Gigi Emas (Mungkin) Bisa Digadaikan
MASIHKAH PERHIASAN, BUKAN EMAS BATANGAN, JADI TABUNGAN?

Iklan Bursa Efek Jakarta, yang antara lain dimuat di Femina, ini kocak. Mengajak masyarakat berinvestasi dengan meledek cara “kuno” berupa pembelian dan penyimpanan perhiasan emas, bahkan sampai ke gigi.
Soal gigi emas memang sering jadi lelucon. Banyak sekali versinya. Silakan Anda bagi.
Tapi betulkah itu kuno? Seberapa rentang kurun kuno?
Saya tak tahu seberapa banyak pasangan muda sekarang yang masih menjadikan emas sebagai tabungan.
Generasi mbak-mbak dan tante (yah, sebaya saya haha!), meskipun lajang, setelah bekerja biasanya menabung untuk membeli perhiasan dengan harapan bisa dijadikan duit saat kepepet.
Generasi orangtua kita? Tentu. Malah nenek saya pernah bercerita, pada masa revolusi kemerdekaan banyak orang yang mencemplungkan botol berisi perhiasan ke dalam tanki septik. Itu untuk berjaga-jaga menghadapi perampokan dan penjarahan.
Meskipun begitu tak semua penyimpan perhiasan semata bermotif “tabungan untuk masa darurat”. Ada seorang ibu Jawa yang mayoritas anaknya lelaki (anak perempuan cuma satu). Untuk setiap anak dia sudah menyiapkan perhiasan (bukan gigi), sehingga bila tiba saatnya melamarkan anaknya keluarga itu sudah punya “tukon” selain kain batik tulis halus dan lainnya.
Si ibu berprinsip, meskipun anak lelakinya ketika mau kawin sudah bekerja, perhiasan untuk “tukon” tetap menjadi tanggung jawab orangtua. Sungguh mulia dan mengharukan.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Gado Goda Ibu Kota dan Ibu Kita
May 11, 2008 by AntyoSOAL ADAM DAN HAWA. KISAH NYATA…
Ibu itu akhirnya membuka kaca mobilnya karena sepeda motor yang membarenginya terus memberikan isyarat ingin bicara. Seingat ibu itu, dia tidak menabrak atau menyerempet sesuatu.
Maka inilah akrobat ringan. Pagi itu, di tengah keramaian jam berangkat kerja, pengendara motor membuka helmnya sambil berjalan. Muda, berwajah bersih, ganteng, kenang [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





paman tyo, emas itu ga pernah kuno. Wong itu cara kita untuk melakukan hedging atas ‘kemakmuran’ kita kok. Masksudnya hedging terhadap FITA MONEY, yang cuma wang kertas kiwir2 dandistempel sah sama pemerintah yang menerbitkan. Kalo mau inves mas, ya pake batangan, jangan perhiasan. Berapa bunga tabungan deposito dibandingkan dengan laju inlasi? pasti ga imbang. buntut2nya nilai real harta kita malah berkurang.
Saham ya gitu juga….. ga likuid mas, dan ga cocok buat tabungan.
berapa sih nilai deviden yang dibagikan? kecil lah…belum lagi digerogoti inflasi. Saya mulai menabung pake mas batangan sejak 2005, waktu harganya masih 138 rebu per gr. sekarang udah 190 rebu per gram. Coba kalo ditaro deposito, ga seberapa lah hasilnya, belumkena inflasi lagi…
Tapi yang batangan lo, ya, yang fine gold, 24 k…bukan yang perhiasan.
aerosl medical supply…
Eye of aerosl medical supply…
[...] Aggregated from paman tyo by Asian Blogger Community [...]
Paman Tyo, sing gawe iklan iku bocah jalan cemara, lho… persis mburi roncali, cedhak sembir. cilikane bocah pembuat iklan iku dolane karo santi anake om arief budiman. bocah iku juga fans tulisan-tulisane pak daldjoeni waktu kuliah dulu. sayang, dia gak lulus sepertiku :p