Anak Blog
paman tyo

PAMAN TYO. Antyo Rentjoko, Tyo, Masé. Ayah dari dua putri dan suami dari satu istri. Bermukim di Pondokgede, Jawa Barat. Gombalan terbit setiap sempat dan ingat, tanpa mengenal tenggat. » KONTAK


berbagi



Laptop S1 di Alfamart

Minggu, 25 Maret 2007 @ 02:10 | Komedi Indonesia

POLI-TIKUS SEMAKIN MEMBINGUNGKAN.

keping penilaian alfamartTerbuat dari apakah makhluk yang bernama poli-tikus? Silakan Anda pelajari karena saya belum khatam ilmu alien. Yang pasti mereka itu ada dan semakin membingungkan, bahkan menjengkelkan.

Sebagai wakil partai yang mengatasnamakan rakyat di parlemen, mereka butuh laptop. Setiap unit harganya Rp 21 juta. Negara — dengan biaya rakyat — yang harus menanggungnya.

Padahal kalau mau kredit laptop, dengan ongkos sendiri, setiap anggota DPR mestinya bisa — kecuali kreditornya tak percaya.

Kalau keperluannya hanya untuk mengetik dan e-mail, laptop Rp 6 jutaan sudah cukup. Entahlah kalau laptop bertenaga lebih gede juga diperlukan untuk mengedit video.

Kalau sudah ada laptop, dengan PDA dan smartphone, mestinya tak perlu staf pribadi. Teknologi telah memangkas ketersediaan sekretaris bagi para manajer madya karena beberapa urusan, semisal agenda dan data tertentu, sudah terkelola dalam alat yang jeminjing (portable).

Sebelum laptop, urusan para poli-tikus adalah syarat akademis (minimal lulus S1) bagi calon presiden. Itu suatu hal yang tak disyaratkan oleh negeri lain yang pendidikannya lebih bagus, berlimpah beasiswa pula.

Tentu para poli-tikus berpikir lebih maju dan rasional. Justru karena pendidikan Indonesia belum beres, maka seorang presiden yang bukan sarjana pasti payah. Sayang, syarat ini tak dikemukakan saat rezim 1966-1998 berkuasa. Syarat waktu itu cuma “pernah dan ingin terus jadi presiden”.

Selain laptop dan dan gelar S1, sebagian poli-tikus sibuk kasak-kusuk untuk melempangkan keberadaan badan usaha milik partai (BUMP).

Mungkin supaya BUMP bisa menjadi pemasok kebutuhan belanja DPR. Setelah itu ikut pengadaan tinta pemilu dan kertas suara — tapi pada pemilu 2004, kertas suara akhirnya terpaksa dikerjakan oleh beberapa percetakan perusahaan pers karena sejumlah pemenang tender tak beres.

Lebih jauh, BUMP bisa membeli saham BUMN dengan dalih daripada jatuh ke pihak asing. Pilih mana: dijajah si asing atau dikadali bangsa sendiri?

BUMP juga bisa bikin atau beli perusahaan pencemar lingkungan. Urusan dengan pemerintah dan DPR pasti akan lebih mulus.

Tadi sore saya ke Alfamart. Di sana, untuk konsumen, tersedia keping penilaian untuk evaluasi pelayanan.

keping evaluasi pelayanan alfamartSebelum pemilu lagi, sebelum bicara soal sistem pemilihan distrik, sebelum debat tak perlu mau cara joss yaitu nyoblos atau cukup centang (ballot), sebaiknya dibikin penilaian dengan keping ala Alfamart.

Tapi nanti dulu. Bagaimana jika pengadaan keping, bahkan kotaknya, atau malah lembaga penghitungnya, itu ternyata diurus oleh BUMP?

Hanya republik sial yang hajat hidup warganya disandera oleh para poli-tikus.

Dalam gedung teater politik berkubah jamur, perdebatan tak mutu akan semakin meriah dengan selaan, “Kita kembali ke… laptop!”

Masalahnya ada banyak laptop di situ, dengan isi berlainan. Bahkan satu laptop bisa menampilkan data yang berbeda versi sesuai kepentingan. Alasannya, “Lha laptop-nya kan dual OS!”

Hayah, cuma dual OS. Masalah kecil bagi setiap poli-tikus yang multiple OS.

keping penilaian di alfamart

Ada 50 komentar | trackback | Depan

#49

H3rm4w4n | 31 03 2007 @ 20:42:53

“Wakil Rakyat” : Dari pada tidur mendingan nge-blog deh….sirik aja luh.


#48

Bintang | 30 03 2007 @ 11:46:02

wah… pembantu saya ajah sampe ikutan ngitung biaya laptop, ktnya mending buat raskin ajah, soalnya raskin skrg tidak berasa apa2 dicampur sama beras yg mahalan dikit jg tetep ajah rasane aneh… aneh2 ajah tuh wakil rakyat, kalo wakil rakyatkan yg ngewakilin rakyat jd hrsnya dia yg makan beras raskin dan rakyat makan nasi pulen katanya gitu om…


#47

manuk crigis | 30 03 2007 @ 9:32:27

chrisye meninggal. kabarkan!


#46

mei | 29 03 2007 @ 12:53:31

wahaha…lihat juga akhirnya aslinya paman tyo..walah…senyume ga kuku euyy!!!hihi


#45

mei | 29 03 2007 @ 12:47:24

denger2 bukannya akhirnya gagal om???bener atau ndak to kabar itu??

ada juga teman yang nyelentuk, halah laptop aja sampai 21 juta..emang ndak bisa beli apa mereka..lha wong nyekolahin anak2nya sampai keluar negeri bisa khok cuman laptop ajaminta ma negara…jiann!!!


#44

nYam | 29 03 2007 @ 10:37:10

lha itu di banten sama jogja dah dapet. itung-itung ganti rugi rapelan PP 37 kali ya?


#43

mbakDos | 29 03 2007 @ 9:27:21

agak susah sih kalok bahas2 masalah dualisme sama mereka ;-)


#42

BARRY | 29 03 2007 @ 0:13:52

Kalau masih bertanya dengan Customer Service, ditempeleng saja itu anggota DPRnya. Uang rakyat habis untuk surfing internet saja.


#41

sluman slumun slamet | 28 03 2007 @ 17:42:37

Pada saat sidang, dua orang anggota DPR main tebak-tebakan.

“spam apa yang malah disukai anak-anak?”

hayoooooooo bisa bantu gak?
entar dapat hadiah lho!


#40

dhany | 28 03 2007 @ 15:30:12

ojo me’ri, kancane ben gak GabTek….


#39

Putra Daerah | 28 03 2007 @ 15:19:56

komen #37 gokil juga tuh, tapi semoga nggak segoblok itu kaleee…


#38

thya | 28 03 2007 @ 13:41:02

laptop lagi jadi tren di negeri tercinta ini…


#37

sluman slumun slamet | 28 03 2007 @ 13:28:26

Dari milis smunsa-tuban@yahoogroups.com by indra kharisma

Anggota DPR : “Mba, laptopnya salah.”
Customer Service: “Salah gimana pak?”
Anggota DPR : “Laptopnya nggak mau hidup.”
Customer Service: “Sudah tekan tombol power pak?”
Anggota DPR : “Tombol powernya sebelah mana mba?”

****

Anggota DPR : “Mba, saya mau konek ke internet nggak bisa, kenapa
ya?”
Customer service: “Nggak bisanya kenapa?”
Anggota DPR : “Saya ketik http://www.playboy. com ,
gambarnya nggak keluar.”
Customer service: “Pesan errornya apa pak?”
Anggota DPR : “Nggak ada pesan error, pokoknya saya ketik
playboy.com di addressnya, nggak muncul gambar
sama sekali.”
Customer service: “Bapak koneksi internetnya pakai apa, dial up,
hotspot?”
Anggota DPR : “Pakai gambar yg ada tulisan e (maksudnya internet
explorer).”
Customer service: “Maksudku, bapak langganan internetnya pakai ISP apa,
lalu cara koneksi internetnya pakai dial-up atau hotspot, mungkin
settingnya ada yg salah.”
Anggota DPR : “ISP itu apa sih mba?”
Customer service: “Wah ini sih 50 x 2 pak..”
Anggota DPR : “Apa tuh mba?”
Customer service: “CAPE’ DEH!!”

******

Anggota DPR : “Mba’ saya ingin daftar account di yahoo.com
kok nggak
bisa ya?”
Customer service: “Nggak bisa kenapa pak?”
Anggota DPR : “Ada tulisan, paswort is nat long inof, suld bi mor
ten 8 karakter”
Customer service: “Itu maksudnya, password bapak minimal 8 huruf.”
Anggota DPR : “Oooo…oke deh.., saya coba dulu.”
Anggota DPR : “Mba password minimal delapan huruf itu delapannya
pakai angka 8 atau ejaan delapan?”
Customer service: “Maksudnya?”
Anggota DPR : “Saya suda tulis di kolom password minimal 8 huruf,
tapi bingung mau tulis delapannya, pakai angka delapan atau ejaan huruf
‘delapan’.”
Customer service: “Ketik ini aja pak..C Spasi D.”
Anggota DPR : “Apa tuh?”
Customer service: “CAPE’ DEH !!!”

****

Anggota DPR: “Mba’ kalau muter film di laptop, gimana caranya ya?
CS : “Ada dvd playernya kan pak?”
Anggota DPR: “Sebelah mana tuh mba?”
CS : “Disamping kanan, pak. kalau di tekan tombolnya nanti,
piringan discnya keluar.”
Anggota DPR: “Ooooo…. yang keluar itu, piringan disc ya? Udah patah
tuh kemarin.”
CS : “Kok bisa patah?”
Anggota DPR: “Saya kira tempat buat naruh gelas minuman.”

******

Anggota DPR: “Komputer saya rasanya kena virus”
CS : “Virus apa tuh pak?”
Anggota DPR: “Kurang tahu juga, setiap mau cetak ke printer, selalu ada
tulisan kennot fain printer.”
CS : “Itu mungkin salah setting pak.”
Anggota DPR: “Settingnya udah bener kok, kemarin aja bisa nyetak, tapi
sekarang nggak bisa. Saya sudah tunjukkin printernya di depan laptop,
tetap aja dia terus-terusan “searchng printer not found.” Kayanya
webcamnya rusak, nggak bisa lihat printer.”
CS : “Mendadak laper nih Pak, ingin makan tape..”
Anggota DPR: “Lho..kok begitu?”
CS : “TAPE DEH !!!!”

********

Anggota DPR: “Mba, kalau mau baca blognya si artist anu dimana ya?”
CS : “Bapak cari aja di google.”
Anggota DPR: “Tapi si artist anu nggak kerja di google kok mba, saya
tahu persis.”

Capeeek deeehhh….. ……… …. !!!!


#36

gour | 27 03 2007 @ 17:11:54

denger2 pembelian laptop 21 juta dibatalkan…hmmm termasuk kabar baik nggak ya?


#35

sluman slumun slamet | 27 03 2007 @ 14:58:00

hahahahaha emang anggota dpr bisa nyalain laptop!
hahahahahahahahaa
hahahahahahaha


#34

Qky | 27 03 2007 @ 13:39:44

asal jangan laptop canggih itu buat editing clip mesum aja, yak, paman… oops :P


#33

Pitra | 26 03 2007 @ 20:50:44

21 jt.. hihi.. biar gaya, semua anggota DPR ntar pada nenteng Vaio semua.. Bisa gaya, ga bisa pake.

Sekalian aja dibonusin tas laptop yg tebel berlapis bulu, supaya bisa jadi bantal kalo bobo pas sidang.


#32

-tikabanget- | 26 03 2007 @ 16:43:35

kalo ndak ada DPR, endonesa gimana ya.


#31

Vina Revi | 26 03 2007 @ 16:21:21

dikomporin aja bahwa ada laptop yang harganya 100 juta!pasti tar para anggota DPR pada mikir: kenapa juga gw mau dengan yang ‘cuma’ 21 juta,ya?
karena rata2 mereka masih pada tolol,kan?


#30

kwak kwik kwek | 26 03 2007 @ 13:37:53

Senang deh baca blogombal hari ini..:-))


#29

Biho | 26 03 2007 @ 13:32:59

tikus-tikus di gedung…
diam-diam merapat
datang seekor lawan gulat
hap mau diedit pake laptop


#28

kw | 26 03 2007 @ 12:19:48

bosan paman dengeri ulah mereka. semuanya nyaris mirip koruptor busuk! nyari keuntungan untuk sendiri dan kroni. bubarkan aja mereka paman. aku dukung!


#27

Charly Silaban | 26 03 2007 @ 12:09:13

Kalo liat keping2 seperti ini jadi keingat sama maskapai penerbangan baheula, “Sempati Air”. Pertama kali saya berjumpa sistem beginian dr mereka. Pelayanannya top dan jadi favorit. Sayang sudah entah kemana.

Tentang laptop, kurang ajar memang!
Lah saya yang berkutat dengan komputer saban hari aja msh berjuang untuk mendapatkan sebuah laptop dengan hasil keringat sendiri. Lah para sontoloyo itu dengan enaknya dapat laptop dengan ngerampok duit rakyat.. Sialan bener !!!


#26

venus | 26 03 2007 @ 11:46:41

dasar tikus!! sing waras ngalah saja, paman :(


#25

ndahmaldiniwati | 26 03 2007 @ 11:08:26

ga’ tau dgn cara apa agar anggota DPR itu mau sedikit SADAR DIRI tugasnya sbg perwakilan RAKYAT. Mgk kalo perumahan mreka tertimpa UFO & alien ngencingin mreka rame2 ampe kelelep ka’ porong baru mreka ngrasain susahnya jd RAKYAT;(


#24

andrias ekoyuono | 26 03 2007 @ 10:28:28

lumayan kan pakde, sambil sidang tapi tetep bisa liatin laptop untuk nge-game atau ngelihat 3gp. Kalo disuting TV kan keliatannya serius n gak ngantuk, padahal…


#23

diena | 26 03 2007 @ 10:14:53

gile…
wakil rakyat ko kaya gni..

takut kesaingan ma tukul ya
para anggota hewan…

masa beli laptop aja mesti pake uang rakyat?
emang ga cukup apa gaji dewan yg gede itu…apa ga cukup pula dengan berbagai macam tunjangan????

ow…
wakil rakyat ini..
mw pada liat film porno kale…
sambil chating juga..

hah…payah…

dah kacau dech..

udah..”kita kembali ke laptop”


#22

beta | 26 03 2007 @ 9:57:08

Halo paman,

akhirnya aku nemu fotomu nih.. Hehehe..


#21

Aspal | 26 03 2007 @ 8:17:56

Akhir-akhir ini laptop lagi naik daun

Laptopnya Tukul,
Laptopnya DPR
terakhir Unyil muncul lagi dgn nama “Laptop Si Unyil”

Ada gak yg mau bikin blog Laptop :P


#20

galih | 26 03 2007 @ 7:42:52

laptop atau notebook? apa bedanya yah….


#19

johnherf | 26 03 2007 @ 7:07:03

Poli-tikus kita paham betul keadaan sekarang karena inilah saatnya kembali ke laptop!
Setali tiga angpao dengan Tukul Arwana berlaptopria, anggota DPR pakai laptop untuk memandu, menuntun dan mengarahkan poli-tikus di sidang DPR. Demi ketertiban. Moga-moga enggak ada lagi yang tidur pulas sekali.
Jadi, masing-masing anggota DPR wajib bawa laptop biar gampang baca pertanyaan atau komentar yang terpampang di laptop. Wah, bakal ramai dan seru nih, ….


#18

Tresno | 26 03 2007 @ 3:28:07

emang mereka bisa pake laptop yach?
paling ntar dijual lagi!


#17

kardjo | 25 03 2007 @ 20:00:07

jangankan lap-top, lap-meja aja harganya 600 ribu per buah……


#16

everton | 25 03 2007 @ 17:35:55

anggota dpr —> punya banyak akal maling buat mengail uang negara, laptop ? hmmm…


#15

wandira | 25 03 2007 @ 16:34:57

katanya itu laptop untuk masing masing staf ahli nya, buat ngitung penjumlahan 75 + 25 .. cape deh !!


#14

oon | 25 03 2007 @ 16:17:41

kutukan gusdur menjadi kenyataan ya pak de…dpr tak lebih hanya anak tk kolokan, mbok pak de menyediakan waktu sedikit buat nepuk² pantat mereka…hiks…ato dah gak perlu kerena mereka sudah terlena & lelap sendiri…jadi lupa rakyat yang diwakilinya sengsara :(
*hiks..panjang nian komenku


#13

Anang | 25 03 2007 @ 15:23:02

biar ga ngantuk kali pas rapat bisa mainan solitaire atau pinball.. alah paling itu aja software yang bisa mereka gunain? ya gak paman?? setuju kan??


#12

Trisno | 25 03 2007 @ 14:29:13

setuju dengan #10 plus biar bisa diedit,dikasih sound effect biar keren


#11

didats | 25 03 2007 @ 14:01:10

biar keliatan kredibel dan bonafit.
hihihi…


#10

irwin | 25 03 2007 @ 12:40:26

Supaya liat 3gp lebih jelas :))


#9

nila | 25 03 2007 @ 12:24:04

staf pribadi teuteup perlu…buat jinjing2 leptop…..
gaptek aja kho menta leptop


#8

dobbyf | 25 03 2007 @ 11:22:26

anggota DPR mau bikin jurnal kegiatan lewat blog sambil rapat, makanya masing2 perlu laptop.


#7

laksono | 25 03 2007 @ 11:18:39

mungkin para anggota hewan yang terhormat ini eh dewan mau belajar ngeblog paman jadi ribut beli laptop.
barang kali nanti paman diminta jadi instruktur ngeblog

* hayah *


#6

babunegara | 25 03 2007 @ 10:39:14

kandani para anggota depeer itu iri sama thukul kok pakde….

“kembali ke laptop!”


#5

anakperi | 25 03 2007 @ 8:46:45

wah, mau ngemis aja kok harus jadi anggota DPR dulu ya, man?
apa kebanyakan “gitu aja kok repot…”, ya?
mbok kalo minta itu bantal tiup, jelas gunanya sesuai gaweyannya…


#4

rendy | 25 03 2007 @ 7:10:27

kan ngga mau kalah sama tukul


#3

warta gerilyawan | 25 03 2007 @ 5:01:47

mungkin para wakil rakyat itu dapat bocoran kalo paman sedang merealisasikan lomba koran koranan rak mutu sehingga mereka sebagai wakil paman di parlemen merasa tertarik dan melihat prospek kedepannya, serta ingin berpartisipasi sebagai wujud eksistensi diri. cari laptop yang bisa buat photoshop, corel, 3dmax, dsb. mungkin kalo lomba koran koranan ini sukses mereka mau ngajukan anggaran buat beli plotternya sekalian…


#2

junthit | 25 03 2007 @ 2:54:34

Yang jelas punya Laptop jadi nggak ngantuk klo sidang.
Banyak game,bisa chating..


#1

Aryo Sanjaya | 25 03 2007 @ 2:26:51

Ini yang konangan loh pak, belum yang tertutupi. Maunya sekalian pamer adanya usaha peningkatan mutu anggota dewan, malah nunjukin kebodohannya. Laptop 6-10 juta sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.