Buku Telanjang
MARI MENGGAMBARI SAMPUL BUKU KLASIK.
Sampul depan buku-buku fiksi itu putih polos. Cuma ada logo penerbitnya, Penguin Books, di kanan bawah. Pada plastik bungkus ada stiker “Bukunya bikinan orang hebat, sampulnya bikinan sampe(y)an”.
Sebuah cara pemasaran yang melibatkan partisipasi konsumen. Serupa dengan permen pedas cap kapal yang menantang siapa saja ikut membangun kemasan. Bedanya, yang buku ini hasilnya langsung terlihat. Bahkan Aksara, toko bukunya, menggelar kontes sampai 23 Maret.
Inilah pemasaran anyar. Konsumen dibuai pemanjaan, seolah tak sekadar membeli dan memiliki produk massal. Yang ada di kita berbeda dari milik tetangga, padahal isinya sama.
Personalisasi. Bukan hal yang baru. Ketika dulu, dulu banget, zaman ndak enak, buku tulis masih bersampul biru keunguan, banyak anak sekolah melapisinya dengan bekas kalender dan sobekan majalah luar negeri.
Waktu SD saya pernah menyampulinya dengan hibah majalah Music Express dan PopFoto, majalah-majalah musik Belanda, dari kakak sulung saya. Gambarnya rockers. Sebagian musisi itu belum pernah saya dengar lagunya. Yang penting Barat. Cuby and the Blizzard, Focus, Ekseption, dan Camel, misalnya. Saya cuma tahu namanya. Pokoke bisa nggaya, kemaki, mbagusi, belagu.

Untunglah buku cap AA kemudian melansir sampul sejenis, hasil repro dengan raster payah: Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple. Ada juga yang bersampul Koes Plus, Mercy’s dan D’Lloyd, dengan foto lebih tajam, tapi snobisme barang impor mengalahkannya. Yang begitulah yang namanya cah ndeso.
Buku tulis kita tinggalkan. Kemudian sampailah kita pada komputer bersistem operasi Windows. Banyak orang melakukan personalisasi pada themes, minimal pada wallpaper-nya.

Lantas ketika ponsel merebak, banyak pemilik ingin mengubah case, padahal itu tak mendongkrak kinerja si alat. Tak puas mengibah case, “logo operator” pun diubah. Ketika layar ponsel menjadi berkelir dan bisa menyimpan gambar, personalisasinya lebih meriah.
Untuk personalisasi cangkang ponsel, teman saya sampai menggunakan Pilox. Saat itu belum ada layanan cetak digital untuk pelapis handset seperti yang, antara lain, diawali di E-X Plaza Indonesia, Jakarta.
Sekarang untuk personalisasi yang mencakup buku klasik, Indonesia bisa menirunya. Dan harus berhadiah. Jangan lupa pengantar apresiatif pada setiap buku.
Lantas bagaimana isi buku Crime and Punishment karya Fyodor Dostoyevsky ini? Saya belum membacanya. Maklumlah saya memang kurang literer. Apalagi buku ini tebal dan berbahasa Inggris. Mumet saya. Tapi yang penting snob kan? Kelihatan terpelajar gitu lho… :D
home credit 125 bad loans equityloan online search payday 13 19check 15000 loan no credit16 loan payday advance cash personalloan 23 payday 16 cash companytime 1st loan buyer1st 2nd loan vs loanbad credit link loan 2link paydayloan 2hour cash loans 24 personal
13 Responses to Buku Telanjang
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Tahu Bacem February 8, 2012Temannya tempe bacem. Tapi paling enak itu ya bacem dengan tahu segitiga berkulit dan tempe mlenuk. Permalink | Leave a comment » […]postyorous menerous »»»
- Tahu Bacem February 8, 2012
Cicitcuit!- RT @didinu: @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 InkaSativa (Twinika Sativa F)
- @blontankpoer : Selamat malam kang cc: @dopyadi @subiakto @InkaSativa @Hardjoeno @St_Aboe @RivoPamudji @nukman @orsuy @PamanTyo February 8, 2012 didinu (didinugrahadi)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Libur dan Pengenalan akan Rumah
May 12, 2010 by AntyoTERMINAL TETAP ITU BERISI KELUARGA.
Misalkan genting tak bocor, engsel pintu tak terlepas, apakah hari libur menjadi alasan bagi Anda untuk lebih mengenal rumah sendiri? Rumah. Ya, rumah. Bangunan tempat kita tinggal — dan mungkin beranak pinak.
Saya sendiri malu menjawab itu.
Rata-rata dalam sehari berapa jamkah Anda berada di rumah?
Maksud saya di [...]
Recent Comments
danang» milih golput aja ah..selama masih tokohnya itu2 ajah,,
Kaget» Apa kita nantinya ngga pada bingung Paman? kamus IT, kamus tehnik, kamus bahsa,….. kedepan akan muncul kamus2 lain. masalahnya cuma satu,… zaman sekarang yang serba sibuk melihat gadget, kapan buka kamus-nya?
mpokb» Aha, bagus nih buat rujukan.. Lalu entri semacam “kerudung wajib lapor” atau “jilbab Islam KTP”, masuk di kamus mana ya, Bang Paman? :D
askep» Saya sebagai salah satu pembuat karya di situ kok merasa tidak terkesan dengan kehadiran Foke dan pembantu2nya di situ. Oh, ada sih, saya terkesan dengan sulitnya ijin yang berbelit2, untuk acara yang mereka selenggarakan sendiri.
ewesewes» Beli ah!
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





kepikiran si penguin itu, padahal idenya simpel banget dan semua anak dari sd kayaknya udah pada jago bikin sampul sendiri :)
tak tulisi, milik budiwijaya, dilarang diambil..
–budiw
buat #7: aku banget nih :D di perjalanan kalo gak bawa buku (cerita) rasanya kok bakal kesepian hehehe… tapi begitu transportasi bergerak, buku dipegang, tapi orangnya sudah tertidur nyenyak hhhhh…..
Paman, mo numpang promosi blog baru booleh tho? Saya blogger baru. Tulung kunjungi saya di putradaerah.blogspot.com
Makasih paman…
Paman, dulu saya juga pernah bahas serupa..ini tautannya: http://media-ide.bajingloncat.com/2006/12/01/mendesain-sampul-buku-sendiri/
ternyata sama aja.. aku punya crime & punishment belum dibaca.. padahal dah syukur bhs Inggris, ngga bhs Belanda atau bahasa Rusia sekalian :)
hihihi, jadi inget waktu dipesawat.
Ada orang baca novel tebel banget, bahasa inggris (ketauan karna aku curi-curi pandang dikit ;p)
tapi kok saya selama perjalanan sampe ke tempat tujuan, halamannya ga ganti2 !?!?
cah ndeso…??!!!
isinya juga telanjang?
lho baru ngeh.. gambarnya kok napoleon? bukan si orang itu? :D
ha ha … paman ini lucu juga. snob kok ngomong-ngomong, gak jadi digosipin dong paman.
kok tak ada yang bilang aku terpelajar ya saat aku bawa-bawa novel. mereka bilang aku orang yang tak punya kerjaan dan pemalas. memang siii
cerita isinya gimana pakde?
ah! “crime and punishment” sudah ada terjemahan terbitan Obor yg cukup rapi dan enak dibaca, bang jampang, judulnya “kejahatan dan hukuman”. yg keluaran penguin belum pernah nemu euy..