MASIHKAH PERHIASAN, BUKAN EMAS BATANGAN, JADI TABUNGAN?

gigi emas milik bursa efek jakarta

Iklan Bursa Efek Jakarta, yang antara lain dimuat di Femina, ini kocak. Mengajak masyarakat berinvestasi dengan meledek cara “kuno” berupa pembelian dan penyimpanan perhiasan emas, bahkan sampai ke gigi.

Soal gigi emas memang sering jadi lelucon. Banyak sekali versinya. Silakan Anda bagi.

Tapi betulkah itu kuno? Seberapa rentang kurun kuno?

gigi emas jakarta stock exchangeSaya tak tahu seberapa banyak pasangan muda sekarang yang masih menjadikan emas sebagai tabungan.

Generasi mbak-mbak dan tante (yah, sebaya saya haha!), meskipun lajang, setelah bekerja biasanya menabung untuk membeli perhiasan dengan harapan bisa dijadikan duit saat kepepet.

Generasi orangtua kita? Tentu. Malah nenek saya pernah bercerita, pada masa revolusi kemerdekaan banyak orang yang mencemplungkan botol berisi perhiasan ke dalam tanki septik. Itu untuk berjaga-jaga menghadapi perampokan dan penjarahan.

Meskipun begitu tak semua penyimpan perhiasan semata bermotif “tabungan untuk masa darurat”. Ada seorang ibu Jawa yang mayoritas anaknya lelaki (anak perempuan cuma satu). Untuk setiap anak dia sudah menyiapkan perhiasan (bukan gigi), sehingga bila tiba saatnya melamarkan anaknya keluarga itu sudah punya “tukon” selain kain batik tulis halus dan lainnya.

Si ibu berprinsip, meskipun anak lelakinya ketika mau kawin sudah bekerja, perhiasan untuk “tukon” tetap menjadi tanggung jawab orangtua. Sungguh mulia dan mengharukan.

 

29 Responses to Gigi Emas (Mungkin) Bisa Digadaikan

  1. resti INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    paman tyo, emas itu ga pernah kuno. Wong itu cara kita untuk melakukan hedging atas ‘kemakmuran’ kita kok. Masksudnya hedging terhadap FITA MONEY, yang cuma wang kertas kiwir2 dandistempel sah sama pemerintah yang menerbitkan. Kalo mau inves mas, ya pake batangan, jangan perhiasan. Berapa bunga tabungan deposito dibandingkan dengan laju inlasi? pasti ga imbang. buntut2nya nilai real harta kita malah berkurang.
    Saham ya gitu juga….. ga likuid mas, dan ga cocok buat tabungan.
    berapa sih nilai deviden yang dibagikan? kecil lah…belum lagi digerogoti inflasi. Saya mulai menabung pake mas batangan sejak 2005, waktu harganya masih 138 rebu per gr. sekarang udah 190 rebu per gram. Coba kalo ditaro deposito, ga seberapa lah hasilnya, belumkena inflasi lagi…
    Tapi yang batangan lo, ya, yang fine gold, 24 k…bukan yang perhiasan.

  2. aerosl medical supply…

    Eye of aerosl medical supply…

  3. blonty INDONESIA Opera Windows says:

    Paman Tyo, sing gawe iklan iku bocah jalan cemara, lho… persis mburi roncali, cedhak sembir. cilikane bocah pembuat iklan iku dolane karo santi anake om arief budiman. bocah iku juga fans tulisan-tulisane pak daldjoeni waktu kuliah dulu. sayang, dia gak lulus sepertiku :p

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.