Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK



berbagi





google
yahoo
bing

Kita tak Dapat Memesan Pelangi

Senin, 19 Maret 2007 @ 22:50 | Keluarga

JAKARTA TIMUR, SENIN PETANG SEHABIS HUJAN.

pelangi di langit jakarta

“Kita bisa pesen roti kapan saja,” kata saya. “Tapi,” saya lanjutkan, “kita nggak bisa pesen pelangi supaya nongol seperti maunya kita.”

Sial, selain gombal, saya memang tak bisa membangun puisi. “Ya iyalah, aku pikir mau ngomong apa,” kata istri saya setelah tertawa. Anak-anak juga geli.

Pelangi tadi sore lebar sekali busurnya, kedua ujungnya seperti ingin mengapling cakrawala. Sejak dari Cawang bentang spektral itu tampak jelas, menoreh langit di utara.

Di dekat TMII bianglala itu mulai meredup. Tapi penampakan terbagusnya adalah menjelang tanjakan percabangan jalan tol ke arah Cilangkap dan Pondok Indah. Pelangi mengangkangi tanjakan. Sayang sekali, saya tak mungkin berhenti untuk memotretnya.

pelangi di langit jakarta

Ada 49 komentar | trackback | Depan

matriphe

#49

alfer | 13 01 2008 @ 11.56.40

foto2 lw kerwen Jg Bro…..
Mau DuNk dI aJAriN……………………….


#48

amirudin | 15 04 2007 @ 12.56.26

Segera dapetin info game terbaru hanya di http://www.amirudin.com,thanks!!!!!


#47

merahitam | 01 04 2007 @ 12.49.09

Paman, apa pelanginya bersambung ya? Hari Rabunya saya justru lihat pelangi membentang di atas langit Cawang.


#46

sluman slumun slamet | 28 03 2007 @ 17.38.39

untung gak jamannya kuningisasi, entar pelangi dipaksa kuning semua! kalau gak mau dijebloskan ke penjara dianggap MAKAR!


#45

dhany | 28 03 2007 @ 15.34.02

tustel-e uapik cak,
nyileh oleh..??


#44

Ary | 25 03 2007 @ 6.59.23

love to read ur story, Bos!!! :)


#43

angga | 25 03 2007 @ 0.53.14

satu langit,satu bumi,satu tempat berpijak…
adakah pelangi bisa hadir di lain tempat dalam berbarengan??
kaya orang jaman dahoeloe kala sajah,yang punya ajian mancolo putro mancolo putri…bisa membelah diri ataupun di kloning lebih dari satu…
tapi semua serba mungkin…..lha wong paman gombal aja bisa nggombal kek begini…


#42

tri.wahono | 24 03 2007 @ 0.29.39

Amazing. dari dulu saya bercita-cita bisa membuat pelangi. Secara teori fisika itu hanya pembiasan cahaya Matahari yang menembus atmosfer Bumi, seharusnya pelangi bisa ditiru kan. Any idea?


#41

Putra Daerah | 23 03 2007 @ 20.43.05

Paman, terakhir liat pelangi skitar sebulan yang lalu. Wah ternyata indah sekali, tapi juga megah.
Hehe pelangi jaman sekarang lebih sering terlihat di lukisan-lukisan anak TK, di tengah2 kedua gunung, dan ada sawahnya pula.


#40

kw | 23 03 2007 @ 15.46.09

paman, lagi sibuk edit naskah ngejar deadline kok ga update2?


#39

kawula alit | 23 03 2007 @ 15.34.13

“Sial, selain gombal, saya memang tak bisa membangun puisi.”

gaya bahasanya paman ngetok’i pol… harusnya sebelum ngetik ato bikin puisi, di unjuk’i wedang ‘anget anget’..


#38

aVank | 23 03 2007 @ 14.26.24

keren banget momen nya!
GOOD SHOT!


#37

ruri | 22 03 2007 @ 23.42.01

waktu masih setiap hari lewatin jagorawi sore, sering tuh liat pelangi..makanya kalau duduk di bis, pilihnya pinggir jendela terus..siapa tau beruntung bisa liat pelangi :)


#36

catuy | 22 03 2007 @ 9.57.27

bisa pesen via telpon gak ya??


#35

Yoki | 22 03 2007 @ 7.30.03

Konon katanya ada pundi-pundi emas di penghujung pelangi ituh…klo bisa di bikin…Indonesia kaya dung? hihihi dans etiap pelangi di jagain satu peleton kekekekeke


#34

fernandogempar | 21 03 2007 @ 21.00.12

teori terciptanya pelangi bisa dibukukan, tapi kenapa blm ada yang ‘praktek’ bikin pelangi ya? padahal bagus tuh kalo bisa dibikin, apalagi bisa dischedule. sore-sore gitu, buat cuci mata. :D


#33

Andry | 21 03 2007 @ 14.28.19

Hm.. tepat jam segitu juga saya melihat pelangi di sini, di Bontang. Saya baru pulang kantor dan jalan memang masih basah karena hujan yang sudah mereda.

Saya sempat berhenti sebentar, keluar dari mobil, dan puas-puasin lihat. Jarang2 ada pelangi. Sayangnya, tidak ada tustel yang memadai.

Ada dua plangi waktu itu. satu di timur dan satunya di selatan. Dari tempat saya berdiri waktu itu, bisa melihat kedua-duanya langsung.

Ini bisa jadi, kita melihat pelangi yang sama, pakdhe :)


#32

ngadimin | 21 03 2007 @ 12.08.44

iya saya jg sempet lihat. tapi sayangnya pas lagi di busway, kehalang kaca film, jadi nggak terlalu bagus kalau diambil fotonya.


#31

melly | 21 03 2007 @ 12.07.55

aku ngeliat juga, di tol, setelah pintu tol padalarang, menuju jakarta. walaupun macet, jadi terhibur karena pelangi dan langit yang merah


#30

escoret | 21 03 2007 @ 10.47.02

weh,musim pelangi sudah tiba…


#29

Tukang Koran | 20 03 2007 @ 22.45.43

“Rindu pelangiku, datang lagi….” (Sherina). Bikin aja di Photoshop, beres.


#28

nila | 20 03 2007 @ 18.48.35

dulu waktu lagu pelangi2 diciptakan, mungkin pelangi masih sering menampakan diri…..
sekarang mau nyiptain lagu keindahan alam apa???

wong yg ada bencana semua….hiks


#27

Epat | 20 03 2007 @ 18.37.02

Kita memang tidak dapat memesan Pelangin, tapi kita bisa pergi dan berjalan-jalan di pelangi kok…
*Pelaza Semanggi huehehehe


#26

mbah atemo | 20 03 2007 @ 18.11.14

paman,
pelangi-nya itu masih seperti biasanya ndak?


#25

nYam | 20 03 2007 @ 17.03.24

di jakarta masih bisa lihat pelangi ya? fotonya bagus


#24

laksono | 20 03 2007 @ 16.43.16

luar biasa ngeliat fotonya
Pelangi-pelangi alangka indah mu..
pake lirik lagu itu aja paman :D


#23

oon | 20 03 2007 @ 14.48.51

waah bagussnyaa :)


#22

mei | 20 03 2007 @ 13.19.42

jam 5pm di langit bintaro juga ada pelangi, tepat di atas bangunan gedung jaya…


#21

atta | 20 03 2007 @ 12.33.23

what?
argh
saya juga melintas bersama pujaan hati pada senja itu
tapi
mana pelanginya????
huhuhuhu


#20

ndahmaldiniwati | 20 03 2007 @ 12.29.41

“kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi?”
Saya jg ga bisa membangun puisi, itu hasil contekan syair lagu GIE ost. Lain kali paman make syair lagu aja biar ga’ diketawain anak-istri:D


#19

venus | 20 03 2007 @ 10.57.22

seperti capung dan belalang, pelangi kadang masih bisa dinikmati oleh anak2 saya di sini :)


#18

sedotan_limun | 20 03 2007 @ 10.03.55

Pelangi adalah gejala optik dan meteorologi yang menyebabkan spektrum dari cahaya yang (hampir) kontinyu untuk muncul di langit waktu matahari bersinar ke atas titik air hujan yang jatuh.Dari peristiwa yang menyebabkan sinar monokromatik menjadi 7 sinar polikromatik .itu kata http://id.wikipedia.org/wiki/Pelangi
klo yg ku tau, pelangi…itu ciptaan tuhan..,


#17

singgih | 20 03 2007 @ 9.43.09

Lha dulu waktu masih kuncung-jambulan, sering saya buat pelangi-pelangian, panjang-panjangan sama temen-temen. yang paling panjang dapet hadiah : dicengklak. Sekarang, ya saruuuuuu.


#16

de | 20 03 2007 @ 9.38.53

itu pelangi lukisannya Agung itu tho om?

pelukismu Agung, siapa gerangan


#15

thya | 20 03 2007 @ 9.21.25

seandainya kita dapat memesan pelangi, artinya kita juga dapat memesan hujan dan panas kapan saja kita inginkan :)


#14

kw | 20 03 2007 @ 8.51.41

bisa dong paman. saat matahari sore condong kebara 45 derajat, paman bisa pesan helikopter yang biasa dipakai untuk pemadam kebakaran hutan.

paman bisa main air di angkasa. dan dari bawah kita akan bisa melihat pelangi,seindah puisi paman. :)

mau coba?


#13

nik | 20 03 2007 @ 8.40.40

wah…. di hari perenungan umurq yang kian nambah(baca-ultah), ada pelangi nyamperin, semoga pertanda baik* gag ada hubungannya ya om*
maap…..


#12

Anang | 20 03 2007 @ 8.39.23

beberapa minggu yang lalu saya menemui pelangi yang setengah lingkaran besar… suasananya sore hari juga.. menjelang magrib.. mungkin karena matahari sudah mau tenggelam makanya tu pelangi gede banget ya..


#11

bimoseptyop | 20 03 2007 @ 8.29.38

bisa asla berdoa, siapa tau terkabul bul bul

test test :http://bimoseptyop.blogspot.com


#10

andriansah | 20 03 2007 @ 7.51.10

wah kemarin ngeliat di sekitaran pejompongan.


#9

mbakDos | 20 03 2007 @ 7.50.02

justru yang jarang muncul model begituan kan yang selalu dikangeni bukankah, pakdhe?! ;-)


#8

Deny | 20 03 2007 @ 7.38.17

kayanya pelangi yang sama
yang juga terlihat dari jalan irian jaya di depok 1.

kalau nggak salah ada 2 pelanginya.

pertanda apa ini, om?


#7

Biho | 20 03 2007 @ 7.16.30

mungkin itu sisa banjir kemarin Paman, nanti kalo sudah surut pelangi tak kan datang lagi… heh he sotoy


#6

Lita | 20 03 2007 @ 2.44.46

Aku lihat pelangi itu juga! Gara-gara tetangga di luar pada teriak-teriak, “Pelangi! Pelangi! Daud sini, deh! Pelanginya ada dua!” :D
Cuma satu yang tertangkap kamera ya, pakde?


#5

medon | 20 03 2007 @ 2.03.57

uh indahnya…


#4

fahmi! | 20 03 2007 @ 0.41.06

iya, sayang sekali. coba kalo sempat berhenti kan bisa nyetel iso speed ratings agak kecilan dikit ya paman. masih agak ngegrain nih. tapi asli, momen bagus ini! beautiful panorama. dan sekali lagi pengamatan sampeyan sangat awas :D


#3

agusset | 20 03 2007 @ 0.30.41

wah, berarti lagi ada bidadari turun ke bumi jakarta itu pak de. wah, mandi dimana mereka ya? harusnya pak de kejar dan intip, biar kaya jaka tarub.


#2

sawung | 19 03 2007 @ 23.50.19

wah long weekend tanpa rutinitas kendaraan langit jakarta tampak bersih


#1

Trisno | 19 03 2007 @ 23.42.55

Oh pelangi…indahnya dirimu..tapi kehadiranmu tak bisa ku tunggu…begitu caranya bikin puisi paman ! :))