LIKA-LIKU CINTA MUDA-MUDI. HAHA!

“Cinta pertama indahnya bagai bulan nan purnama, tapi kegagalan cinta adalah bagaikan dimakan gerhana.”

buku petunjuk berpacaran dijamin assoyAdik bungsu saya terkekeh ketika mendapati buku ini. Saya mendekat, meminjamnya. Huahahaha! Lalu anak saya ikutan baca. Dia juga tertawa. Padahal sungguh mati ini bukan buku humor. Tapi misalkan ini buku humor, penulisnya sudah berhasil mengemas hal lucu menjadi sesuatu yang serius.

Pokoknya jayus, katro, garing, basi tapi menghibur. Kutipan yang menjadi pembuka posting ini saya ambil dari halaman 10.

Haha, ini mengingatkan saya pada ungkapan mendayu para pendengar stasiun radio siaran pemda pada masa kecil saya, yang dikirim oleh Hati Rindu dari Sanggar Derita di Lembah Sunyi, nun di Negeri Asmara Merana (bukan Negeri Senja). Duh!

Abdullah Masrur M.H., si penulis, dalam bab “Cewek Memilih Jodoh Ditinjau dari Umurnya” (hal. 40) menyatakan bahwa cewek usia 14-20 tahun kalau ditawari cowok akan bertanya, “Tampan? Cakep? Keren? Nyentrik? Ganteng? Gagah?”

Busyet dah! Nyentrik masuk hitungan. Sesuatu yang menyimpang dari mainstream, sehingga bisa dianggap orisinal, sudah diperhitungkan.

Adapun cewek 21-28, lebih bertanya soal, “APA JABATAN / PEKERJAANNYA? Dagangkah? Pengusaha besar? Pemborong? Kayah? Berpangkat?”

Betoolll… ada kata yang dicetak kapital. Juga betul ada kata “kayah” yang berdesah. Pemborong, artinya bukan tajir dengan kartu kredit platinum tanpa limit sehingga bisa shop till you drop, melainkan semacam kontraktor. Dagang? Entrepreneurship memang bagus. Berpangkat? Kopral, bahkan private first class (lebih keren daripada “umum” yang berarti “general”), pun merupakan pangkat.

Adapun cewek 29-63 akan langsung menyergah, “MANA DIA?” (Ya, lagi-lagi pakai kapital). Sudah lama saya tak dengar lelucon kuno itu.

Besar kemungkinan buku ini dulunya diperoleh di kaki lima atau bus, lalu sampai ke adik saya yang suka memulung ini-itu, dan akhirnya jatuh ke tangan saya saat mudik kemarin. Sebuah buku yang merakyat, dalam bahasa sederhana, dengan kemasan grafis bersahaja.

Isi buku ya petunjuk berpacaran secara “benar” hingga berujung ke pernikahan. Masrur menjadikan dirinya sebagai contoh sukses pada bab terakhir (“Pengantin Baru”). Dia menyatakan diri, “KEMANTEN ABADI YANG TAK PERNAH USANG. Sampai sekarang orang-orang masih saja irihati atas kemesraan kami berdua…” (hal. 76 — huruf kapital mengikuti teks asli).

“Lihatlah foto kami, Bayangkan betapa bahagia foto kami yang dibuat 20 tahun yang lalu,” ungkapnya. Setelah enam bulan berpacaran mereka menikah (hal. 74). Mungkin enam bulan itu yang mengilhami penulisan buku. :D

Di situ dikisahkan awal perkenalan (tahun 60-an?) di Kebun Binatang Wonokromo, “… Ketika kami sekeluarga rileks dan calon istri kami juga demikian.”

Lho, “istri kami“? Waks! Poliandri nih! Harap maklum, ini gaya ungkap diri zaman lawas. Orang rikuh menyebut “saya” dan merasa aman jika menyatakan”kami”. Skripsi pun ada yang berkami. Penulisnya ingin jujur menyatakan bahwa karya tulisnya dikerjakan secara keroyokan.

Selain menyodorkan cara mengenali perbedaan pria dan wanita berikut kiat memikat lawan jenis (“Wanita tidak cantik seyogyanya tidak putus asa” — hal. 67), Masrur juga menghadirkan kata-kata mutiara. Misalnya, “Cinta itu merupakan gejala kehilangan harga diri.” Dahsyat!

Ada juga, “Cinta adalah fajar sebuah perkawinan dan perkawinan adalah senjanya percintaan.” Lho, setelah senja kan malam? Wah piye iki? Kenapa pula Masrur menikah?

Ada lagi: “Awas! Perkawinan akan membuka kedok kepalsuan dan kepura-puraan.” Alasannya, tabiat asli akan diketahui setelah sepuluh tahun kawin.

Ah sudahlah. Tak semua isi buku bernada pesimistik macam “Jatuh cinta adalah satu titik permulaan dari kesukaran…” Toh dari perkawinan, menurut Masrur, seseorang bisa dapat pembantu.

Kepada muda-mudi: Kawinlah kalian kalau sudah ingin. Jangan terlalu membujang — apalagi menghambur-hamburkan nafsu dengan jajan. Itu bukan aturan yang benar. Dengan kawin engkau tidak akan jatuh miskin, bahkan dengan kawin anda mendapat pembantu/pegawai tanpa menggaji. (hal. 73)

Entahlah, pihak mana yang dia maksudkan. Bisa saja pihak perempuan, karena setelah menikah kaum istri (jika kita merujuk Masrur) akan mendapatkan sopir/pengojek, satpam, dan tukang bikin betul atap bocor.

SELAMAT BERJUANG!!! Lho, apaan nih? Iya, saya mengutip penutup buku Masrur, yang juga ditulis secara kapital — mungkin dia seorang kapitalis sejati. Assoy be’eng!

tuan dan nyonya abdullah masrurJUDUL: Pengantar Berpacaran: Psycologie Muda-mudi • PENULIS: Abdullah Masrur M.H. • PENERBIT: Bintang Pelajar, Surabaya, edisi 1980 • TEBAL: 80 halaman • HARGA: ?

N.B.: Gombalan dari sisi visual ada di sini.

 

75 Responses to Introduction to Pacaran Jadul

  1. Shinta NETHERLANDS Mozilla Firefox Windows says:

    isinya masih aktual gitu lho, kok bisa-bisanya dibilang jadul pakde. Coba tanya anaknya, pasti cari yg cakep juga kan? hayooo

  2. Devi Girsang INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    haha kayaknya seru tuh..jadi pengen baca juga :D

  3. nYam INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    ABG: siapa saya?
    fresh graduate: siapa dia?
    menjelang detlen nikah: siapa saja deh

    covernya….OMG

  4. Haris INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    Duh.. siapa gerangan penerbit yang mau mencetak ulang buku yang nampaknya sungguh berfaedah ini ya?

  5. mbakDos INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    waaahhh… saya harus berguru dari abang masrur ini! lebih dari lima tahun bergelut di dunia psikologi, rasanya belum ada apa2nya kalo belum baca buku psycologie muda-mudi ini! :D

  6. ndoet INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jadi inget tinggalan kakek almarhum, covernya bener2 jadoel, dari komik mpe novel, sayang dah kena banjir :(

  7. angga INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    introduction pacaran jadul…tuh buku dah berganti tangan sampai berpa kali tuh OM? udah bisa ngalahin buku 1001 cara menggaet cowox (sematjam sinetron gombal) yang tertayang tanpa tenggat di salah satu stasiun kereta api..ekh stasiun televisi suwasta…???

  8. mariskova INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Waduh, saya pacaran dari umur belasan sampai puluhan. Guide booknya gak berlaku dong? *nyari2 di rak buku bagian psikologi manusia langka*

  9. Leo INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Manusia lawas ternyata lebih gokil..dari generasi sayahhhrupanya..

  10. djahadie inget ik poenja memorie djoewa boeng….

  11. kok selintas covernya kayak novelnya ‘ VALENTINO ‘he he

  12. sekilas tipikal gambar covernya kaya novelnya Valentino..he he

  13. de INDONESIA Opera Windows says:

    Om aku juga punya yang seru di blog.

  14. didats KUWAIT Mozilla Firefox Windows says:

    hihihi…

    *lagi praktek*

  15. Ndah INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    haduh jaman dulu masi tetep dipake panduan di jaman sekarang ya *tuing tuing*

  16. venus INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    huahaha…”istri kami” ? jadul bangeeeeed…

    eh, mas..kyknya aku masih nyimpen ‘jamu dan resep tradisional’. belinya di bis juga. bahasanya jadul, luuuucu polll, ancur dah pokoknya. coba tak cari lagi :D

  17. KramOtak INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Walah..walah..
    keren juga sih,.
    Klo dicetak ulang dan diterbitkan lagi, laku keras kali ya?! ;)

  18. kikie INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    bikin penasaraaan :))

  19. anima INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    wah, ini keren :))
    mau dong dikirimin kopian bukunya mas

  20. joni jontor INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mau nambah lagi.
    saya paling suka bagian “wanita cantik seyogyanya tak putus asa”, gitu pula lakilaki yang ga cakep kan. Kita harus optimis!

  21. laks INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    dadi pengin mbaca juga paman…:D
    penulisnya meras sukses pacarannya ya…ampe nekat nulis pengantar berpacarana …:D
    sakjane pacaran gak perlu di ajarin koq :D :))

  22. MaIDeN INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Indahnya dunia (bagi cowok) ini kalau cewek 14-28 itu punya mindset ““MANA DIA?” saat ditawari cowok :D

  23. [...] Wah, bukannya itu penyakit yang melanda banyak orang, orang tua, anak anak,maupun sulit jodoh bagi pergaulan muda mudi. pasti laku susu ini nih. dan sepertinya tak lupa juga mereka menampilkan gajah yang missing, hampir punah dan layak dilindungi. Gajah Lieur spesies yang hampir punah, tapi sayang bahasa latinnya tidak dicantumin. Mungkin Elephantidae Lieuriae. Sepertinya hanya kepentingan bisnis semata, kalo gajahnya punah apa yang mau diperas yah? meras rakyat sudah ada sendiri. [...]

  24. tito INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    kayah! :D hahahahahaha!!asoy beeng!

  25. Tresno INDONESIA Opera Windows says:

    wah, saya harus cari buku kek gini, secara saya sampai sekarang masih jomblo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.