Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Korek Biru Nyosss cap Seksi

Selasa, 30 Januari 2007 @ 12:22 | Umum

EROTIKA: SETELAH HAHAHIHI LANTAS APA?

sexy decorated gas lighter

Memang ini barang ndesit. Anak-anak saya geli, “Korek apaan nih, Pak? Hahaha adaaaa…. aja.” Istri saya hanya tersenyum.

Bukan barang baru. Juga bukan posting yang mestinya masuk ke Gombalabel. Korek gas bergambar cewek seksi ini hanya meneruskan bolpen zaman dulu yang kalau dijungkir akan memelorotkan rok wanita. Bolpen yang dibawa anak-anak laki untuk hahahihi tapi berisiko penyitaan oleh guru dan pemanggilan orangtua oleh sekolah…

Korek gas seharga Rp 2.000 ini cuma kelanjutan dari geretan logam yang dulu — entah kenapa — dibilang koreknya orang kapal karena berhiaskan gambar wanita berbusana seksi bahkan bugil. Bedanya yang ini cuma korek plastik yang terbalut stiker, selayaknya botol minuman terbungkus etiket, hasil penempelan massal oleh mesin.

Tidak, saya tidak bicara seni kemasan maupun melontarkan gombalan yang diarahkan ke sok seni pop. Saya cuma berpikir satu hal: andaikan UU Antipornografi diberlakukan, apakah korek macam ini akan dirazia? Sebuah pertanyaan basi ketika kontroversi itu sedang mengendap.

Erotisisme juga menyangkut rasa ingin tahu. Beberapa benda kecil bisa menjadi media penguak obsesi tabu. Manakah tampilan seksi yang aman dan bisa ditoleransi, dan manakah yang berlebihan bahkan cabul-kasar, masyarakat lebih tahu. Dengan catatan: beda kelompok beda pandangan. Yang menoleransi pun masih menyertakan catatan, misalnya, “Kalo cuma buka dikit nggak soal.”

Andaikan korek ginian digemari, mestinya menjadi dagangan dominan para pengasong. Nyatanya tidak. Pembelinya pun kadang malu kalau ketahuan membawa korek ginian, kecuali niatnya melucu.

Di gerai rokok lantai bawah Plaza Blok M Jakarta, korek ini dijajakan bersama korek biasa. Ternyata peminatnya tak banyak. Kesan saya, pembeli cenderung memilih korek gas biasa. Bahkan sebagian besar tak mengacuhkan korek seksi itu.

Menyangkut materi dewasa, yang melebihi korek ini, Indonesia malah lebih longgar (baca: lebih ngawur) daripada negeri yang permisif. DVD kelas hardcore dijajajakan di kaki lima. Lebih edan lagi, anak bawah umur tetap diladeni.

Di negeri yang permisif tapi punya regulasi jelas, orang dewasa (termasuk penjual) yang membolehkan anak kecil melihat Hustler dianggap melanggar hukum. Semakin berat sajian majalah, semakin khusus perlakuannya — dari pembungkusan yang hanya menampilkan logo, penempatan di rak, sampai jalur distribusi di toko khusus di distrik tertentu.

Di negeri macam itu, penjaga bioskop dan satpamnya akan dipersalahkan kalau membiarkan anak kecil menonton film yang bukan untuk kelompok usianya.

Di sini, jangankan film; untuk games saja banyak orangtua tak hirau pemeringkatan untuk kelompok usia versi ESRB. Padahal boleh saja Indonesia bikin pemeringkatan sendiri, misalnya The Sims 2: Seasons untuk M (mature), bukan T (teen). Adapun RP (rating pending), itu juga pemeringkatan kan? Adakah penjual (bajakan) yang peduli bahwa Grand Theft Auto: San Andreas itu di sononya AO (adults only)?

Ada 19 komentar | trackback | Depan

#19

blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Wanita dan Rokok | 12 04 2007 @ 20:31:40

[...] Seputar rokok: + Cara untuk berhenti + Syarat untuk calon suami: bukan perokok + Rokok dan kejahatan molimo + Tanpa perokok, korek api akan berkurang (?) [...]


#18

dhany | 01 02 2007 @ 11:22:45

dimohon tidak merokok sembarangan, takut salah masukkan buka di mulut


#17

uzan | 01 02 2007 @ 11:21:57

waks, aku malah baru tau ada rating game sperti itu.. Wah jadi tau deh, game apa sebenernya yg cocok untukku.. hihiihi


#16

sawung | 31 01 2007 @ 12:18:36

trik dagang om.
dan pdang disini ga punya etika sama sekali. yang penting utung. kapitalis tulen.


#15

lotus | 31 01 2007 @ 9:24:20

loh paman buka kursus erotica? i’ll attend the class! :) gag pake submission fee kan… dress code apa or gimanan dong…


#14

tito | 31 01 2007 @ 8:10:21

:D


#13

mpokb | 30 01 2007 @ 21:46:26

kursus erotika ala bang paman dijamin tidak vulgar dan tidak norak :)
kata mochtar lubis, manusia indonesia nafsu seks-nya besar dan sangat memuja kesuburan seperti bangsa2 agraris lainnya (kesian dah orang indonesia yg kagak bisa beranak :P). cuma ya itu, ciri pertama manusia indonesia : munafik. alih-alih diatur, semua2 malah dilarang, termasuk erotika. padahal kata teman saya yg paham seks, erotika itu perlu sebagai fungsi rekreatif dari seks.


#12

Ngadimin | 30 01 2007 @ 21:16:16

Wadh, layak di koleksi tuh. bisa minta satu nggak om?


#11

andril21 | 30 01 2007 @ 20:55:34

wah…! kelihatannya paman sekali lagi menemukan bukti empirik bahwa negrei ini emang lebih “bebas” daripada yang mana negeri “Paman Bush” dan negara-negara “barat” lainnya. he..he.. ANCUR..ANCUR!!!


#10

bangsari | 30 01 2007 @ 16:42:35

kebanyakan mikirin perut. regulasi urusan nanti…


#9

Anang | 30 01 2007 @ 16:23:40

gambarnya pornoooo!!!
berarti paman koleksi korek ini.. lha sampe dua gitu je…


#8

Epat | 30 01 2007 @ 15:40:42

kok gak ada yah yang bikin korek dengan ditempeli sticker gambar masjid, ce berjilbab dll dst dsb kekeke


#7

Sei | 30 01 2007 @ 14:36:31

Namanya juga negara gombal pakde…

Ribut cuma buat cari sensasi. Ada pemecahan masalah yang lebih realistis ditolak dengan alasan macam-macam.


#6

bebek | 30 01 2007 @ 13:55:46

kirim pak’e…. kirimi aku korek’e kuwi… jadi ntar abis nyalain rokok… ada benda lain yang ikutan nyala…. hahahaha….


#5

anima | 30 01 2007 @ 13:26:02

saya kemaren memergoki adik saya (11th) main the sims, ada adegan syurnya. mungkin sudah saatnya saya memperhatikan permainannya juga yah, bukan hanya pelajarannya


#4

triadi | 30 01 2007 @ 13:07:31

tujuan korek dibuat gitu biar lakunya kenceng!seks barangkali emang yang paling gampang ditanggepin sama otak (ato nafsu ya..) kan? makanya hampir di semua iklan pasti nampilin cewe, kalo bisa yang posenya bikin dada deg-deg sirrr…semakin syur semakin bikin kite ga rasional, dan tujuan marketing tercapai yaitu bikin pasar rasional jadi emosioanl kembali..


#3

Herman Saksono | 30 01 2007 @ 13:06:43

Tulisannya nyentil sekali paman. Apakah memang seharusnya hal-hal semacam itu diregulasi, bukan di-ban ya?


#2

benalu | 30 01 2007 @ 12:48:49

hmm…hukum ekonomi; No Demand, no Supply….
apa yg laris di masyarakat, itulah cermin kebutuhan masyarakat…dan itu bisa berarti itu mencerminkan sikap dan keberpihakan mayoritas masyarakat….mangkanya kita kadang munafik….kadang2 mencemooh pornografi, namun di ruang pribadi kita, di selipan dompet kita, dan paling nyata di sel-sel otak kita, bersemayam dengan tenangnya sexual imagination..hehhe, memang fitrawi kan? ini yg mungkin menjadi trigger buat kita, gmana caranya ‘mengendalikan’ supaya efek jeleknya gak ngumbar kemana2…:p

peace!


#1

laks | 30 01 2007 @ 12:32:27

wah paman boleh tuh di koleksi :D