Tabir Petromaks Tukang Bakmi
LAMPU RAKYAT YANG MENDANGDUT. TERANG TAPI BISING.
Kreatif. Sederhana. Fungsional. Hanya lembar seng seukuran dua telapak tangan dewasa yang dilubangi secara tak rapi. Dengan barang ciptaan sendiri itu Yanto bisa bekerja nyaman, tak tersilaukan oleh cahaya petromaks yang terangnya melebihi 100 Watt.
Ah, itu tak penting itu kita kan? Yang penting, bakmi dan nasi goreng harus segera tersaji.
Begitu tak pentingnya tabir petromaks dan juga nama Yanto bagi kita, sehingga dia mengeluh bahwa dirinya dipanggil dengan banyak nama oleh pelanggan. Tak pernah ada yang menanya siapa nama asli pria 30-an asal Tegal, Jawa Tengah, yang berdagang di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, itu.
Tapi saya membatin, kenapa tak ada penjual tabir petromaks? Akal bisnis mengatakan, kalau konsumennya sedikit ngapain dibikin dan dijual. Setahu saya sih para pedagang selalu memasang tabir cahaya untuk teplok dan petromaksnya. Tabir made in sendiri. Dari karton pun cukup.
Tak selamanya kekurangan sebuah peranti standar membuahkan bisnis alat tambahan. Pentil ban sepeda, sepeda motor, dan mobil boleh membuahkan beragam tutup dop. iPod, sebagai contoh kesaktian desain-dan-pemasaran produk penyusul, telah mengundang pertumbuhan aneka pernik. Tapi petromaks tak memacu banyak add-ons.

Hmmm… petromaks. Kata itu telah membenda. Berasal dari merek Petromax untuk lentera pompa. Sampai pertengahan 90-an, penjaja di banyak pasar tumpah, misalnya di Palmerah dan Kramat Jati (Jakarta), masih memakai petromaks sewaan.
Dulu setiap sore juragan petromaks menyiapkan lenteranya. Ada petugas pembersih kaca, pemasang kaos lampu, dan pengisi minyak. Setelah keajaiban listrik datang, sehingga setiap pedagang tinggal memasang bolam dan neon — entah dari mana sumbernya — maka petromaks pun terpinggirkan.
Petromaks adalah lampu rakyat, saksi ketidaksanggupan PLN menyediakan listrik murah. Begitu merakyatnya lampu pompa itu sehingga menjelang akhir 70-an beberapa mahasiswa UI, selain membentuk Chaseiro yang jazzy, juga bikin Orkes Melayu Pancaran Sinar Petromaks. Saat itu orkes melayu (OM) menyukai nama “pancaran”.
Saya, meskipun ndesit, kurang akrab dengan petromaks yang di beberapa daerah dinamai strongking (dari merek Stormking) itu. Ketika masih sekolah, saya menunggui rumah saudara, dan petromaks yang saya nyalakan itu menjadi api unggun. Untung tetangga segera turun tangan. Armada Dinas Pemadam Kebakaran tak perlu datang.
NB:
Dulu saja tak laku apalagi sekarang. Apa? “Berhadiah kaos gratis. Kaos lampu.”
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Setelah Dibuka February 11, 2012Oh kepiting asap. Sedap sekali. Kalau kepiting Asep mah bikinan si mamang. Nama kedai sari laut mengingatkan kepada kolesterol: HDL. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Setelah Dibuka February 11, 2012
Cicitcuit!- waaa ada @PamanTyo di #JMR2012 http://t.co/shFojsWC http://t.co/RhkskxFC February 10, 2012 enricoha (enrico halim)
- mestinya sebagai menkes ya fontal sama rokok. aspek ekonomis itu urusannya menteri perindustrian. ~ @PamanTyo February 10, 2012 cho_ro (Pernah Move On)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Termehek-mehek, Terngehek-(ng)ehek
December 16, 2008 by AntyoBLOG (MESTINYA) MEMPERKAYA BAHASA KITA.
Seorang guru nonbahasa tak paham istilah “termehek-mehek”. Dia menanya guru bahasa Indonesia dan mendapatkan jawaban bahwa itu adalah istilah baru yang didengarnya dari televisi.
Memang, televisi lebih merasuk daripada koran dan majalah. Maka istilah “termehek-meheh” yang muncul akhir 80-an (atau awal 90-an?) pun baru meluas setelah TV menyebarkannya. Salah [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





MEMANG KLU UDH DISENENGIN AME ORG SUSEH ISTIRAHAT, MAKANYE KREATIP LG DONG PSP…
Hi Mas… read ur blog abt petromaks.. heheheh pls visit us http://orkesmoralpsp.multiply.com
The official site for OM Pancaran Sinar Petromaks ..
Thx
#30:
Paman nggak pake Akismet.com? Ada spam nyelonong itu.
psp gokil abis lagunya yang paling gua suka yaitu bapak dapat lotere
[...] Di luar soal perang, Indonesia tetap memberikan solusi yang sepintas indah dan praktis. Lihatlah, di beberapa kota itu petromaks pedagang bergerobak dan warung tenda mulai berkurang. Mereka mulai berlistrik, dengan mengatur kabel yang berprinsip sambung-menyembung menjadi satu… [...]
[...] Aggregated from paman tyo by Asian Blogger Community [...]
PSP : Bukan Rizaldi, Tapi Rizali, Dindin, dkk ….Fenomenal banget lho :x