Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Hikmah Banjir bagi Saudagar

Rabu, 07 Februari 2007 @ 16:42 | Umum

ETIKA IKLAN DAN AKAL SEHAT KONSUMEN.

iklan suzuki grand vitara menembus banjir

Indomobil mengiklankan klaim diri atas keunggulan Suzuki Grand Vitara dalam menghadapi banjir. Bukan hal baru. Isuzu selalu melakukannya, karena ground clearance mobilnya memang cukup tinggi. Tepatnya: lebih tinggi dari sedan ceper hasil modifikasi. Ford Escape juga pernah melakukannya.

Bedanya, cara Indomobil lebih lunak. Mobil dengan logo S sudah kuat menyampaikan pesan. Tidak, saya tak hendak mengajak diskusi soal angle, suatu hal yang di koran juga dilakukan untuk mendapatkan foto dramatik. Juga tidak untuk image editing (misalkan dilakukan) yang menjadikan mobil sangat menonjol.

Indomobil cuma menyampaikan headline dua kata, tak menonjol, “Jangan lagi…” Selanjutnya teks “pesan sosial” untuk menjaga lingkungan. Baru kemudian di bawahnya ada kreditasi: lokasi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat 2 Februari 2007 pukul 15.59, difoto oleh Riza Ishak.

Etiskah iklan itu? Bagi saya masih etis. Namanya juga jualan. Boleh dong memamerkan keunggulan produk. Sama sahnya dengan iklan obat cacing dan disinfektan untuk menghadapi banjir. Lagi pula, sejauh saya tahu, banjir tak disebabkan oleh Suzuki.

Bagaimana dengan iklan perumahan dan apartemen yang menyertakan splash “Bebas Banjir” — dengan disklaimer yang tak terucap: saat dibangun memang aman dalam hujan deras?

Persoalannya ada pada janji. Celakanya, janji selalu disertai prasyarat. Jika genangan melebihi batas kemampuan mobil, maka itu berarti nestapa. Untuk apartemen, bisa saja pengembangnya berkilah, “Pelataran dan basement boleh terendam, tapi penthouse-nya nggak kan?”

Yang diharapkan produsen dari konsumen saat menelan janji adalah “gunakanlah akal sehat, semua ada batasnya”. Ibaratnya, kalau merujuk iklan lama, pemampangan foto Peugeot 206 berlaga di medan WRC tak berarti mobil berseri sama di showroom bisa diperlakukan sama.

Masalahnya, ukuran akal sehat produsen dan konsumen seringkali berbeda. Apalagi iklan juga punya keterbatasan dalam keunggulannya: tak mungkin menjejalkan semua informasi verbal agar tak kehilangan inti pesan.

Jika menyangkut “etika visual oleh koran”, memang ada sejumlah hal menarik untuk didiskusikan. Suatu hari di halaman yang sama ada berita penggusuran dan iklan display properti.

Bagi saya itu tak terhindarkan. Media buyer kadung pesan kapling iklan jauh hari dan editor desk kadang tak punya pilihan untuk menempatkan berita. Yang penting beritanya faktual dan akurat.

Bagaimana dengan majalah berita memasang advertorial dari perusahaan perusak lingkungan? Yang penting tetap menampilkan liputan yang kritis — dengan maupun tanpa iklan dan advertorial yang bernada menyangkal. Semua pihak harus dilayani.

Uh, kok apologis banget sih? Nggak seru nih. :D

© foto sumber ilustrasi: Kompas, Rabu 7/2, halaman 10

Ada 26 komentar | trackback | Depan

#26

dhany | 12 02 2007 @ 0:08:53

Jaman sekarang etis & ndak etis bedanya serambut, pak puh.
Siapa bilang suzuki ndak bikin banjir, lha pabriknya yang di jakarta itu, dicor semua & ngurangi daya serap tanah


#25

Daniel | 11 02 2007 @ 5:34:36

Wow, that is sad good luck and god speed.


#24

Pitra | 09 02 2007 @ 13:31:59

baru aja mau ngebahas ini.. udah keduluan paman..:D

selain mobil/properti.. di radio Sonora, yg selalu sesumbar via adlips itu Indosat (pamer krn jaringannya ok –> unjuk gigi krn Telkomsel drop).. Lalu ada adlips yg jualan Genset di Lindevestes (gini bukan nulisnya?)


#23

Tukang Koran | 09 02 2007 @ 10:44:36

Foto asli atau palsu? mari kita tanya RM Roy Suryo


#22

upeet yoii | 09 02 2007 @ 10:33:48

hehehehe good ads.
secara gw juga pemakai jip suzuki,,
go vitara,,
dibales tuh iklanya ama toyota
pake innova hal 3 kompas jumat 9 feb 2007


#21

#/ timpakul » iklan | 09 02 2007 @ 8:17:20

[...] Posted on 9 February 2007 in celoteh. Bagaimana dengan majalah berita memasang advertorial dari perusahaan perusak lingkungan? Yang penting tetap menampilkan liputan yang kritis — dengan maupun tanpa iklan dan advertorial yang bernada menyangkal. Semua pihak harus dilayani. [BloGombal] [...]


#20

uzan | 08 02 2007 @ 18:28:14

cari uang di kala orang lain kebasahan uangnya..


#19

Panji Satrio | 08 02 2007 @ 17:14:43

Iklan ini dimuat di banyak media, termasuk Suara Merdeka Jawa Tengah.
Dalam pengamatanku, fotonya tidak asli melainkan montage.


#18

andrias ekoyuono | 08 02 2007 @ 10:50:11

Memang tantangan dari para marketer adalah bagaimana membuat ide iklan yang bagus namun juga dieksekusi dengan “pas” dan beretika. Saya rasa iklan layanan masyarakat dengan menyisipkan gambar vitara masih boleh lah. Tapi kalau iklan apartemen dengan janji “bebas banjir” yang jelas2 tertulis, maka bila janjinya tidak terpenuhi maka konsumen bisa menuntut mereka. Ada kok sebenarnya etika di bidang periklanan. Oya, saya juga nulis peluang di musim hujan juga loh paman.


#17

Herman Saksono | 08 02 2007 @ 8:34:59

Apologis? kata baru… *catet*


#16

snydez | 08 02 2007 @ 7:46:50

oom.. belom tentu mobil yang dipoto itu sedang berjalan :D
bisa aja lagi mogok, trus didorong orang dibelakang :D


#15

de | 08 02 2007 @ 7:05:55

Om, buka blog nya kok jadi lama gitu ya? Ato kompie ku yg bermasalah? *oon.com*


#14

iman brotoseno | 08 02 2007 @ 0:30:07

sami mawon sama bilboard perumahan,,..” Hanya 30 menit dari Semanggi ” ( lha iya jam 3 pagi dari semanggi ) he he


#13

venus | 07 02 2007 @ 23:45:58

suami saya naik mobil yang katanya ‘pinter’, kelelep sampe lampunya ga keliatan. besoknya, klakson mati :(
apanya yang pinter???


#12

Anang | 07 02 2007 @ 22:31:36

ada saja orang yang mengambil celah diantara derita orang lain..


#11

BARRY | 07 02 2007 @ 22:21:53

Kalau yang tidak etis adalah pernyataan Aburizal Bakrie (menteri pencuri kesejahteraan rakyat Indonesia)

Beliau berkata kalau banjir di Jakarta adalah masalah sepele/kecil yang terlalu dibesar-besarkan oleh media saja (intinya demikian). Itu bukan saja tidak etis, tapi menunjukkan kebodohan.


#10

Rian | 07 02 2007 @ 22:12:14

Tetap aja banjir…


#9

shinta | 07 02 2007 @ 22:07:55

bebas banjir = kalo banjir gratisan, ga usah bayar :D


#8

oon | 07 02 2007 @ 20:24:06

sodagar ya gitu akalnya…banjir pun diharapkan bisa jadi sumber untung :p

bebas banjir = banjir boleh berkeliaran dengan bebas bukannya?


#7

ki ageng congor | 07 02 2007 @ 19:34:05

pakde… itu rak sama saja sama salah satu perusahaan layanan CDMA yang mengklaim mereka paling tahan idup pas gempa yogya kemarin lalu….


#6

Epat | 07 02 2007 @ 19:28:11

business=opportunity?


#5

aespe | 07 02 2007 @ 18:40:38

itu dari kompas rabu 27/02? waw dari masa depan?

tapi 27 feb 2002 juga rabu lagih.. hmm sumber dari mana tuh pak. tapi ya bagus deh foto nya… 1000 kata gitu lho klo mo dideskrip kan..


#4

Devi Girsang | 07 02 2007 @ 18:10:31

haha..tapi ambil fotonya OK! bagus dan memang ‘menjual’ :D

lagipula kan iklan byk versi, ada yg mesti ditelan bulat2, sampe ngejelimet kyk iklan rokok2 yg nyindir2 tp mesti mikir hehe.. tanya kenapa! :p


#3

mpokb | 07 02 2007 @ 18:01:08

asal bukan menjelekkan produk kompetitor yak. nggak sehat..
btw, request dong sama penyiar radio. genesis-nya yg “afterglow”. itu lho, yg liriknya phil collins diusir dari kos2an terus kudu cari tumpangan baru.. :P


#2

sawung | 07 02 2007 @ 16:57:00

jadi inget acara peduli lingkungan dikampus dulu yang disponsori oleh perusahaan yang sedagn terkena kasus pencemaran lingkungan berat.


#1

pitik | 07 02 2007 @ 16:56:56

padahal sampe tengah2 mobilnya mogok lho…cuma pas difoto aja keliatan sangar…