CERITA DARI WILAYAH TERENDAM.

Ban bekas dengan bayi di atasnya
mengapung di atas genangan banjir
bergerak dalam pegangan ayahnya.
Konvoi perahu karet lewat
angkut istri pejabat.
Mereka tak hiraukan ban berbayi.
Riak gelombangnya
mendorong ban bayi menepi
nyaris menghempaskannya ke pagar.

banjir jakarta

Di Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, yang beberapa titiknya tergenang sampai setinggi kira-kira 170 cm itu, perahu karet bukannya tak ada. Kadang malah berlalu-lalang. Di saat tertentu perahu hanya parkir, ditunggui awaknya sambil memancing.

Bagi warga yang bertahan di loteng, karena enggan berdesakan di pengungsian, perahu karet (ada yang bermotor tempel) adalah harapan warga untuk pergi ke toko, berbelanja kebutuhan dapur.

Perahu tiup itu juga menjadi andalan orang luar, termasuk sanak-saudara, untuk mengunjungi korban banjir dan menyalurkan bantuan.

Di sana, di sebuah rumah di wilayah RT 018 / RW 010 (bukan bagian dari Kelapa Gading Permai), Dirman, teman saya, tetap bertahan di lantai dua bersama istri (dia nikahi tiga pekan lalu), ibu, ayah, dan neneknya.

Setiap hari Dirman (27) menyeberangi genangan untuk berbelanja dan… mengisi baterai ponselnya di sebuah pertokoan sejauh satu kilometer karena listrik di rumah padam. Belanjaan ditaruh dalam ember. Selama perjalanan ember terapung itu tinggal didorong.

Berikut ini kisahnya, yang dikirim via e-mail, dan saya publikasikan dengan seizin Dirman. Sebelumnya kami lebih sering berkomunikasi via SMS, bukan halo-halo, agar baterai ponselnya awet.

Suatu hari aku dan istri pulang dari perjalanan mencari bahan makanan untuk stok selama banjir. Jalan yang tidak rata membuat tinggi genangan air tidak rata pula. Kadang setinggi dada orang dewasa, kadang seleher orang dewasa.

Sampai pada tinggi air semulut istriku, aku memutuskan berhenti sejenak untuk menunggu boat yang katanya bantuan dari Angkatan Laut.

Tidak lama lewat di depanku boat berkapasitas 12 orang bertuliskan “marinir” dan bermesin motor. Tanpa ragu aku panggil dan bilang kalau aku mau nebeng sampai ke tempat yang dangkal.

Aku berani berteriak kepada orang boat itu untuk minta tebengan karena penumpangnya cuma ada 3 orang dan itu kru penyelamat semua.

Tapi suaraku tidak digubris walau aku yakin kalau suaraku itu kencang dan pasti terdengar jelas karena jarak kami dan boat tidak jauh, tapi ya sudahlah….

Perahu ke-2 lewat berisi 7 orang, 4 orang kru penyelamat, 3 orang berpakaian rapih. Aku yakin itu bukan korban tapi aku tidak tahu mereka itu siapa. Mereka hanya memegang handycam dan kamera.

Perlakuan yang sama aku dapat, suaraku tak diacuhkan pula, sampai suatu saat ada seorang bapak dengan setengah nada marah memberhentikan boat tanpa mesin itu agar menolong kami.

Mungkin bapak setengah marah itu nggak tega meliahat istriku yang hampir tenggelam. Akhirnya kami bisa naik boat itu menuju ke rumah kami.

Perkiraanku naik boat bantuan itu akan nyaman. Rupanya perkiraanku salah besar. Sepanjang jalan menuju ke rumah kami banyak cercaan dan suara-suara pedas dari para korban yang tidak terangkut oleh boat.

Jelas sekali cercaan mereka itu ditujukan kepada manusia yang berada di boat kami.

“Niat jalan-jalan atau nolong sih?”
“Udah ga usah nolong, piknik aja!”,
“Udah tau banjir kok malah foto-foto!”

Itulah sebagian isi cercaan mereka.

Akhirnya penderitaan kami di atas boat itu selesai karena perahu sudah berada di sekitar rumah kami.

Di hari-hari lainnya aku juga melihat 4 boat jalan beringinan. Boat itu berisi rombongan ibu-ibu yang seragamnya mirip Dharma Wanita dan para pejabat yang ketawa-ketiwi, mungkin karena mereka bisa naik perahu dan difoto-foto.

Rombongan itu melewati bayi kira-kita berumur 5 bulanan yang sedang mengungsi dengan ban dalem bekas. Bayi itu diwadahi gendongan yang mirip ransel lalu diikatkan dengan ban. Gelombang yang dihasilkan oleh boat menjadikan ban itu terpelanting hampir membentur pagar orang.

Bayi itu mungkin belon boleh naik perahu karena masih kecil.

 

46 Responses to Menonton Perahu Harapan Berisi Turis

  1. zam INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jadi inget pas Gempa jogja beberapa waktu yang lalu..

    Banyak orang rame berbondong-bondong datang ke bantul hanya untuk WISATA BENCANA..

    mobil-mobil pribadi berplat non AB banyak bersliweran, membuat macet jalan bantul yang sempit itu. Mobil-mobil boks yang hendak menyalurkan bantuan jadi terhambat.

    Bahkan ada yang ambil foto seenaknya..

    Bener-bener kita ini orang yang susah liat orang senang dan senang liat orang susah…

  2. Qky INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    banjir rutin yang sudah men-siklus aja… penanganan kayak gitu, gimana kalo jarang-jarang, yak, Boss?

  3. lia- INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    mohon postingan nya bisa di forward ke wong-wong ‘atas’ sana biar pada ngaca… mendingan pada ngirim do’a aja dari rumah masing2 ya nda om tyo???

  4. Tukang Koran INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Seperti kata iklan rokok: “Senang liat orang susah. Susah liat orang senang”

  5. johnherf INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tingkat stres korban banjir yang berhari-hari seperti di Kelapa Gading bisa mencapai titik terendah. Saat teman saya bermobil Kijang melewati hunian ruko pun, korban banjir mengangkat tinggi gagang pel sambil berteriak marah-marah lantaran hempasan air masuk lagi. Semakin lama jauh dari pertolongan, korban banjir menjadi depresi. Pada kondisi semacam itu, siapa pun orangnya manakala melintas di depan mata pertolongan bak fatamorgana bersiap-siaplah membuat judul baru “Banjir Jakarta: Rakyat dan Aparat saling Mencerca dalam Bencana”.

  6. Kikan. MALAYSIA Internet Explorer Windows says:

    Dari jauh negeri seberang, Indonesiaku selalu bersemayam kuat.

    Tuhan berilah mereka kekuatan. Maaf, jika tangan ini terlalu pendek untuk menjangkau mereka.

    Amin.

  7. oon INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    ya begitulah pakde, tingkah para sanak kerabat birokrat kerapat,politisi & opportunis kudis lainnya…berbondong² terkesan mo nolong padahal cuman nyari publikasi biar masuk tipi…moga² gak mbayar wartawan untuk nulis cerita kebaikan mereka.amin

  8. lia INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Wah, kasian yah? pantesan liat diteve kok orang-orang korban banjir berkata “piknik aja”. Hm..

  9. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    orang indonesia itu sadis yak, suka liat kesusahan sesama. buktinya kalo ada temen susah, kita malah ngatain “kasian deh lu”. selera humor seperti itu cuma ada di indonesia.. eh, aye juga orang indonesia ding..

  10. Hedi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tadinya, bencana muncul agar kesadaran terhadap sesuatu dan sekitar semakin baik. Tapi kenyataannya justru membuat miris dan menangis.

  11. pitik INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    dharmawanita itu menganut filsafat darmogandul, jadinya ya..ah sudahlah

  12. nidya INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    jangan2 banjir bisa sarana pariwisata juga… ^_^ mengingat d daerah semburan lumpur-pun bisa jadi sarana rekreasi. ada orang yang nawarin jasa ojek u/ melihat2 lokasi luapan lumpur lapindo.

  13. semoga fotografernya berhasil mendapatkan foto yang bisa menggugah hati semua orang ..

  14. Jephman INDONESIA Internet Explorer Mac OS says:

    Kelakuan gitu mah nggak cuma saat banjir, naik kendaraan umum juga gitu, kalo bisa gratis pake jemputan,

    maunya enak sendiri jalur busway di terabas belagak ngejar waktu,

    udah sampe kantor cuma baca koran, main catur, jam 2 udah dirumah, hari Jumat cuma setengah hari

    Udah makan gaji buta, korupsi pula!!!!

    What a life!

  15. Koi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    hm… miris banget siy ya…
    kalo mo bantu ya udah ga usah pake acara protokoler segala…

  16. Lita INDONESIA Mozilla Firefox Mac OS says:

    TEGAAAAAAAAAAA!
    *nangis, inget anak sendiri^

  17. galih INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Yakin tah kita tidak akan melakukan hal yang sama jika kita berada di posisi bapak dan ibu pejabat itu?

  18. roi INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    cerita-cerita seperti ini yang membuat saya marah, benci, terhadap sesama orang Indonesia.

  19. Thomas Arie INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Ada kejadian yang mirip ketika terjadi gempa di Jogja tahun lalu…

    Wisata bencana?

  20. dendi INDONESIA Mozilla Firefox Linux says:

    hiduplah Indonesia raya…

  21. andril21 INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    he…he..he… BHAGEEEEZZZZZZZ!!!!
    ada yang mau saya eluskan dadanya??
    sebab dada saya udah abis “ter-eluss”

  22. BARRY UNITED STATES Mozilla Firefox Windows says:

    Kalimat terakhir sangat mengena di hati. “Bayi itu mungkin belon boleh naik perahu karena masih kecil”

  23. angga INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    yah itulah…dimana mana Paman..yang sengsara malah jadi tintonan…

  24. venus INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    barangkali ibu2 dharma wanita itu lagi perjalanan dinas, paman :D

  25. xain CHINA Mozilla Firefox Windows says:

    keep on postin paman!!
    it’ll came around, someday.. somehow…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge

Notify me of followup comments via e-mail. You can also subscribe without commenting.