Belantara Informasi yang Menjenuhkan
KADANG KITA TAK TAHU CARA MEMERDEKAKAN DIRI.
Tidak hanya saya. Anda juga. Pernah jenuh dengan segala macam terpaan informasi, tapi pada saat yang lain bisa lapar info karena ingin tahu banyak hal? Saya harap Anda mengangguk. Tapi misalkan Anda menggeleng saya pun tak melihatnya.
Ada saat koran bukan teman menyenangkan, cukup saya baca judulnya saja. Begitu pula majalah dan tabloid. Tapi untuk membaca buku kok rasanya seperti didera oleh teks. E-mail, klinong-klinong blog (blogwalking), dan segala sajian internet lainnya, kadang melelahkan, tak mendatangkan kegirangan. Bahkan milis yang saya bangun pun sempat saya tinggalkan.
Bagi saya, itulah saat yang tepat untuk belajar menggambar — tapi hasilnya mengecewakan. Untung ada hal lain yang menyenangkan: mendengarkan radio — terutama stasiun yang pelit lagu, hanya doyan ngoceh dan ngoceh. Kabar saya petik dari sana. Kadang sepenuh dengar, tapi lebih sering sekilas. Ada satu hal yang saya pelajari lagi: belajar mendengar(kan).
Tempo hari saya menyediakan waktu untuk menjelajahi blog. Ternyata saya pusing. Jumlah blog terus bertambah, seolah berbiak dan berbiak. Benak tua saya tak lagi mampu mengingat nama setiap blogger maupun subdomain di tempat blog mereka dipondokkan (inikah salah satu alasan bloggers memakai domain sendiri?). Niat untuk menabur komentar akhirnya mentok padahal jalannya lempang.
Ketika terpaan media terasa memenatkan, ngobrol dengan orang lain menjadi menyenangkan. Mencoba mendengar, berusaha sabar untuk tak menyanggah tukang bakmi, penjual rokok, satpam, sopir angkot, sopir taksi, tukang parkir, eksekutif gondrong dengan banyak gelang, orang pemasaran, orang-orang yang tak jelas apa dan siapanya, wanita asing yang melontarkan ajakan aneh, bocah yang berkhayal bisa menjadi api…
Hari ini saya menulis lagi di blog ini. Semoga begitu pula untuk anak-anak blog.
Tapi untuk siapa saya menulis? Untuk saya, itu pasti. Menulis untuk Anda, mungkin itu sok-sokan saya saja, padahal yang terjadi saya ingin mendapatkan perhatian dan pengakuan, seolah sedang pidato di depan kerumunan, sambil berharap kerumunan itu tidak sibuk dengan pikiran masing-masing.
Jadi, apa yang mau saya ceritakan? Saya sendiri tidak tahu. Maaf. Tiba-tiba saya merasa sedang belajar menulis di tingkat pemula.
Celakanya, yang saya tulis pun menjadi bagian dari belantara teks yang mengungkung orang lain. Tapi masa iya sih saya harus jadi Tarzan, hidup di tengah hutan? Mungkin lebih enak jadi Pak Tarsan.
Terima kasih, dan terima jadi, atas kunjungan Anda.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Salon untuk Bekas Pengantar
August 31, 2006 by AntyoKIAT BISNIS: JANGAN ABAIKAN YANG MUDA (TERMASUK PRIA).
Tampaknya sudah tak ada lagi cap “salon buat emak-emak” dan “salon untuk cewek”. Keindahan harus dikejar dan dipertahankan tanpa kenal usia. Penyedianya bisa bernama salon, klinik, pusat kecantikan, pusat perawatan tubuh — pokoknya bukan puskesmastik (pusat kesehatan masyarakat cantik), karena ini istilah ndesit, kurang kosmopolit.
Layanan [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





iya juga sih. kadang blogwalking tanpa libur(karena sudah jadi semacam kewajiban; etika untuk mampir setelah diampiri, ngomen balik setelah dikomenl) bikin capek juga. tapi kalo gak ‘klinong2′ rasanya sepi dan terpisah dari dunia luar je, mas :D
enak aja…mau ngilang gitu?trus ga ngaish info apa apa lagi???wah bakalan sepi paman…. mbik janag akh….(lha mbo’e sopo)
“Tapi untuk siapa saya menulis? Untuk saya, itu pasti. Menulis untuk Anda, mungkin itu sok-sokan saya saja, padahal yang terjadi saya ingin mendapatkan perhatian dan pengakuan, seolah sedang pidato di depan kerumunan, sambil berharap kerumunan itu tidak sibuk dengan pikiran masing-masing.”
ooo.. masi cari eksistensi yah..
*kabur*
betul paman, sangat menjenuhkan. btw, Gombalista! lucu juga. :D
Jangan pernah bosan Om..!
Kami menyukai wacana-wacana yang Om tulis.. :)
waktunya istirahat dulu. mesin aja harus didinginkan, apalagi otak orang untuk nulis. waktunya liat sekeliling. offline lebih menyenangkan kok paman :)
pantes prei… :P
itu gambarnya maksudnya mo buat theme baru ya? hihihi… :P
sesuatu (enak ga enak..terutama yang enak) kalau muncul dan menerpa terus menerus pasti bikin jenuh…terbiasa punya pacar cantik pasti cari bini yang biasa, biasa makan daging pasti cari tempe, biasa baca blogombal pasti……
Menulis soal-soal remeh-temeh dengan enteng, mengalir, dari sudut pandang yang main-main dan menjadikannya enak dibaca, itulah dahsyatnya Blogombal. Nggak heran kalau Paman Tyo banyak dikangeni kawan-kawan bloggers, termasuk saya.
jadi ceritanya lagi jenuh nih Paman? atau merasa sudah semangkin tua? semoga tidak sedang bosan hidup saja Paman… hehehe…
saya berkunjung hanya karena anda berkata terima kasih
wah santai aja…toh dunia kita nggak cuman informasi seperti nulis di blog aja kan…contoh-nya: maen futsal…hehehe…
Pas lagi jenuh aja, postingnya tetap bagus ;-)
wah…paman aja bisa jenuh ya?
lama banget baru apdet..
ternyata, paman juga manusiaaaaaa!
hihihihihi…
Terima kasih Paman!
Sangat menyentuh!
Wah paman lagi bingung rupanya..
saya kalo jenuh jg suka ‘nggambar’, tapi gak pernah ada yg kelar :p
Information Overload pak de ? welcome to the real world :p . Too much information sometimes not fun .
weks. emmm… emmm…
paman lagi bete rupanya. santai aja paman, jika udah enege dengan belantara informasi dari media. mungkin saatnya mendengarkan diri sendiri.
pasti akan mendapatkan info yang pasti beda, unik dan tak ada duanya.
dan bisa ngeblog lagi
amin
Wah, lagi di titik kejenuhan nih?
jangan pasang internet dan langganan koran dirumah pakde. dijamin, setiap senin pasti adrenalin untk berburu informasi sangat besar.
[penikmat internet dan koran kantor]
>>… wanita asing yang melontarkan ajakan aneh…
er.. ajakan aneh gimana tuh mas?
tapi aku rasanya ngerti maksud postingan ini. moga2 bukan sok tau. sudah sekian lama ini lebih suka liat blog orang dan komentar sana sini daripada ngisi blog sendiri..
asik update…
eh, ralat. situ kan konsumtif dan suka iklan. mana mungkin.. :P :D
saya memerdekakan diri dengan tidur, itu pun kalau bisa. informasi bisa jadi menjenuhkan karena terlalu seragam, tidak jujur dalam membawa pesan. bikin koran independen aja bang, biar nggak usah melacur sama iklan dan titipan.. seperti die tageszeitung itu lho..