Negara dan Model Kurus
SERTIFIKASI MODEL. INDONESIA BISA?
Inilah yang lebih menarik bagi saya. Dalam batas apa negara, di mana pun, bisa atau boleh mengatur penampilan seseorang? Jika masalahnya adalah “kesopanan berbusana” (bisa juga “kesopanan tidak berbusana”), maka perdebatannya bisa kita anggap lumrah — tapi tak berarti lancar.
Jika yang mempersoalkan kesopanan adalah (sebagian) masyarakatnya sendiri, itu pun wajar bahkan menurut saya boleh dan menarik. Saya lupa, entah di Time atau Newsweek, atau majalah berita lainnya, pernah diberitakan bahwa sebagian ibu di Amrik risih dengan gelombang low-cut atau low rise dan tanktop bertali spaghetti yang kelewat minim (dan tipis).
Saat itu, awal 2000-an, Britney Spears dengan gaya busana bitchy (asyik sih…) lagi menjulang. Sebagian ibu resah karena anak bawah umur pun ingin tampil sexy. Bayangkan, itu di sana…
Kini? Bermula dari Madrid, dan kemudian Milan, pemerintah melarang penampilan model kurus yang mengesankan anoreksia. Madrid mengikuti pemerintah Spanyol. Milan mencanangkannya dari pemda.
Mudah ditebak alasan moralnya adalah kesehatan untuk masyarakat. Sebagai etalase industri kecantikan, model dan pergelaran busana dirujuk oleh khalayak. Jika cantik dan sexy itu tampil sebagai bodi kurus berlebihan — hanya berisi kulit pembungkus tulang (dan kentut) — maka orang yang kurang percaya diri akan mengikutinya.
Bahwa anoreksia berbahaya, itu kekhawatiran lama. Bahwa para ibu dan tante mulai mengkhawatirkan putri dan keponakan yang bernafsu jadi langsing dengan diet yang salah, itu perbincangan tiada akhir.
Masalahnya ada pada standar industri kecantikan, yang mungkin saja diwarnai bahkan didominasi pria. Saya, sebagai pria, juga menikmatinya — minimal secara visual. ;)
Langsing itu baik, begitulah kredonya. Masalahnya pengertian langsing bisa bergeser, bergantung pada nilai-nilai. Orang Jawa mengartikan langsing (dan singset) sebagai tidak gemuk, tidak kurus, pokoknya ramping dan proporsional, njedot ngarep (dada) dan njedot mburi (pantat), sehingga ketika berkain dan berkebaya akan menghasilkan shape yang indah. Derita di balik korset dan torso, itu bukan masalah bagi orang lain (pria?). :D
Kemudian, dalam tafsir dan praktik, slim dan skinny di banyak belahan globe boleh dianggap sama. Tak mengherankan bila Marshall McLuhan menganggap Twiggy — yang pada masa saya bocah diidolakan mas-mas — sebagai foto rontgen. Saat itu cewek ceking dianggap modis. Tapi cewek yang agak berlimpah juga tetap disukai. :D Biasalah pria. Kalau bisa selalu ada opsi komplementer. :D
Kurus kering sebagai sebuah citra yang menakutkan baru saya petik ketika Kate Moss muncul pada awal 90-an. Saat itu setiap minggu saya memeriksa ratusan kiriman slides (belum zaman digital) orang cantik dari Paris, dan yang paling banyak — selain Putri Diana — adalah pergelaran busana.
Melihat Kate Moss yang pucat kerempeng saya bertanya kepada Mbak Rita, seorang penulis fashion: “Inikah yang disebut sexy dan indah?”
Buat saya lebih sexy Eva Herzigová yang menjadi duta WonderBra, salah satu merek pengampanye ransel depan penegak muatan. Tapi saat itu muatan Pamela Anderson, Brigitte Nielsen, dan apalagi Anna Nicole Smith kadang tampak aneh dan segala maaf hanya mengasyikkan buat lelucon para sebagian pria. Yah, seperti lelucon seksis wanita terhadap binaragawan, gitulah. :P
Sekarang, setelah negara — mungkin atas desakan masyarakat — melarang penampilan model kerempeng, saya justru heran. Jangan-jangan sebentar lagi iklan pun akan diatur.
Saya lebih setuju jika negara melakukan kampanye penyadaran tiada henti, bukan melalui tindakan yang — siapa tahu — bisa mengarah kepada kriminalisasi, sambil membiarkan masyarakat beraksi maupun berinteraksi, misalnya ada class action menggugat pemodelan kerempeng yang mencitrakan kurang makan dalam sebuah gelaran.
Dunia fashion (termasuk fotografinya) juga perlu disadarkan melalui edukasi. Tak ada yang salah dengan langsing maupun ramping sepanjang semuanya wajar dan sehat.
Atau kalangan fashion perlu memberlakukan sertifikasi dan sejenisnya dari kalangan medis seperti di dunia olahraga? Biarlah setiap kelompok mengatur dirinya sendiri melalui sanksi profesi. Cara Italia, misalkan tanpa campur tangan pemerintah, tampaknya bagus.
Tapi cara macam itu takkan efektif di negeri yang “semuanya bisa diatur” dengan bisik-bisik, koncoisme, dan uang.
NB: Tak usah pakai foto ya… Silakan cari sendiri. :D
Baca juga:
+ Kerempengannya Mpokb
24 Responses to Negara dan Model Kurus
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Capung bin(ti) Kotrik
March 18, 2007 by AntyoANAK KOTA KURANG MENGAKRABINYA.
“Lho suara apa itu?” tanya si kecil. Saya bilang itu capung. Sayapnya bergetar karena dia ingin membebaskan diri dari keterjepitan di antara tembok dan kaki meja di kamar saya barusan.
Kemudian saya menanya si kecil apakah belum pernah pegang capung. Dia lupa-lupa ingat, kayaknya sih pernah. “Kotor nggak, Pak?” [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





bagi teman2 yg kurus neh gw tawarin vitamin dijamin dlm satu minggu berat badan naik 1-2 kg n untuk menamba nafsu makan yg kurang nafsu makan. obatnya dijamin klo gak percaya coba aja just sms 081807776900. harganya cuma 50ribu dah termasuk biaya pengiriman untuk wilayah jakarta dan untuk luar jakarta tergantung t4x. selamat mencoba dan sehat selalu
aduh…jd bingung saya… klo kita g s7 ama model kurus, alasannya apa? N klo s7 alasannya apa??
Kalau kata National Geographic, Di salah satu negara di Afrika wanita ideal adalah yang gembrot (bukan sekedar gendut).
Kalau ada perempuan yang akan dikawinkan, harus nyepi dulu sebulan dan dicekoki susu tiap hari biar ndut..
Syukurlah.. ada harapan saya jadi model di Afrika hehehe
di sudut kota pun kita bisa menemukan seseorang yang cocok jadi model catwalk, dan tanpa anoreksia / bulimia. hanya saja, pendidikan mereka tidak mencapai taraf tertentu :D
saya sih lebih suka yang atletis paman kalo terlalu kerempeng entar malah yang jadi tontonan hanya tulangnya doang dong :D
kikikik…
berarti skarang terbuka kesempatan buat model2 yang “double pm” kaya istilahnya #18 itu… (pantat mundur perut maju).
Obat pelangsing bakalan ga laku ;p
pantat mundur perut majuuuuu
Iya duti banyak tapi menyiksa makan ra enak, makan yo terbatas.
setuju sama kang joni.
Montok gitu kayaknya lebih siippp
apapun bentuknya, cewek kalau sehat pasti sexy.
*ngarang
wah, kalo aku seneng yang montok paman daripada yang kerempeng?
kalo paman pribadi? ;)
Pemerintah Spanyol dan Itali mungkin bisa dicontoh, karena saya mulai prihatin akan anak2 perempuan semuda 6 tahun yang merasa dirinya “gendut” dan harus sekurus para model.
anti anoreksia!
karena udah kurus T_T
Kerempeng?? Mana Keren?
ada yang pengin banget gemuk, ada yang pengin kurus habis habisan…
paradox yang indah, mo pilih keduanya ato sekedar nonton keduanya aja?…hehehe
Mungkin seperti ayam goreng paman…
kalo kurus kering kaya ayam kampung kan makin gurih.
duh… jadi kangen mbok berek.
om caranya biar gemuk gimana seh?
*bingung ga gemuk2.
kancaku kari lunglitut, alias balung kulit tur entut, tapi ora payu dadi model. mergone kenek kanker usus.
huh, gak bisa jadi model….!
di kalangan olahragawan senam profesional, banyak remaja putri yg dipaksa menurunkan rasio lipid/lemak tubuhnya sampai dibawah ambang batas lho [yg maksa pelatihnya sendiri].
kalo ini dilakukan, efeknya bisa menggangu siklus menstruasi dan reproduksi. nah, lho !!!
Scarlett Johansson paman.. itu baru sexy namanya..
:-p
Bagi saya, negara mempunyai kewajiban untuk menjaga warganya, bahkan dengan kekuatan.
Masalahnya, kebebasan kadang dicomot begitu saja untuk ‘menyodorkan’ sebuah ekspresi.
Di sinilah, ketegangan tumbuh subur. Mungkin benar, kudu ada sekelompok masyarakat yang harus menjadi ‘penengah’ agar semuanya tidak terperosok pada ketidakpastian.
di nagri maju justru ada gerakan anti-zero size model :
mungkin di indonesia korbannya dianggap belum banyak atau belum fatal, jadi ya gitu deeeh..
Kurasa, profesi model di Indonesia belum bisa mempengaruhi orang sampai anorexia kayak di luar negeri.
Tapi, untuk sinetron tampaknya sudah mulai tuh.. Sempat ada usul untuk melarang anak sekolah main sinetron, kan?
pertamax!
cieeeeeeeeeeee dulu konon menurut fitnah suka ngeliput fashion yah? gak percaya. kere kemplu gitu mana ngerti soal gituan…