Selamat Jalan, Pak Chrismansyah
Kami tak tahu bagaimana di sana, tapi semoga baik saja adanya.
Di sini kami memelihara jejak yang Anda tinggalkan.
Jejak dari suatu masa ketika alat musik dan teknologi perekaman belum semaju sekarang.
Jejak lama dari awal karier Anda dan teman-teman Anda yang menjadikan proyek musikal sebagai penyalur gairah berekspresi tanpa banyak memikirkan sukses berupa uang berlimpah.
Jejak lama ketika pilihan media masih terbatas, dan yang namanya TVRI tak ma(mp)u menampung musik yang melenceng dari kalaziman pasar saat itu — kecuali untuk selingan.
Pun jejak lampau ketika tak (semua) stasiun radio (apalagi di kota-kota kecil) yang mengaku menyukai lagu Indonesia pun tak sudi memutar musik tertentu dengan alasan pendengar tak akan suka, lagi pula durasinya terlalu lama — bahkan pembajak kaset pun waktu itu enggan menyambarnya karena mereka yakin itu tak bakal laku.
Kini ketika pilihan bermedia kian kaya, tapi jejalan multimedia juga kian sesak, lagi pula orang terbiasa dengan klip tiga menitan, sehingga akan lelah oleh intro dan interlud yang bertele-tele, jejak itu masih layak disimak…
Jurang Pemisah
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Dari puncak bukit megah Ini
Sejenak pandangku terlempar
Nun jauh di lembah di bawah sana
Terpisah dalam dan curamnya jurang*
Di sana sobatku berkumpul
Bergumul dalam liatnya lumpur
Merangkak mencari jalan keluar
Terhuyung tersandung
dan jatuh lagi
Bilakah saatnya
Kau datang dan berkumpul
Di bukit megah ini
Album: Jurang Pemisah, 1977
Komposer: Yockie Soeryaprajoga
Vokal & bas: Chrisye
Lirik: James F. SundahNB: Supaya tidak bikin tekor bandwidth saya, silakan comot ini. Terima kasih.
Pernah terkabar, saat sakit masih mendera Anda mencoba bangkit, ikut lantunkan Chopin Larung.
Chopin Larung
Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.
Album: Guruh Gipsy, 1976
Komposer: Guruh Soekarnoputra
Vokal & bas: Chrisye
Lirik: Guruh
NB: Supaya tidak menggerogoti bandwidth saya, silakan datang ke sini. Terima kasih.
25 Responses to Selamat Jalan, Pak Chrismansyah
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012Ada saja cara membangun suasana spasial kedai agar tetamu mendapatkan kesan mendalam. Misalnya ala modiste, dengan mesin jahit dan baju baru terpajang. Lho, bukannya kalau kita bertandang dan makan di tempat tetangga atau saudara yang pe... […]postyorous menerous »»»
- Bersantap Bersama Mesin Jahit May 21, 2012
Cicitcuit!- @memethmeong banyak hal nggak terduga kok tentang pakdhe @mbilung | @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 mbakdos (Agatha N. Ardhiati)
- @mbakdos pakde pake jaket kulit? @mbilung @imanbr @ndorokakung @pamantyo May 23, 2012 memethmeong (medina wulandari)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Dua Ekor Ikan Senja di Jembatan Cisadane
November 22, 2007 by AntyoTAMPARAN PENGINGAT DARI DUA KENALAN BARU.
Dua ekor patin besar tergolek amis dalam keranjang. Didapat magrib tadi, kata Fathoni. Joran di ujung masih tersandar di pagar jembatan. Senar terulur, mata kail di bawah berharap hampiran ikan, ujung galah di atas mencoba menyapa rembulan.
Hanya dua ekor. Sejak senja. Dan hari sudah berganti.
Masih [...]
Recent Comments
Eka» Jadi inget waktu masih kecil.. =( Sekarang udah jarang banget perahu othok2 ini.. hiks hiks.. =(
MY.O.Bz» ayo kunjungi situs kami yg akan memberi segala informasi yg anda butuhkan.. blog terdasyat di tahun 2012… yg paling penting akan diajarkan bagaimana mencari uang dengan blogspot secara GRATIS!! sekali lagi GRATIS!! kunjungi dan buktikan situs kami.. anda bisa mencotoh bagaimana...
obat alami jantung» bagus sekali artikelnya pak , semoga artikelnya bermanfaat bagi semua orang dan berguna :) sukses selalu iyah pak .
motorselow» wah memang mereka kepalanya sudah dari batu. gitu juga hatinya. ngatasin nya ya dengan air dari kehangatan kita
Cara Bisnis Pulsa» Kusimpan buat nambah pegetahuan..
Recent Trackbacks
- agcgoblog.info: Mainan Jadul,Perahu Kaleng Othok-othok
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)







hi…
great post…
PianoFan…
Hello :) I bookmarked this blog. Thanks heaps for this!… if anyone else has anything, it would be much appreciated. Great website HOT Piano Links http://www.klavier.m256.net…
Saya hanya bisa bilang
Innalillahi wa innalillahi roji’un
semoga Alloh menerima Chrismansha di pangkuan-NYA
Sangat sedih mendengar kepergian penyanyi dan penyair kesayangan saya. Walaupun tidak pernah bersua semasa sama2 tenar di Indonesia, kreasinya selalu saya banggakan. Lagu2 nya selalu saya dengar diperantauan agar mengenang masa indah di Jakarta. Selamat jalan kawan Chrisye!
Saya sedih aja…,
hr ini jg masih sedih..,
walo yakin bgt,
badai pasti berlalu…
Dunia “sana” seems lebih menyenangkan dari dunia “sini”. Chrisye udah lepas dari penderitaan and that’s good for him. Yang sedih pasti keluarga dan sahabat2 yg ditinggal, tapi someday kita semua akan ketemu lagi and that’s the good and hopeful news! :)
pengumuan…
pak puh tyo lagi pelit.
INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJIUN
Mohon ;kalau ada yg punya alamat beli nasi bogana di tg duren;karena butuh 100 bungkus untuk sedekahan nih
terima kasih
Inna lillahi wa’inna ilaihi rojiun.selamat jalan om crisye…
tau ttg lagu2 om krisye,waktu jaman2 smp.waktu itu bingung,ngeliat video klipnya.soalnya kok “kaku” gitu ya.cuman diri2 doang aja hihihi.ternyata memang itu ciri khas dari alm ini =).minim gerak,tapi dasyat di lirik dan suara.
semoga arwah nya diterima di sisi-Nya,dan keluarga di tabahkan se-tabah2nya.-amien-
Pak Puh, saya ndak punya akun multiply, titipin di box.net ato rapidshare aja, terutama yg jurang pemisah. (saran loh, thx)
“mengering sudah.. bunga di pelukan, merpati putih berarak pulang, terbang menerjang badai..”
“awan hitam… di hati yang sedang gelisah
daun-daun berguguran.. satu-satu jatuh ke pangkuan..
ku tenggelam sudah ke dalam dekapan
semusim yang lalu, sebelum ku mencapai langkahku yang jauh…
kini semua bukan milikmu, musim tu tlah berlalu, matahari segera berganti..”
Selamat jalan bung…
Chrsye tetaplah Chrsye yang tak bisa digantikan oleh siapapun.
Merpati putih, Chopin Larung, Lagu Puth, Melati Suci, Zamrud Katulistiwa, Natali, Smaradhana.. semuanya.. tetap tinggal di hati dan komputer saya!!
Baru saja sedikit baca2 biografinya. Well, saya sih suka album Badai Pasti Berlalu terbaru. Terutama lagu Khayalku yang turut melibatkan Ronald dan Thomas.
Btw, bisa bagi2 album BPB yang lama gk om? :D
Innalillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun..
Alm.Bung Chrisye adalah pemusik legedaris selama 3 dekade (1976-2006)
yang tdk pernah ditinggal oleh penggemarnya..Teringat saat sy kuliah di tahun 1978..album “Badai Pasti Berlalu” dan “Sabda Alam” selalu menjadi hit di kampus…So You Are The Greatest..Never Endless..
Good Bye My Friend..Hope Allah SWT Will Put You Beside Him (Coz You’re Gone On Friday Morning)..Amien.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun..
Selamat jalan pemusik tangguh..
turut berduka cita, buat mas Chrisye
koq baru posting paman, ketinggalan saya nih, baru pulang ngelayat ya??
Cuma bisa ngucapin: met jalan buat chrisye, lihatlah..begitu banyak orang yang menyayangimu. do’a kami menyertai kepergianmu….hiks.
Selamat jalan Om Chrisye. Beberapa bulan sebelum beliau wafat, saya sedang rajin2nya mengumpulkan karya2 lama beliau. Saya suka album2nya pas jaman bareng Om Jockie. Alhamdulillah sudah terkumpul semua kecuali album Nona (1983 ke bawah).Memang karya2 yg sungguh dahsyat.
Turut Berduka Cita
Selamat Jalan Chrisye
Salah Satu Legenda Musik Tanah Air
Turut berduka cita. Oom Chrisye pernah manggung juga di KJRI Hamburg pada HUT RI tahun 2004 (berarti sudah sakit ya?).
indonesia kehilangan musisi besar
:(
aduh, kerasa kehilangan deh
musisi yg sudah melempar banyak sekali lagu :(
innalilahi wa innalilahi ra’jiun. semoga Allah menerimanya chrisye di sisi Nya.
ini lagu kayaknya dibikin ketika anak-anak gang pegangsaan dan yockie masih gandrung genesis. liat deh interlude kibor yang agak-agak bernuansa tony banks.
waduh saya tidak pernah nonton tipi waktu itu paman jadi gak belum tahu lagu-lagu yang dimaksud paman.
aku suka hanya beberapa lagu almarhum: damai bersamamu, matahari, malam pertama.
deadline dah kelar nih ceritanya?
Innalillhai wainna ilahi rajiun. Saya merasa kehilangan. Semoga malaikat tak sempat bertanya tentang dosa, sebab ia begitu baik dan menghibur kami di sini.
Amin.
Turut ber-bela sungkawa, in memorian : Waktu SD klas 3, untuk pertama kalinya nyobain isi acara 17-agust-an dengan nari dari lagu bliau Hati yang berbunga..kala pandangan pertama… oh Tuhan tolonglah aku cinta, aku cinta diaaaaa.. sosok musisi yg paling cocok dipasangin ama musisi sapa aja.. Slamat jalan p’chris, smoga Anda mendapat tempat yg Indah disisi-Nya
fans berat dia rupanya. turut berduka paman. selamat jalan chrisye. di”sana” konon gelap, sempit, pengap, dan banyak malaikat cambuk api yang selalu siap melumatkan kulit. ini andai yang meninggal orang macam aku paman :)