Barket dan Bu Sopir
DUNIA TAKSI: TAK HANYA PAYUNG TERTINGGAL.

Taksi itu sama saja dengan angkot. Berpelat kuning, boleh ditumpangi siapa saja asal bayar. Bedanya, penumpang taksi boleh menentukan rute. Pada angkot, hanya pencarter yang boleh menentukan rute. Tapi anehnya, sopir angkot di Jabodetabek menyebut penumpangnya sebagai “sewa”. Sedangkan sopir taksi menyebut penumpangnya sebagai “tamu”, dan operator radio komunikasi taksi menyandikannya sebagai “tango mike“.
Perbedaan lain? Taksi kadang memberi suasana agak mempribadi. Sopirnya bisa jadi teman bicara. Tapi kadang ada juga sopir yang kebablasan. Misalnya, “Pak, di kompleks sebelah tuh ada langganan. Cewek, jemputnya malem, minta dianter ke diskotek anu blablabla… Pulangnya pagi, kadang siang, tapi dari hotel atau apartemen.”
Ada yang juga sopir yang agresif sekaligus kurang ajar, “Pulang kerja, Bos? Melem gini kalo mau ngilangin stres, saya bisa antar. Ada tempat baru, ceweknya oke. Ada amoynya. Cungkuok juga ada. Sono noh, Grogol terus lagi, deket Pluit. Gimana, Bos? Kita meluncur?”
Singkat kata, kalau mau panen gosip dan info aneh ambillah dari taksi. Misalnya tentang seorang pelanggan, wanita karier yang sering pulang mabuk dari kafe sehingga untuk masuk ke rumah menjelang subuh Pak Sopir pun harus memapahnya.
Di rumah itu, nun di dekat jalan tol di Jakarta Timur, si wanita hanya hidup bersama seorang wanita tua. Cocok untuk dikembangkan jadi fiksi, tapi lebih sensasional dari karya Eddy Suhendro yang difilmkan.
Pernah sekali saya naik taksi yang barusan menurunkan — tepatnya: mengusir — tiga penumpangnya (dua pria bule, satu wanita lokal). Alasannya, pria dan wanita yang duduk di belakang barusan melakukan “pekerjaan tiup” (silakan Anda Inggriskan).
Kok tahu? “Saya kan dengar suara ritsleting dibuka, Mas. Terus abis itu suara mulut lagi kerja.”
Saya cuma tertawa, “Oh mungkin buka tas, Bang.” Si sopir yakin itu bukan tas karena, “Saya kan nengok juga. Sialan! Jangan di mobil saya dong!”

Pagi ini dari sebuah taksi Blue Bird, saya ambil buletin Mutiara Biru edisi Januari-Februari 2007. Yang langsung saya cek adalah rubrik “Barket” (barang ketinggalan) di seluruh armada burung biru di seluruh Indonesia.
Di Bali Taksi, yang tertinggal misalnya VCD Ermy Kullit, kartu kredit Citibank, buku War and Peace, makanan anjing, dan sepasang sepatu merah.
Di Jakarta, yang tertinggal misalnya buku tabungan Bank Niaga, pakaian renang, sepatu wanita perak-hitam, kereta bayi, 65 lembar amplop kosong dalam dus, proposal Pemkab Pasaman Barat, dokumen Irjen Depdagri, buku anatomi fisiologi untuk perawat, dan cincin wanita.
Payung, ponsel, kamera, laptop? Selalu ada dalam daftar. Payung saya pernah tertinggal dan dikembalikan. Ponsel? Pernah, dan tak kembali.
Taksi adalah ruang bergerak yang seolah memberi rasa privat sehingga membuat penumpang terlena. Baguslah jika ada perusahaan taksi yang sebisa mungkin mengontrol barang-barang ketinggalan itu berikut penghargaan untuk sopirnya.
Dari buletin itu saya dapatkan profil yang bisa diolah menjadi berita kisah yang menyentuh minat insani untuk koran atau majalah. Tentang Ferry Anita (42), wanita yang menjadi sopir Golden Bird. Ketika masih menjadi orang kantoran dia selalu naik Blue Bird. Setelah berpisah dari suami, dan harus menghidupi dua anak, dia menyopiri taksi.
“Saya terus mengasah keterampilan bahasa Inggris dan selalu rajin berolahraga tenis lapangan seminggu sekali…” demikian dia dikutip.
Baca juga:
+ Taksi sebagai kamar tidur
+ Taksi sontoloyo
+ Taksi dan penyiar radio
+ Petisi Priyadi tentang taksi
© Foto mahkota taksi: Dayinta Sekar Pinasthika
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Ngeblog dan Orang Tua
March 15, 2008 by AntyoBISA DAN GAMPANG, KALAU MAU. MASA SIH?
“Intinya, ngeblog itu apa manfaatnya?” tanya Pak Lucusatu.
Saya bilang, “Nggak ada manfaatnya. Sama seperti sampe(y)an ngomongin politik, ngerasani SBY, nggosipin pemilihan gubernur bank sentral…”
“Wooo lha kalo itu bermanpangat, Kang. Minimal buat menyalurkan kekesalan,” kata Pak Lucudua.
“Ngeblog juga begitu. Kadang ada manfaatnya, Bos,” kata saya. [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kepada Yth
Manager Blue Bird
Dengan Hormat,
saya hanya ingin brtanya kanapa Bapak/Ibu yang boleh melamar pekerjaan sebagai supir Taksi hanya yang sudah mempunyai istri dan maksimal sudah berumur 23Tahun,saja yang boleh malamar di perusahaan Bapak/Ibu pimpin.
dengan datangnya surat ini saya berharap Bapak/Ibu dapat memberikan pertimbangan untuk saya Indra Hadi Irawan untuk menjadi Karyawan Bapak/Ibu pimpin,unuk itu saya cantumkan No.Tlp 085695162123 atau di E-mail saylent18@yahoo.com
sebelumnya saya minta mav dengan perkataan-perkataan saya dan saya ucapkan banyak terima kasih.
bos taksi yg punya logo barusan komplain, dikira anak buahnya jadi makelar…
pekerjaan tiup gajinya berapa paman?
Jadi inget taksi di Jepang. Di sini, pintu taksi terbuka secara otomatis. Penumpang tinggal masuk mobil dan duduk. Saya, dasar wong ndeso, sering lupa kalau ini bukan di Indonesia. Asal maen buka pintu. Sopirnya melotot, lalu minta saya menutup kembali pintu taksi agar bisa membuka sendiri secara otomatis. Hahaha. Katro banget.
Dipikir2 seru juga jadi supir taksi banyak gossip gossip… :) lain kali kalo naik taksi harus jaim doong, daripada digosipin… :D
weh.. kira kira supir taksi agresif itu berdusta nggak paman..?