Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Buku Telanjang

Senin, 12 Maret 2007 @ 14:29 | Lihat Baca Dengar

MARI MENGGAMBARI SAMPUL BUKU KLASIK.

sampul polos fyodor dostoyevskySampul depan buku-buku fiksi itu putih polos. Cuma ada logo penerbitnya, Penguin Books, di kanan bawah. Pada plastik bungkus ada stiker “Bukunya bikinan orang hebat, sampulnya bikinan sampe(y)an”.

Sebuah cara pemasaran yang melibatkan partisipasi konsumen. Serupa dengan permen pedas cap kapal yang menantang siapa saja ikut membangun kemasan. Bedanya, yang buku ini hasilnya langsung terlihat. Bahkan Aksara, toko bukunya, menggelar kontes sampai 23 Maret.

Inilah pemasaran anyar. Konsumen dibuai pemanjaan, seolah tak sekadar membeli dan memiliki produk massal. Yang ada di kita berbeda dari milik tetangga, padahal isinya sama.

Personalisasi. Bukan hal yang baru. Ketika dulu, dulu banget, zaman ndak enak, buku tulis masih bersampul biru keunguan, banyak anak sekolah melapisinya dengan bekas kalender dan sobekan majalah luar negeri.

Waktu SD saya pernah menyampulinya dengan hibah majalah Music Express dan PopFoto, majalah-majalah musik Belanda, dari kakak sulung saya. Gambarnya rockers. Sebagian musisi itu belum pernah saya dengar lagunya. Yang penting Barat. Cuby and the Blizzard, Focus, Ekseption, dan Camel, misalnya. Saya cuma tahu namanya. Pokoke bisa nggaya, kemaki, mbagusi, belagu.

sampul polos fyodor dostoyevsky

Untunglah buku cap AA kemudian melansir sampul sejenis, hasil repro dengan raster payah: Led Zeppelin, Black Sabbath, Deep Purple. Ada juga yang bersampul Koes Plus, Mercy’s dan D’Lloyd, dengan foto lebih tajam, tapi snobisme barang impor mengalahkannya. Yang begitulah yang namanya cah ndeso.

Buku tulis kita tinggalkan. Kemudian sampailah kita pada komputer bersistem operasi Windows. Banyak orang melakukan personalisasi pada themes, minimal pada wallpaper-nya.

sampul polos fyodor dostoyevsky

Lantas ketika ponsel merebak, banyak pemilik ingin mengubah case, padahal itu tak mendongkrak kinerja si alat. Tak puas mengibah case, “logo operator” pun diubah. Ketika layar ponsel menjadi berkelir dan bisa menyimpan gambar, personalisasinya lebih meriah.

sampul polos fyodor dostoyevskyUntuk personalisasi cangkang ponsel, teman saya sampai menggunakan Pilox. Saat itu belum ada layanan cetak digital untuk pelapis handset seperti yang, antara lain, diawali di E-X Plaza Indonesia, Jakarta.

Sekarang untuk personalisasi yang mencakup buku klasik, Indonesia bisa menirunya. Dan harus berhadiah. Jangan lupa pengantar apresiatif pada setiap buku.

Lantas bagaimana isi buku Crime and Punishment karya Fyodor Dostoyevsky ini? Saya belum membacanya. Maklumlah saya memang kurang literer. Apalagi buku ini tebal dan berbahasa Inggris. Mumet saya. Tapi yang penting snob kan? Kelihatan terpelajar gitu lho… :D

sampul polos buku fyodor dostoyevsky versi blogombalhome credit 125 bad loans equityloan online search payday 13 19check 15000 loan no credit16 loan payday advance cash personalloan 23 payday 16 cash companytime 1st loan buyer1st 2nd loan vs loanbad credit link loan 2link paydayloan 2hour cash loans 24 personal

Ada 13 komentar | trackback | Depan

#13

ruri | 27 03 2007 @ 11:31:01

kepikiran si penguin itu, padahal idenya simpel banget dan semua anak dari sd kayaknya udah pada jago bikin sampul sendiri :)


#12

budiw | 18 03 2007 @ 16:11:30

tak tulisi, milik budiwijaya, dilarang diambil..

–budiw


#11

mina | 18 03 2007 @ 15:42:57

buat #7: aku banget nih :D di perjalanan kalo gak bawa buku (cerita) rasanya kok bakal kesepian hehehe… tapi begitu transportasi bergerak, buku dipegang, tapi orangnya sudah tertidur nyenyak hhhhh…..


#10

Dony Alfan | 15 03 2007 @ 13:57:40

Paman, mo numpang promosi blog baru booleh tho? Saya blogger baru. Tulung kunjungi saya di putradaerah.blogspot.com
Makasih paman…


#9

Pitra | 13 03 2007 @ 19:54:46

Paman, dulu saya juga pernah bahas serupa..ini tautannya: http://media-ide.bajingloncat.com/2006/12/01/mendesain-sampul-buku-sendiri/


#8

triesti | 12 03 2007 @ 23:30:27

ternyata sama aja.. aku punya crime & punishment belum dibaca.. padahal dah syukur bhs Inggris, ngga bhs Belanda atau bahasa Rusia sekalian :)


#7

thya | 12 03 2007 @ 19:11:35

hihihi, jadi inget waktu dipesawat.
Ada orang baca novel tebel banget, bahasa inggris (ketauan karna aku curi-curi pandang dikit ;p)
tapi kok saya selama perjalanan sampe ke tempat tujuan, halamannya ga ganti2 !?!?


#6

dhany | 12 03 2007 @ 16:03:18

cah ndeso…??!!!


#5

Anang | 12 03 2007 @ 15:56:32

isinya juga telanjang?


#4

mpokb | 12 03 2007 @ 14:46:27

lho baru ngeh.. gambarnya kok napoleon? bukan si orang itu? :D


#3

kw | 12 03 2007 @ 14:40:53

ha ha … paman ini lucu juga. snob kok ngomong-ngomong, gak jadi digosipin dong paman.

kok tak ada yang bilang aku terpelajar ya saat aku bawa-bawa novel. mereka bilang aku orang yang tak punya kerjaan dan pemalas. memang siii


#2

bangsari | 12 03 2007 @ 14:39:51

cerita isinya gimana pakde?


#1

mpokb | 12 03 2007 @ 14:37:39

ah! “crime and punishment” sudah ada terjemahan terbitan Obor yg cukup rapi dan enak dibaca, bang jampang, judulnya “kejahatan dan hukuman”. yg keluaran penguin belum pernah nemu euy..