Gajinya sih Tiga Koma…
ADA CARA KUNO AGAR KARYAWAN TENANG.
Gaji tiga koma sekian itu artinya gajiannya tanggal 28, tapi begitu memasuki tanggal tiga bulan berikutnya kas si penerima gaji sudah koma.
Pagi ini saya menemukan renungan di Jalan Sunyi. Soal utang dan kerelaan kita.
Tadi malam saya ditelepon petugas bank. Dia menawarkan pinjaman “berbunga kompetitif”. Biasa, kalau terlalu banyak pegang duit maka bank akan cari akal untuk memutar uang. Kalau kita menutup utang sebelum waktunya malah kena penalti.
Dua hari lalu saya membayar utang kepada teman. Utang tanpa bunga, tanpa jatuh tempo, malah kayaknya saya boleh berlagak lupa. Selesai melunasi, saya dikasih CD baru yang dia pesan dari Amazon. Bahkan kalau saya mau, boleh menyalin koleksi lagu di hard disk-nya. Itu lagu-lagu yang CD-nya belum tentu ada di toko sini. Selalu ada orang baik di dunia ini.
Masih menyangkut uang, kemarin petang saya mendapat wejangan dari seorang petinggi sebuah kumpeni. Intinya, kumpeninya tak ingin mengincrit-incrit uang. Makanya uang ekstra tiga bulanan — yang oleh sementara orang disebut sebagai “uang laki” — dicicilkan ke dalam gaji bulanan.
Alasannya, zaman sudah berbeda, orang makin bijak mengelola duit, sehingga tak perlu diproteksi berlebihan.
Apa tadi, proteksi? Ya. Pendiri kumpeni itu dulu dikenal suka kasih duit sekadarnya, agar karyawan bisa bekerja tenang karena selalu punya uang, bahkan pada tanggal tanggung.
Makanya di kumpeni itu dulu uang makan dibayarkan mingguan. Bahkan sempat ada uang payung untuk musim hujan, ada uang telur dan uang susu (pada masa susah). Tunjangan cuti dibayarkan sebelum atau sesudah cuti.
Pembagian uang (tunai pula), dengan karyawan yang terus bertambah, pastilah merepotkan bagian keuangan. Maka semua uang “di luar gaji” — termasuk yang nilainya setara gaji pokok — akhirnya masuk paket bulanan.
Lebih praktis, kan? Tapi bagi orang tertentu itu “nggak kerasa”. Ada yang mengeluh, gaji jadi lebih gede tapi tersedot ke kas domestik. Nggak ada ganjal dompet yang bisa diharapkan setelah gajian, kata yang lain.
Mencari uang, kata orang, itu soal biasa. Bagaimana menghabiskannya, itulah seni. Jangan-jangan sebagian besar dari kita adalah seniman yang terampil berakrobat dalam arus kas pribadi.
Money, its a gas. Grab that cash with both hands and make a stash. Itu kata Pink Floyd dalam lagu Money, jauh hari sebelum grup itu sempat terdaftar sebagai artis terkaya oleh Forbes.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... Continue reading → […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @kelakuan mana urlnya? /@PamanTyo May 22, 2012 snydez (snydez)
- pagi2 buka blog sendiri dan ngeliat @PamanTyo nge-like dan komentar di sana itu mendatangkan kegembiraan :D May 22, 2012 kelakuan (arya p)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Belajar Bahasa Indonesia
November 25, 2006 by Antyo“O, JADI LU NGERASA SEBAGAI EKSPAT?”
Memang, kursus bahasa Indonesia biasanya untuk orang asing. Kursus ini ada mulai akhir 70-an, bahkan beberapa staf diplomatik asing di Jakarta dulu kadang ke Salatiga atau Yogya untuk belajar “bahasa”. Sekarang sih sudah banyak kursus “bahasa” untuk orang asing di kota besar, bahkan yang privat pun [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





[...] Nah, dengan pendapatan yang sedikit di atas UMK, masuk akal juga kalau ada teman2 yang nggak terlalu idealis tergiur dengan penyalahgunaan wewenang. Bayangin kalau kamu punya kekuasaan untuk mengelola dana 1 triliun tapi hanya digaji dua juta lebih dikit. Nggak salah Paman Tyo menggunakan istilah Gaji Tiga Koma, kalau tanggal tiga puluhan udah koma.. ) [...]
Paman Tyo, salam buat Om Farid ya…
Saya jadi inget waktu jaman bujangan dan merantau di pelosok Sulawesi dulu. Gaji pegawe negeri yang nggak seberapa itu langsung saya masukin bulet2 ke dompet untuk keperluan sampai akhir bulan :) Nggak ada tempat penyimpanan lain selain itu.
Watricht ! Ik selaloe itoe kakoerangan itoe ,wang boeng kemploe, mohon petoendjoek poen…..
enaknya sering-sering gajian kalipun dikit.. dikit
“uang laki” ? istilahnya boleh juga pakdhe. emang asik kalo dapet dana “non budgeter” itu, karena bisa dialokasikan di luar financial plan yang udah disusun *halah*
ada gak buku yang membahas Seni menghabiskan uang….. (rakyat)?
Waduh … Gimana caranya ngabisin gaji dalam seminggu :P
tgl 28, night club, 29 striptis, 29, pijat di hotel bintang 7, 30, wiken ke Wina, …. pusiiiing
mau donk uang : )
Ini bukan berarti saya kebanyakan duit… Tapi ada yang wajib ditanyakan kepada calon debitor: Kapan mau dikembalikan?”. Ini efektif untuk mengamankan uang kita dan memperpanjang tali ukhuwah. Tidak jarang kita “kehilangan” teman gara-gara uang.