Desain Label untuk Rakyat
DESAIN DAN PEMBEKALAN LEGAL UNTUK UK(+M).
“Mbak, saya bikin kacang telor plastikan. Saya jual seceng di bus kota. Katanya di sini bisa bikinin merek. Apa saya boleh minta dibikinin?” kata Pak Tua itu di ruang sejuk berkaca di Jakarta Design Centre (JDC).
Mbak Desainer yang bening wangi itu mempersilakan Pak Tua menyeruput teh limau hangat, kemudian mendengar celoteh Pak Tua.
Ternyata Pak tua menyukai angka 13, sehingga dulu menyambut baik bus patas AC PPD RMB 13 Grogol-Cililitan. Pak Tua juga terkesan oleh kanguru, padahal hanya dari gambar. Anehnya dia sering bermimpi menjadi kanguru.
“Waktu kecil, di Jombor, Klaten, dulu saya pengin sekolah guru supaya nantinya dipanggil Kang Guru,” katanya.
Banyak tanya-jawab dan gurauan selama dua jam itu. Seminggu kemudian Pak Tua datang, untuk memilih lima pilihan desain label kacang telor cap “13 Kanguru”.
Ongkosnya cuma Rp 7.000, senilai sebungkus kretek kesukaan Pak Tua. Tapi desain tak boleh langsung dibawa pulang. Harus dibuatkan film dan berkas digitalnya dulu supaya nantinya bisa dikerjakan oleh percetakan di sekolah grafika dengan ongkos murah.
Sebelum mengambil film dan file pada harinya, Pak Tua dipersilakan memilih jadwal untuk kursus praktis hak cipta selama setengah hari, seharga Rp 10.000, juga di JDC, sudah termasuk makan, minum, penganan.
Kenapa pakai kursus segala? Supaya Pak Tua tak tergoda membajak dan tak menjadi korban pembajakan. Jika sampai terjadi, calon LBH baru yang mengurusi merek rakyat akan membantu. Untuk pendaftaran merek ke Departemen Kehakiman, kantor Mbak Desainer akan membantu — tapi biayanya agak mahal, karena ada biaya siluman.
Tapi nanti dulu. Apakah semua pemilik industri kecil harus seperti Pak Tua? Tentu tidak. Hanya mereka yang butuh saja.
Jika mereka sreg dan bahagia dengan merek dan desainnya sendiri ya sumangga kersa. Apa yang baik menurut kita belum tentu serupa bagi orang lain, kan?
Itulah impian saya yang terlintas saat menulis desain label Irma Jaya.
“Uluran tanganmu yang tak kaku, rangkaian bunga sejarah… Beri kesempatan sedikitlah… Beri kesempatan, sempurnakan, agar sama berkembang, hidup sejahtera…”
Keenan Nasution: Beri Kesempatan
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Terima kasih untuk BabiGuling
19 Responses to Desain Label untuk Rakyat
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Pojokan di Kawasan Bunderan Hotel Indonesia
March 2, 2009 by AntyoMARILAH BICARA, DAN LIBATKANLAH WARGA.
“Murah. Meriah. Merakyat. Gayeng. Blontank ikut bergabung. Menjelang bubaran, Kanjeng Sultan dan kawulanya memunguti sampah yang dihasilkan selama cangkrukan, yang kemudian ditampung ke dalam tas kresek.”
Itu catatan saya pada Agustus 2007 setelah ikut nongkrong bareng komunitas Bunderan Hotel Indonesia (BHI) di trotoar [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





wuih, bagus tuh idenya….
(^_^)v
Ini versi realnya: http://www.desain-instan.com [comment ini kontekstual, mudah-mudahan gak dianggap spam :-)]
lah iki mau saingan ama KDRI po ? :-)
kesadaran akan pentingnya image bagi pak tua itu yg hebat ya
lho, iki tenanan to?
bagi-bagi elmu nggak bakal rugi yak.. kayaknya bang paman jampang cocok jadi pembina koperasi nih. pan di pondok gede dan sekitarnya banyak juragan kacang :)
bagi-bagi elmu nggak bakal rugi yak.. kayaknya bang paman jampang cocok jadi pembina koperasi nih. pan di pondok gede dan sekitarnya banyak juragan kacang :)
untung sudah bukan jaman orde baru..bisa bisa pemilik klinik desain untuk rakyat diinterogasi kopkamtib,..ada apa gerangan memberikan sesuatu untuk rakyat kecil dengan warna dominasi merah
Jadi, apa yg terjadi dengan Irma Jaya??
Jangan2 Pak Tua itu… Paman Tyo :D
kok sempatnya dengerin obrolan Pak Tua itu… :))
Walaupun butuh, mereka belum tentu seberuntung Pak Tua juga, bukankah?! ;-)
paman lagi ngapain… tak intip liwat google maps lho..
Republik Mimpi masih besok lusa kok udah mimpi duluan, Om. :P Jadi inget filem Ketika yg penuh “mimpi” itu. :)
ehm.. ehm… apa saya bisa pesan desain untuk bendera republik BH Indonesia pakde?
sembah sungkem, matur tengkyu…
Desain?
apik tenan desaine paman, wah sampek ada not certified by KDRI… kami certified deh he he… ono ono wae..
aduh paman ini lintasan impiannya kok melenceng jauh banget dari sirkuit. bisa nabrak nabrak pembatas, keluar jalur. bisa bisa didiskualifikasi sebebelum menjadi pemenang :)
membayangkannya saja sudah bikin terharu, man…
wah ojo2 nantinya ada korporasi di bidang cemilan yang sengaja membungkus produknya biar keliatan merakyat gara2 dibahas di sini! cialat tenan tho pakde, kalo sampe begitu?? hehehehe