Kita tak Dapat Memesan Pelangi
JAKARTA TIMUR, SENIN PETANG SEHABIS HUJAN.

“Kita bisa pesen roti kapan saja,” kata saya. “Tapi,” saya lanjutkan, “kita nggak bisa pesen pelangi supaya nongol seperti maunya kita.”
Sial, selain gombal, saya memang tak bisa membangun puisi. “Ya iyalah, aku pikir mau ngomong apa,” kata istri saya setelah tertawa. Anak-anak juga geli.
Pelangi tadi sore lebar sekali busurnya, kedua ujungnya seperti ingin mengapling cakrawala. Sejak dari Cawang bentang spektral itu tampak jelas, menoreh langit di utara.
Di dekat TMII bianglala itu mulai meredup. Tapi penampakan terbagusnya adalah menjelang tanjakan percabangan jalan tol ke arah Cilangkap dan Pondok Indah. Pelangi mengangkangi tanjakan. Sayang sekali, saya tak mungkin berhenti untuk memotretnya.

Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
From Brambanan with Laugh
July 13, 2007 by AntyoBEGITULAH ADANYA SEJAK DAHULU KALA.
Adakah di antara Anda yang bisa menjelaskan mengapa nama stasiun sepur di Prambanan, Yogyakarta, itu adalah Brambanan?
Itu nama resmi lho, bukan nama pelesetan maupun typo. Kalau Didi Kempot dulu bikin lagu “… ning se-ta-siun mbram-ba-nan…” mungkin akan mengundang ralat. Lagi pula melagukannya susah, karena bisa dikira sedang [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





foto2 lw kerwen Jg Bro…..
Mau DuNk dI aJAriN……………………….
Segera dapetin info game terbaru hanya di http://www.amirudin.com,thanks!!!!!
Paman, apa pelanginya bersambung ya? Hari Rabunya saya justru lihat pelangi membentang di atas langit Cawang.
untung gak jamannya kuningisasi, entar pelangi dipaksa kuning semua! kalau gak mau dijebloskan ke penjara dianggap MAKAR!
tustel-e uapik cak,
nyileh oleh..??
love to read ur story, Bos!!! :)
satu langit,satu bumi,satu tempat berpijak…
adakah pelangi bisa hadir di lain tempat dalam berbarengan??
kaya orang jaman dahoeloe kala sajah,yang punya ajian mancolo putro mancolo putri…bisa membelah diri ataupun di kloning lebih dari satu…
tapi semua serba mungkin…..lha wong paman gombal aja bisa nggombal kek begini…
Amazing. dari dulu saya bercita-cita bisa membuat pelangi. Secara teori fisika itu hanya pembiasan cahaya Matahari yang menembus atmosfer Bumi, seharusnya pelangi bisa ditiru kan. Any idea?
Paman, terakhir liat pelangi skitar sebulan yang lalu. Wah ternyata indah sekali, tapi juga megah.
Hehe pelangi jaman sekarang lebih sering terlihat di lukisan-lukisan anak TK, di tengah2 kedua gunung, dan ada sawahnya pula.
paman, lagi sibuk edit naskah ngejar deadline kok ga update2?
“Sial, selain gombal, saya memang tak bisa membangun puisi.”
gaya bahasanya paman ngetok’i pol… harusnya sebelum ngetik ato bikin puisi, di unjuk’i wedang ‘anget anget’..
keren banget momen nya!
GOOD SHOT!
waktu masih setiap hari lewatin jagorawi sore, sering tuh liat pelangi..makanya kalau duduk di bis, pilihnya pinggir jendela terus..siapa tau beruntung bisa liat pelangi :)
bisa pesen via telpon gak ya??
Konon katanya ada pundi-pundi emas di penghujung pelangi ituh…klo bisa di bikin…Indonesia kaya dung? hihihi dans etiap pelangi di jagain satu peleton kekekekeke
teori terciptanya pelangi bisa dibukukan, tapi kenapa blm ada yang ‘praktek’ bikin pelangi ya? padahal bagus tuh kalo bisa dibikin, apalagi bisa dischedule. sore-sore gitu, buat cuci mata. :D
Hm.. tepat jam segitu juga saya melihat pelangi di sini, di Bontang. Saya baru pulang kantor dan jalan memang masih basah karena hujan yang sudah mereda.
Saya sempat berhenti sebentar, keluar dari mobil, dan puas-puasin lihat. Jarang2 ada pelangi. Sayangnya, tidak ada tustel yang memadai.
Ada dua plangi waktu itu. satu di timur dan satunya di selatan. Dari tempat saya berdiri waktu itu, bisa melihat kedua-duanya langsung.
Ini bisa jadi, kita melihat pelangi yang sama, pakdhe :)
iya saya jg sempet lihat. tapi sayangnya pas lagi di busway, kehalang kaca film, jadi nggak terlalu bagus kalau diambil fotonya.
aku ngeliat juga, di tol, setelah pintu tol padalarang, menuju jakarta. walaupun macet, jadi terhibur karena pelangi dan langit yang merah
weh,musim pelangi sudah tiba…
“Rindu pelangiku, datang lagi….” (Sherina). Bikin aja di Photoshop, beres.
dulu waktu lagu pelangi2 diciptakan, mungkin pelangi masih sering menampakan diri…..
sekarang mau nyiptain lagu keindahan alam apa???
wong yg ada bencana semua….hiks
Kita memang tidak dapat memesan Pelangin, tapi kita bisa pergi dan berjalan-jalan di pelangi kok…
*Pelaza Semanggi huehehehe
paman,
pelangi-nya itu masih seperti biasanya ndak?