Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Tutup Warung dan Warung Tutup

Selasa, 27 Februari 2007 @ 00:53 | Personal

KADANG SAYA KEHILANGAN WARUNG.

warung tutup di kompleks perumahan

Sebetulnya bukan urusan saya. Ketika sebuah warung tak buka lagi, saya tak perlu merasa dirugikan. Tentu dengan catatan: sepanjang masih ada warung lain.

Warung yang saya maksud bukan warung makan. Tapi toko atau kios kelontong kecil. Saya tak tahu penyebabnya, tapi kadang ada rasa sayang (Jawa: ngeman) dalam diri saya setiap kali mendapati sebuah warung tutup untuk selamanya.

Dari yang saya eman itu sebagian besar pemiliknya tak saya kenal. Bahkan lebih umum lagi, saya belum pernah membeli sesuatu di situ. Tapi rasanya saya kehilangan.

Perasaan ini tumbuh ketika saya berusia delapan tahun. Warung bercat biru, dengan poster Naspro, yang belum pernah saya datangi itu akhirnya tutup, berubah menjadi kamar mahasiswa pemondok.

Hampir setiap hari saya lewat di depannya. Sebuah warung di Jetis, dekat sawah, di Jalan Imam Bonjol, Salatiga. Saya kehilangan sesuatu yang tak penting, sesuatu yang berjarak, yang bukan urusan saya. Tampang keluarga pemilik warung itu pun tak saya hapal.

Sekarang, menjelang belokan ke kompleks saya, saya sering teringat warung yang pernah ada di situ. Saya pernah singgah, belasan tahun lalu, tapi tak ingat beli apa. Yang saya ingat, warung itu kusam, kotor berdebu, gelap, ditunggui kakek dan nenek. Salah satu jualannya adalah celengan tembikar. Warung itu juga jual es batu.

Ketika mendapati warung yang mulai sepi dagangan, dan sepi pembeli, saya juga merasa ngeman. Setelah masuk kompleks saya, di depan masjid ada warung milik orang Cina Pontianak. Sudah setahun ini dagangannya tak sebanyak dulu. Dari luar tampak rak kosong. Saya dulu sering ke sana, membeli rokok dan cemilan. Setelah ada Alfamart, pilihan utama saya ya ke toko swalayan itu.

Keluarga saya belum pernah buka warung. Memang sih, waktu kecil saya sering membayangkan alangkah nikmatnya jika ibu saya punya warung. Pasti permen dan uang jajan tinggal mengambil.

Karena itulah saya tak tahu persis perasaan pemiliknya ketika harus menghentikan kegiatan berwarungnya.

Bagi saya warung bukan hanya penyedia barang. Warung adalah pintu sosialisasi. Menanyakan alamat di sebuah lokasi, atau mencari pondokan dan kontrakan di sekitar, dan memperkenalkan diri sebagai warga baru di sebuah lingkungan, dimulai dari warung.

Warung juga merupakan pengukur kepercayaan. Tak ada kembalian kita boleh meninggalkan piutang. Atau kadang, karena tak ada uang receh untuk kembalian, si pemilik warung membolehkan kita mengutang.

Dulu, ketika kuliah, saya kadang mengikut teman yang mondok di rumah saya (akhirnya jadi saudara) untuk pulang kampung. Ke rumahnya yang berwarung di Desa Kuwageyan, Polanharjo, Klaten.

Ikut menunggui warung, dan sesekali ikut kulakan ke Delanggu, bagi saya adalah hiburan. Sebatas hiburan, karena saya tahu tak bakal kerasan menjalani hari sampai tua sebagai penjaga warung berpetromaks di seberang sawah yang tutup pukul tujuh.

Lantas apa urusan itu semua dengan rasa ngeman? Saya tak tahu.

Sering terbayang, bagaimana suramnya ekonomi keluarga pewarung setelah tokonya tutup. Tapi beberapa kasus membantah bayangan saya. Tak jarang sebuah warung buka sepanjang pendirinya masih hidup dan butuh kesibukan.

Ketika anak-anak besar dan lulus sekolah, mereka tak butuh buka warung. Tutup warung direlakan berlanjut menjadi warung tutup. Tapi tetap saja saya menyayangkannya. Bahkan kadang merasa kehilangan. Padahal itu bukan urusan saya — apalagi Anda.

© Foto: Dayinta Sekar Pinasthika

NB:
Terima kasih untuk para pengucap selamat ulang tahun. Terima kasih untuk sobat yang belum ingin melihat warung gombal ini tutup.

Ada 29 komentar | trackback | Depan

#29

awan | 20 04 2007 @ 2:34:16

gw ko sulit ya bila mmenghubungi mba sutrini? he eeh ehhe hehh eh? :(


#28

sam | 10 04 2007 @ 12:57:43

saya juga kehilangan beberapa warung makanan yang menjajakan menu favorit saya. :(


#27

faza | 18 03 2007 @ 18:02:45

Warung di Kuwageyan Paman? Namanya Bu Daryono apa bukan? yang depannya sungai? Soale Mbah Lik saya di Kuwageyan juga (Mbah Njero).. Aku juga kadang beli di sana.. Kita ternyata ada intersection masa muda ya..? Sory.. jadi ngajak cahting..(suka komen belum ngeblog).


#26

dhany | 05 03 2007 @ 15:49:54

ditempatku ada warung yg jadi pusat main catur, bahkan ketika empunya warung berhenti jualan, pusat catur jalan terus…


#25

antobilang | 01 03 2007 @ 9:07:34

warung gombalnya ini jangan ditutup ya paman, nanti saya beli “ketawa” dimana?


#24

ponakan pemilik warung Cina pontianak | 28 02 2007 @ 21:43:44

“Cina pontianak”
soep suka kata itu :D

paman, cap go meh di Singkawang yuks..


#23

henny | 28 02 2007 @ 17:06:35

paman Tyo ulangtahun ? kok saya tdk tau..hehehe. Met ultah ..!


#22

dini | 28 02 2007 @ 15:19:53

Ulang tahun toh… Selamat ya…
Lama ndak mampir, saya lagi kangen warung gombal yang lama :)


#21

anakperi | 28 02 2007 @ 1:12:18

pensiun ternyata juga bisa menakutkan….
ndherek nggombal nggih, pam…?


#20

Moes Jum | 27 02 2007 @ 16:48:06

Man kalo sampeyan buka warung kira2 gambar sticker-nya apa yaa?? … aku tau … Gombal Label!


#19

diditjogja | 27 02 2007 @ 16:42:18

met ultah Paman!
jangan sampe “warung” sampeyan yang ini dan itu dan ono tutup….ngeman!


#18

nila | 27 02 2007 @ 15:51:06

abis semedi ternyata dapet wangsit mau tutup warung ya paman?
wah…sdh punya alternatif bisnis lain ini rupanya?
hehe


#17

mazirwan | 27 02 2007 @ 15:13:23

kalo warung gombal ini tutup, saya bingung mau ngutang kemana lagi… ??


#16

Biho | 27 02 2007 @ 13:32:15

janganlah Paman, warung ini jangan sampe ditutup.


#15

Anang | 27 02 2007 @ 13:18:27

loh.. mau tutup warung gombal ini???


#14

firman firdaus | 27 02 2007 @ 13:13:30

yup, warung memang bisa mendatangkan sensasi sentimentil tersendiri, wadaw…btw, kapan emang ultahnya? selamat ya, meski telat, hehehe


#13

kw | 27 02 2007 @ 13:13:01

wah dua tulisan terakhir ini kok menjadikan saya “ngelangut”. entah kenapa rasa itu muncul saat mengingat masa kecil itu. masa indah yang tak bisa terulang.

:(


#12

venus | 27 02 2007 @ 13:10:09

lha kalau bukan urusan njenengan, ngopo njenengan repot2 posting? hahaha…


#11

YOKO | 27 02 2007 @ 11:39:07

Weleh..weleh.. setelah sekian lama tidak pernah absen baca tulisan paman yang renyah, lucu, dan menggelitik ini, akhirnya saya baru ‘ngeh kalau paman ini ternyata Pemrednya majalah kesukaan anakku : Komputer Aktif !

Byuh..byuh..jan ora baen-baen jebulnya.. :)


#10

lakzon | 27 02 2007 @ 11:28:24

dideket rumah saya dulu waktu saya masih kecil ada warung baru, kami menyebutnya warung “anyar” karena warungnya tanpa judul. lah koq sampe saya menikah koq namanya tetep aja orang-orang nyebutnya warung anyar :D
untungnya belum tutup.

Saya termasuk yang gak pingin liat warung gombal ini tutup paman.

Met Ultah!


#9

Sei | 27 02 2007 @ 11:18:37

Met ultah paman.. Walaupun saya nggak tau tanggalnya…

ha..ha..ha..


#8

mpokb | 27 02 2007 @ 11:16:53

masuk ke warung, bagi anak2 senengnya seperti diajak ke taman ria, soalnya banyak cemilan :D apa ada anak2 yg nggak suka berlama2 di warung yak?


#7

Ahmad | 27 02 2007 @ 11:01:57

Kalau bisa, saya lebih memilih warung biasa daripada warung tidak biasa (indomaret, Circle K, dan lain-lain).

Ayo, membeli di warung biasa.


#6

Mbilung | 27 02 2007 @ 9:16:44

pasang pengumuman “tutup sudah kaya”


#5

de | 27 02 2007 @ 8:10:55

hepi belated b’ day Om… hug and kissssss he..he… mumpung ada momen buat cium-cium kikikikik


#4

anima | 27 02 2007 @ 8:09:32

ah, saya telat :)

selamat, paman!


#3

iway | 27 02 2007 @ 7:58:15

paman, fotonya ’serem’ banget (yang merah-merah itu bukan darah kan??), putri njenengan pinter moto ya, anyway met ultah :D


#2

Epat | 27 02 2007 @ 7:45:32

asal jangan warung gombal ini yang tutup :-(


#1

Imponk | 27 02 2007 @ 1:39:49

Bener ultah to?
Slamet bos! Tadi aku habis makan-makan. Sampe kwareken.

MOga panjang umur. Tambah rejeki :)