Uang Komunikasi
ANGGOTA DPR(D) DAN PEJABAT ADALAH ATM & PENTRAKTIR.
Susah menjelaskan apa itu “tunjangan komunikasi” kepada anak kecil dan orang sok awam. Kalau kita bilang itu uang ekstra untuk jajan harian, kok kurang tepat. Kalau kita sebut uang jamuan, lha memangnya tugas anggota DPR(D) itu menjamu?
Gatal juga saya untuk mengomentari soal PP 37/2006 ini. Dua pekan lalu saya dengar di radio, seorang anggota DPRD bilang uang itu diperlukan untuk kelancaran tugas. “Malam ini saja di rumah saya ini banyak orang,” begitu kira-kira katanya.
Yang dia maksudkan adalah para tamu. Sedang rapat partai? Lagi melakukan kursus politik? Yang dia katakan adalah banyak orang datang minta duit, untuk bermacam keperluan, termasuk berobat.
Anggota DPRD dari daerah lain juga nimbrung bicara. Intinya sama: tunjangan itu mereka perlukan demi kelancaran tugas.
Begitulah, mereka itu sebagai wakil partai — tapi mengaku sebagai wakil rakyat — sering memerankan diri sebagai sinterklas bagi konstituennya. Bagi sebagian rakyat, orang parlemen itu sama dengan pejabat, yaitu sebagai ATM dalam keadaan kepepet — itulah sebabnya dana taktis susah dihapus.
Kenapa tak minta duit ke partai? Kabar bilang, justru anggota parlemen yang notabene wakil partai itu yang harus sering setor ke induk.
Hari ini saya baca Kompas, ada anggota DPRD yang kadung memakai rapelan tunjangan untuk uang muka mobil baru. Itulah sebabnya mereka menolak pengembalian uang. Iya ya, mobil kan juga untuk memperlancar komunikasi.
Kalau orang-orang hebat — banyak yang terpanggil, tapi sedikit yang terpilih — itu ingin melakukan pendidikan politik, terimalah rakyat di ruang kerjanya. Terima juga di rumahnya cukup dengan suguhan minuman dan permen. Tak usah kasih sangu.
Kalau kas pribadi dan keluarga tak cukup untuk membiayai semua silaturahmi itu, janganlah jadi anggota parlemen. Gampang kan?
Tapi yah inilah pendikan politik sontoloyo di republik semprul. Pada awal “masa bakti” (siapa ya yang menciptakan istilah aneh ini?) dan menjelang berakhirnya periode jabatan, beberapa parlemen daerah sibuk memainkan pos anggaran kesejahteraan anggota hewan dewan — termasuk anggaran pesangon. Lihat saja.
© Foto benalu: iptek.net.id
25 Responses to Uang Komunikasi
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012Akses masuk-keluar pejalan dipepetkan pada jalur mobil. Undak-undakan lebar di bagian tengah pelataran diisi pot-pot besar. Itulah salah satu mal awal di Jakarta: Ratu Plaza, milik Ratu Sayang International. Permalink | Leave a com... […]postyorous menerous »»»
- Cara Ratu Plaza Memperlakukan Pejalan Kaki February 9, 2012
Cicitcuit!- @Badutromantis @pamantyo -> huaaah mantaft.. intan udah liat link yg di email blom? dikirim ke gmail :)) February 9, 2012 UmarIniUmar (Ini Umar Ini)
- Contoh infografik interaktif yang keren via @pamantyo http://t.co/5FBzLJtE. cc: @UmarIniUmar February 9, 2012 Badutromantis (hai dut)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Pertunangan: Perlu atau tak Perlu
February 5, 2007 by AntyoWANITA MODERN TETAP TAKUT USIA DAN KHAWATIR TAK LAKU?
“Tunangan itu perlu. Buat penjajakan sebelum nikah. Kalo nggak cocok ya putus aja. Lebih mudah daripada cerai setelah menikah,” kata seorang wanita.
(Ini jenis smart consumer yang percaya kepada test drive.)
“Nggak usah pakai tunangan. Biar kata udah nikah, ada anak segala, kalo emang udah [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Saya tidak mau menjadi seorang yang ga bisa berbuat apa2….
saya ingin memjadi orang yang berguna untuk sapa pun
tidak dapat dipungkiri juga kalo setiap orang mempunyai sikap ‘aku butuh, aku dekat’
kalau kita tidak dapat menguntungkan orang lain…
mana mungkin kita daoat untung dai orang lain….
mungkin salah satunya dengan mempunyai banyak penghasilan/uang yang banyak…
karena dengan uang banyak hal yang kita bisa dapatkan
[...] Kita tak membutuhkannya kalau kepentingan kita sudah tercapai — itu idealnya. Yang lebih sering terjadi, kita tak butuh karena sebal dan tahu diri. Kepentingan kita tak terwakili. Mereka yang ada di parlemen adalah wakil partai berlencana wakil rakyat — dengan segala ongkosnya. [...]
nasiiiibb… nasib.
siapa suruh dadi gedibhal
medhit, yen posting nunggu 15 dethik barang
wuih…pakde nesu? xixixi…
DPR kan wakil rakyat dalam bidang yang enak², jadi rakyat tinggal perlu mengalami yang gak enak² tow!…
masa bakti diganti saja menjadi masa moroti ya om?
Ennggg,, lagi ngomongin benalu ya?
*kabuurr
Kalo kata Gus Pur, mereka itu pemakan bencana, Paman.
Soale duit cadangan bencana alam kok ya dimakan lhoo.. ckckck
Hebat lho kita!!! wakil kita gajinya lebih tinggi dari pada gaji anggota parlemen Malaysia. Kalau yang diwakili sih kebalik.. Cis!!
Mbah Paman Tyo, cobalah main ke ‘rumah rakyat’ di Senayan setiap hari gajian dan saksikanlah betapa beratnya tugas para satpam menghalau para rakyat yang antri di ‘ATM’.
Sesekali mainlah pula ke ruangan mereka di sana dan saksikan bertumpuk surat-surat permohonan dana dari berbagai bentuk yang menumpuk di atas meja mereka.
Berat ya jadi ATM.. hehehe
Ehm…kok ya baru sadar sekarang, itu mah biasa…dari dulu.
“Masyarakat adil dan makmur bagi seluruh rakyat Endonesah…kan sudah diwakilkan oleh beliau beliau”
halah….sudah mendarah daging dan mendarah tulang ituh….
kudu dicari formula ampuh utk membasminya….
ato suntik mati sekalian ..heuheuheu
Selama ini kita diam. Sekedar menggerutu, mungkin iya. Maklum, cuma rakyat jelata. Siapa sih kita? Tetapi sebagai bagian komunitas blogosphere, sebenarnya kita punya kekuatan. Bagaimana jika Paman Tyo memulai gerakan “Pesan Cinta Blogger Indonesia” untuk para anggota dewan yang terhormat ini? Saya pasti mendukung berdiri paling depan.
lha wong mangkat aja terus tidur dapat angpawa…kayak anak yang habis sunatan…hehehhe
kan tugasnya nyunat nyunat eh kok malah kaya sunatan hehehhe
Apakah biaya untuk menikahkan anak dewan juga termasuk biaya komunikasi?
……. – merenung, menyiapkan diri untuk menjadi dewan di 2009, sebab didaerah saya juga ada tunjangan utk Laptop, printer, HP N91, plus MP3 biar waktu sidang ndak ngantuk…
wah saya baru diapproach oleh partai untuk maju jadi caleg pemilu 2009..
Waduh jadi malu saya mau komen. No komen ah…
hihihhi… kalo anggota dpr kunjung2 ke kota saya, mereka suka ngeluh bahwa mereka gak ditunjang dengan fasilitas staf yg banyak dan mumpuni, gak kayak anggota kongres amrik. tapi kenapa ya mereka gak pernah mengupayakan supaya tunjangan2 macem2 itu (yg kadang udah gak wajar lagi) dialih-lokasikan saja untuk merekrut staf baru?
tunjangan komunikasi itu apa tunjangan buat naik ojek kalo para anggota DRP(D) itu lagi keburu2 mau rapat dan jalanan lagi macet yah?? :p
sabar ya paman…
yg saya bikin heran koq peraturannya ini PP ya… presideen juga knp mau-maunya ngeluarin peraturan model macam ini
waktu pertama denger pp ini, yg kebayang oleh saya adalah anggota dewan bebas bertelepon ria dan berinternet kapan saja :P
hanya ada satu cara untuk dapat uang, yaitu kerja, kerja dan kerja (eh, itu tiga yak).
apa sih kelebihan anggota dewan? anugerah dewa atau setan mana yg membuat mereka merasa begitu pantas menerima uang sekian banyak di tengah rakyat yg kelaparan? malu dikit ‘napa.. =’.'=
Kalau saya jadi anggota di sana, mungkin saja saya juga akan ikut senang terima uang seperti itu. Benar-benar menyeramkan.
semakin tinggi jabatan semakin besar ongkos silaturahminya ya paman, parah, bobrok, ancurrr deh.
hmmm, gambarnya pas banget dengan tulisannya :)
sabar yah, Paman
sepertinya topik anggota hewan.. eh dewan makanin uang rakyat sedikit mengenai urat syaraf mas tyo nih. semoga cepat sembuh dari kesakitan :D
mikirin mereka capek, belum lagi mikirin banjir di jakarta.
pp 37 itu memang menjijikkan. pemerintah tak punya hati, selalu menyakiti rakyatnya sendiri.
yuk kita bikin pemerintahan swasta aja. kayaknya semua yang diurus pemerintah gak ada yang beres.
oh ya apakah syarat untuk jadi pejabat itu salah satunya harus serkah?
sabar pak, sabar… yang duduk di kursi”empuk” sekarang kan tumbuh, kembang dan sekolahnya jaman orde baru, ya wajar kalo jalan pikirannya bikin ketawa sinis. nanti kalo generasinya udah ganti, INSYAALLAH!! atitude kewan, eh..dewannya gak begini-begini amat. tapi kalo masih, ya jangan sampe keluarga atau sahabat kita jadi bagian dari golongan itu.. sabar pak, sabar..