Komedi Indonesia, Sirkus Negara
TAK SEMUA YANG LUCU BIKIN KITA TERBAHAK.

Republik lucu. Republik gombal. Republik mabuk. Republik mimpi. Republik tontonan di TV. Republik obrolan di kedai indomi. Silakan Anda tambahi sendiri. Saya sih cukup menambahkan satu kategori baru dalam blog ini.
Ingat, salah satu manfaat dari pajak yang kita bayar adalah mendapatkan hiburan dari Pemerintah. Bahwa hiburan yang tersaji ternyata salah panggung, mutunya nanggung, walaahh ya gimana lagi.
Bedanya bayar pajak dan beli kacang memang di situ. Pajak tak memberi manfaat langsung pada tingkat pribadi: yang paling banyak bayar pajak tak berarti boleh parkir mobil di tengah jembatan. Sedangkan kacang, itu jelas on demand: kita bisa bilang cuma butuh segenggam, bahkan boleh bilang tak butuh.
Maka inilah tiga dagelan yang masih segar, dengan bintang (tak ada hubungannya dengan nama partai) bernama Yusril.
PERTAMA. Singapura melar, Indonesia menyusut.
Luas daratan Singapura bertambah, semakin menjorok 12 kilometer ke arah Indonesia, sedangkan perairah Indonesia menyusut 6 kilometer.
Singapura menguruk pantai dengan tanah, batu dan pasir yang diambil dari Indonesia. Singapura tak merasa merampok, karena dia beli dari pemasok. Bahwa pemasoknya itu ternyata menadah jarahan lingkungan hidup, itu bukan masalah Singapura. Persis seperti kita beli ponsel BM (black market). End user hanya tahu beli dan bayar.
KEDUA. Yusril vs Ruki.
Mensesneg Yusril Ihza Mahendra membolos dari rapat kabinet supaya bisa mengadukan KPK pimpinan Taufiequrohman Ruki ke KPK. Dia menuding KPK tak transparan dalam tender alat penyadap senilai Rp 34 miliar.
Beberapa hari sebelumnya, Yusril diinterogasi oleh KPK karena semasa dia dulu menjabat Menteri Hukum dan HAM dapartemennya diduga merugikan kas negara Rp 6 miliar dalam pengadaan alat sidik jari senilai Rp 18,45 miliar.
Semua dalih dan dalil hukum Yusril boleh masuk akal, sesuai aturan main, cocok dengan logika yang dipelajari mahasiswa ilmu hukum.
Tapi kesan yang ditangkap masyarakat adalah serangan balik. “Oke, lu boleh nyorot gue, tapi awas ya gue juga punya data soal lu-lu pade,” begitu kira-kira bahasa rakyatnya.
Apa boleh buat, mana yang esensi persoalan, mana yang cuma kesan masyarakat, itu soal perebutan opini publik. Namanya juga perang, bisa belok ke mana-mana. Masing-masing pihak akan mencari jalan selamat, bila perlu menggeser medan pertempuran.
Ada dua kemungkinan: semakain meriah atau melempem. Kalaupun sempat meriah, habis itu juga sepi. Editor dan pembaca sama-sama gampang bosan oleh isu tunggal.
KETIGA. Yusril, uang rapelan, dan zinah.
Bagaimana mengatur pengembalian uang rapelan tunjangan DPRD yang kadung diambil oleh wakil partai di dewan daerah, menurut Yusril adalah dilema hukum.
Alasannya, revisi peraturan tak berlaku surut. Dia menganalogikan soal rapelan dengan perceraian. Misalkan suatu perkawinan 1 Januari 2005 dibatalkan pada 1 Januari 2007, maka berlakunya ya sejak Januari 2007. Kalau berlaku surut, berarti selama 2005 – 2007 terjadi zinah di antara suami-istri.
Boleh juga humor Pak Profesor ini. Pintar memilih tamsil. Maka kita tunggu saja analogi tandingan, dengan hasil rapelan kadung habis.
Saya awam hukum. Saya tak paham klausul “jika di kemudian hari…” dalam setiap keputusan — termasuk keputusan Pak RT — itu mencakup apa saja.
Atas nama daripada yang mana merupakan hiburan demi untuk rakyat, kayaknya bagus juga kalau sejumlah bloggers yang lucu dan kurang kerjaan bikin blog keroyokan bernama komedindonesia.org. Ndoro Bedhes mungkin bisa mengelolanya, karena dia lucu dan kurang kerjaan. Lebih dari itu, peta isu di kepalanya lumayan komplet. Biar lumayan, tapi melebihi rata-rata kita. Setuju?
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Yang Penting Masuk Sekolah
June 14, 2007 by AntyoTAK ADA PELAJARAN. DEMI KEBERSAMAAN.
Sudah seminggu lebih kedua anak saya meninggalkan hari terakhir ulangan umumnya. Jumat besok mereka terima rapor. Tapi mereka tetap diwajibkan masuk. Tak ada pelajaran. Hanya pertandingan antarkelas dan aneka acara, bahkan nganggur menunggu jam pulang. Tadi si kecil saya tanya, dan jawabannya, “Cuma diputerin DVD Oliver Twist, Pak.”
Saya [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





makanya … kembali ke Laptop (blog)
kayaknya ga ada “SATUPUN” pejabat yang mikirin “rencana pembangunan jangka pendek” palagi yg jangka panjang. yg ada seblm gw dilengserkan brapa duit yg bisa gw embat?? ARGGHHHHH!!!!!!
lucu yang membuat kepala makin puyeng paman. kasian orang indonenisa ( sebagian besar aja)
paman mbotohi siapa bab yusril sama ruki…?
aduh ikut bingung ma pak yus, mosok jeruk nyedot jeruk ya??
Lha siapa bilang luas Indonesia juga tidak bertambah?
Dalam data dasar perhitungan Dana Alokasi Umum, salah satu faktornya kan Luas Wilayah. Nah entah gimana ceritanya, tiap tahun, data luas wilayah kabupaten/kota se-Indonesia itu bertambah. Biar dapet gede kali DAUnya.
Hayo logikanya dimana? Daratan kok nambah..
ini lelucon pa sindiran paman??
tp lumayan menghibur untuk ukuran politik masa kini
hehehe
ha…ha…ha… PREK!!!
menurut saya bagus lah… untuk menyamakan bahasa “apakah tender langsung itu bermasalah?” maklum interpretasi hukum bisa lain-lain.. tinggal kita lihat saja
makanya pelawak jadi sesembahan di negeri ini
Ingat, salah satu manfaat dari pajak yang kita bayar adalah mendapatkan hiburan dari Pemerintah. Bahwa hiburan yang tersaji ternyata salah panggung, mutunya nanggung, walaahh ya gimana lagi.
Tiket yang sangat mahal. Selamat atas diluncurkannya kategori baru!
kalo gak mau diserang, sebenernya jangan menyerang!
bung yusril khan pinter ngeles..
bisa mentertawakan sesuatu yg tidak membuat org tertawa saja sudah lucu lho Paman….
emang paman, Indonesia adalah republik paling lucu sedunia…
ah dari jaman eyang harto dulu om yusril ini senang melucu. Kortem pernah motret om yusril lagi melet mupeng abis nikah sama orang filipine itu, lucu banget sumpah.
ayo ndoro… banyak dukungan tuh.
peta isu? kurang kerjaan? hwasyuuuu …
setuju, paman. daripada sibuk nyari bahan buat ngeledekin saya tiap hari, mending ndoro yang terhormat itu bikin blog satu lagi, buat ketawa-ketiwi. i’m in. kalo boleeeeeh….
3 dagelan itu menambah julukan republik ini menjadi Republik Sogokan dan Republik Tipu Muslimin..
Untuk ndoro bedhes, kenapa peta isu di kepala ndoro diatas rata2.. karena ndoro berkepala lebih dari satu.. *kepala paklik ndoro.. ,hi,hi*
Ndoro malah sudah saya usulken membentuk daripada Partey nDagel Endonesa or PnDE.
Belum ada respon.
Paman saja nopo pripun?
Wah, mbok suami saya jangan diolok-olok gitu.
komedindonesia.org? Setuju Paman.
Ini negeri memang lucu. Sampai korban banjir pun tetap ketawa-ketawa walau sudah kelelep. Tuan ndoro Ical pun menangkapnya sebagai aura kebahagiaan. Komplit dah.
oyi sam, setuju wes. lumayan gae begejekan kekeke
owalah republik pendusta!
Mungkin benar, bahwa kita sanggup menanggung hidup karena semua bisa tampak lucu.
Tak perlu dicari alasannya, semua akan selesai jika dibingkai sebagai humor belaka.