Ayo Sekolah!
ENAK AJA! DARI MANA DUITNYA?

Sebuah kartu pos saya ambil dari beranda Mal Puri Indah, Jakarta Barat. Gambar asli entah dari mana. Setting-nya adalah trotoar. Terpampang kardus bekas dengan tulisan meminta-minta. Ada pula tatakan penampung koin. Pesan di bawah gambar: “Your life is not gonna ends up like this if…”
Kartu saya balik. Tertera di sana, “Get Yourself a Professional Education Consultant!!!“. Pembuatnya adalah NexGen, konsultan sekolah lanjut ke luar negeri.
Tak ada orang mau jadi miskin sampai terpaksa mengemis. Pendidikan adalah sebuah tangga untuk menapak tingkat kesejahteraan yang lebih baik — atau minimal mempertahankan pencapaian ekonomi keluarga.
Tapi pendidikan bagus belum menjangkau semua orang. Pendidikan adalah investasi masa depan, yang apa boleh buat, butuh dana gede. Hari gini punya banyak anak bakal repot untuk menyekolahkan mereka.
Dari sisi pasar sih sudah jelas, ada permintaan dan penawaran. Maka seperti halnya rumah sakit, kita tak malu lagi menjadikan pendidikan sebagai bisnis jasa — dari kursus keterampilan sampai universitas.
Taruh kata yang bagus dan mahal itu adalah “sekolah plus” (apalagi di luar negeri), kita tetap mewajibkan pemerintah mengurusi “sekolah biasa” dengan benar. Artinya “sekolah biasa” tak diperlakukan sebagai “sekolah minus”.
Pendidikan yang bagus, tapi murah, adalah kebutuhan sekaligus tantangan. Enak dijadikan retorika dalam kampanye pemilu. Cocok jadi komoditas politik ala sinterklas, misalnya “voucher bantuan pendidikan”.
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Parkir Resmi dan tak Resmi
November 10, 2007 by AntyoBIAYA DOBEL TAK TERHINDARKAN. SANGAT INDONESIA.
Saya tak tahu apakah si pengguna spidol merah ini merasa seperti murid yang dihukum, menulis 111 kali: “Saya berjanji tidak akan melompati jendela lagi.”
Stempel kilat tersedia di kaki lima. Saya tak tahu ongkos bikinnya, tapi mestinya tak terlalu mahal. Yang saya lihat, segepok karcis di tangan petugas [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





di negeri ini, paman…
banyak orang mau jadi miskin sampai terpaksa mengemis..utangan kemana2, utk nyekolahin anak!
wis mbuh lah. pancene angel indonesia ini.
Syukurlah, dari dulu sampai sekarang kalau tidak Beasiswa ya keringanan SPP.
Jadi inget jaman dulu ngurus keringanan SPP. Cari keterangan dari P Lurah untuk keringanan SPP harus lunas ini itu. Jadi ya.. bayar dulu, baru keringanan. Mumet.
Pendidikan Indonesia? Pintar = sukses. Tidak ada yang perduli pada bakat lain anak.
Nilai akademis selalu menjadi acuan sekolah di Indonesia, menyedihkan.
Miskin=gabisasekolah=miskin=ga sekolah. lingkaran kemiskinan klo kata tetangga sebelah.
Pendidikan dasar itu mesti gratis. dan yang iadjarin tuh yang bener: logika, etika sama bahasa. Dari sana bisa kemana-mana.
kenapa sih yg mahal selalu dianggap bagus? kalau memang pendidikan jadi prioritas, nggak mungkin sekolah bisa semahal sekarang.
mungkin kita perlu menghidupkan lagi Paulo_Freire
untuk kita jadikan menteri pendidikan..
kasian memang anak-anak yang tinggal di negeri yang tak mau ngurusin pendidikan.
sebenernya, kita masih perlu pemerintah gak ya?
:)
“pendidikan adalah sebuah tangga untuk menapak tingkat kesejahteraan yang lebih baik”
tapi perlu biaya yang gak kecil paman… kadang saya bersyukur bisa kuliah. kalo liat biaya pendidikan sekarang koq kayaknya wis gak mungkin saya bisa kuliah…
Mungkin lebih penting pendidikan buat semua ( nggak usah bagus bagus dulu ) tapi gratis…plus kesehatan juga gratis..danba talangan BLBI yangratusantrilyun macet itu bisa mencetak anak kecil jadi sarjana sebanyak 10 juta orang ( menurut survey ).
bagus tuh kartunya… idenya ngena jugah..
cuman kalo dari sisi komersilnya gimana? :p
apa selaku post card dengan ide ‘cengeng’
20% APBN kata SBY-JK… Adakadabra… jadi, deh, Presiden… Tapi Boss, mending kurang didik apa kurang ajar? Hayyah…
saatnya para pemimpin kita meniru apa yang telah dilakukan ahmadinejad, evo morales, fidel castro, dan yang lain.. mereka menerapkan pendidikan gratis semua orang mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan.. gratis!, penanganan kesehatan pun gratis.. bahkan dalam satu daerah ditugasi dokter2 yang bertanggung jawab kepada sejumlah orang di sekitarnya… wow! mereka contoh seorang pemimpin yang mulia… hidup dalam kesederhanaan… tidak ingin hidup enak dulu sebelum rakyatnya merasakan hidup enak… atau tirulah pak gandhi yang dari india itu… sosok yang sederhana… tapi penuh wibawa…
pendidikan lagii yang amburadul, duh enakan anak sekolah libur jalan nggak macet :D
Ah, entahlah… otak jenius tapi ndak punya uang sekarang sudah tidak terfasilitasi lagi oleh pemerintah.
ada nggak ya orang yang kuuaya ruuaya sampai bingung mau diapakan duitnya, mau bikin sekolah gratis atau murah tapi mutunya bagus?
Yah miris:( mikirin dunia pendidikan di Indo. Yang bagus, mahal biayanya, yang murah ‘status ga janji deh’:) Padahal byk juga yg menang di Olimpiade Fisika dunia. Otak encer ga jamin sukses ya? Mudah-2 an anak-2 cerdas yg dpt beasiswa dari pem mancanegara pulang ke Tanah Air bener-2 membangun negaranya, itu juga kalo ilmunya kepake loh? Hallo…???
hari genee gratisss????
gak mungkin
Kapan ya negara kita bisa bener2 ngasih pendidikan murah dan berkualitas ke seluruh masyarakatnya?
sekolah murah bikin males lulus, kekeke….
voucher bantuan pendidikan ya? :D
jadi inget kasus tahun lalu.
kacaw juga kalau emang bener:
sekolah mahal = sekolah plus
sekolah biasa = sekolah minus
:))
ha..ha lagi enak baca tulisan paman tyo yang laen, eh.. muncul yang baru.
(sekedar sok tahu aja), ada beda pendidikan dengan dengan pengajaran. lebih jelas tanya pak Mendiknas (itupun kalau beliaunya mantan guru ;P) tapi yang pasti dan yang saya rasakan hampir 12 tahun “sekolah”, Pemerintah Indonesia belum pernah memberikan pendidikan pada rakyatnya. yang ada cuma pengajaran tentang banyak hal, itupun separo-separo dan gak update.. ini cuman komen lho!
sori saking seneng dapet tulisan paman yang paling gress, sampe salah tulis.
ha..ha lagi enak baca tulisan paman tyo yang laen, eh.. muncul yang baru.
(sekedar sok tahu aja), ada beda pendidikan dengan dengan pengajaran. lebih jelas tanya pak Mendiknas (itupun kalau beliaunya mantan guru ;P) tapi yang pasti dan yang saya rasakan hampir 12 tahun “sekolah”, Pemerintah Indonesia belum pernah memberikan pendidikan pada rakyatnya. yang ada cuma pengaaran tentang banyak hal, itupun separo-separo dan gak update.. ini cuman komen lho!
masih ya….?
sekolah menjadi barang mewah di sini?
Kapan ya sekolah tinggi jadi murah lagi, seperti dulu..kalau dapat beasiswa malah bathi..
lho..sik dhewe ik..