “Nggak mungkinlah jeruk kecil makan jeruk besar.”
Lha iyalah, rumah saya paling jelek. Pernah teman seantar-jemput anak saya, saat TK kecil, bilang kepada anak saya, “Rumah kamu kok jelek sih?”
Beberapa kali sopir taksi tak percaya bahwa saya berumah di situ. “Maaf, Pak. Bener di sini rumahnya?” kata seorang sopir saat mengedrop saya.
Dulu, awak mobil pengantar barang dari Lipposhop.com berdiskusi dulu setelah berada di depan rumah saya. Bolak-balik mereka mencocokkan alamat. Begitu pula awal mobil boksnya toko online milik Metrodata. Mereka berhenti di depan rumah tetangga, karena lebih meyakinkan. Mungkin saya dikira carder. :D
Kalau saja duit saya bermeter-meter, saya akan membeli rumah Ndoro Kakung, supaya fitnahnya — bahwa saya orang kaya — terbukti. Kalau perlu Ndoro Kakung juga akan saya beli. :D
Gudang sewaan itu? Juga akan saya beli. :D
© Ilustrasi: SBuilding [PT TJL], direpro tanpa izin
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Komedi Indonesia, Sirkus Negara
February 18, 2007 by AntyoTAK SEMUA YANG LUCU BIKIN KITA TERBAHAK.
Republik lucu. Republik gombal. Republik mabuk. Republik mimpi. Republik tontonan di TV. Republik obrolan di kedai indomi. Silakan Anda tambahi sendiri. Saya sih cukup menambahkan satu kategori baru dalam blog ini.
Ingat, salah satu manfaat dari pajak yang kita bayar adalah mendapatkan hiburan dari Pemerintah. Bahwa hiburan [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





wah… si Boss, mana ada duit bermeter-meter? jangankan bermeter-meter, duit semeter nggak laku, Boss.. hehehe :P
btw, coba buat gudang di loteng (antara plafon dan genteng), Boss… “jadi inget alm. bokap”
Ndoro-nya sudah terbeli? Saya mau dong satu
anda sangat low profile sekali, kalo butuh tempat taruh barang mungkin pegadaian bisa jadi salah satu alternatif, menyelesaikan masalah tanpa masalah!
wah komen saya kepotong huhuu..
maunya gini *tetep ngeyel*
“Maaf, Pak. Bener di sini rumahnya?” kata seorang sopir saat mengedrop saya. nah itu rumahnya terlalu bagus untuk orangnya atau kebalikannya paman? mohon penjelasan :D
“Maaf, Pak. Bener di sini rumahnya?” kata seorang sopir saat mengedrop saya.
oalahhh.. jadi ini tooo bangunan yang dulu telah menggusur lahan gubug saya..
Hehehe, dulu ada kurir yang nganter undangan HUT dr media besoar seEndonesa ke rumah saya dan hampir membatalkan pengiriman soalnya gak yakin itu alamat yang benar…:(( Dia juga nanya-nanya tetangga beberapa kali buat ngeyakinin diri. Terus ketika menyerahkan undangan dia nanya apa pekerjaan si empunya rumah, “Apa bener wartawan?” tanyanya.
Saya mengangguk dengan bangga,”Dan bukan wartawan amplop!’
Heh heh heh!
Halah .. ternyata mahal sekali untuk ukurang 3×3 m2. Diloakkan aja Om beres deh .. jadi duit lagi :D
Saya mau dititipin buku Paman! gratis kok, boleh disimpan di kamar saya.
kok aku ora mudeng toohh?!
saya butuh gudang sewaan untuk menyembunyikan istri-istri simpanan nih oom…
Rumah di semarang mau dijual, kalau kepepet ya pulang ke Jogja, tapi mesti renovasi dulu, masalahnya itu rumah jaman perjuangan, ada gedegnya, usuknya dari bambu, genting gerabah, sedih!mana kemarin ikut kena gempa..
Buat nyimpen istri simpenan bisa juga kan?
40 juta nggak pa pa boss. disewa aja, ntik dibikin workshop reparasi barang elektronik ato apa gitu. ato mungkin dipake buka warung. bisa jadi baliknya jauh lebih banyak dari 40 juta.
hahaha, nanti kalo Ndoro Kakung sudah dibeli, dimasukkan ke gudang itu ya…
Ahahaha… kejadian yang sama waktu baru mau pasang Speedy. Sampe beberapa kali tuh teknisi mondar-mandir. Gak yakin kali, rumah kaya gini mau dipasangin DSL. Kejadian juga pas ada survey rumah pelanggan Matrix.
Apa ya rumah harus menggambarkan kredibilitas penghuninya? :D
halah, sok merendah… kalau memang sugih ya ngaku saja, kang … sugih itu kan ndak melanggar hukum .. :p
kalo dibayar lima tahun terus perusahaannya bangkrut piye
buat nyimpen motor juga bisa? walah, space seharga 40 juta dipake buat nyimpen motor seharga 15 juta. kok lebih mahal wadahe…
weh! kok kemaruk apa-apa mau dibeli pakde?
haha.. masa paman termasuk keluarga besar kawula alit.. yang bener ah.. dititipin ditetangga saja paman, anak’e diawe neng ngarepe mbokne trus disangoni rongpuluh ewu.. “kono nggo jajan..” biasanya berhasil..
dijamin anti maling dong… nyoba ah..
3×3 meter kalo nggak sampe 120 ribu per bulan, murah banget buat indekos. sayang nggak ada kamar mandinya yak..
nitip apa ya?
lha wong rumah aja masih ngontrak :p
Paman, terimakasih petuahnya..
BTW emang seberapa besar sih barang Paman hingga mau dititipin segala :P