Musik, Buku, Celoteh
KESENJANGAN GENERASI, HARUSKAH DIPERSEMPIT?

Saya pelihara prasangka itu, dan sering terpatahkan oleh bukti sehingga Day, anak saya, tertawa. Saya juga tertawa — lega rasanya jika kekhawatiran terbantahkan. Setiap kali mendapati CD musik — Indonesia maupun asing — yang memuat kode nada sambung pribadi (NSP), saya selalu curiga bahwa lagunya ndak enak. Ternyata belum tentu. Lagu yang mengabaikan NSP seringkali juga menjengkelkan.
Tapi harus diakui, musik yang bagus sering terlewat dari NSP operator selular. Para pembajak dan penjaja di jembatan penyeberangan pun sama anehnya.
Mereka itu tak mau membajak CD yang baru ada di Amazon, yang kalau masuk Indonesia harganya di atas Rp 200.000. Tapi CD Rp 70.000 ke bawah malah dibajak ramai-ramai.
Mereka itu kalau ditanya CD tertentu akan balik bertanya, “Ada di MTV nggak, Bos?” Sama anehnya dengan orang yang menganggap di luar i-Radio tidak ada lagu Indonesia yang enak (dan atau bagus).
Di luar keanehan pedagang bajakan, urusan dengaran adalah pasal kesenangan. Apa yang menurut orang lain norak, katro bin ndesit, kadang bagi saya malah enak — bahkan bagus.
Begitu pula terhadap anak-anak saya. Merdeka, silakan pilih musik apa saja. Ada yang cocok di kuping bapak dan anak, ada pula yang tidak.
Itulah sebabnya saya pernah meledek teman sebagai pemformat anak, padahal dia hanya merasa berkewajiban memperkenalkan musik bagus kepada anaknya. Maka dia anjurkan kepada saya untuk menghadirkan Portishead, agar anak saya membanting CD Tika.
Saya hanya tertawa. Bagi saya Tika oke kok. Influence itu soal biasa, seperti halnya influenza. Bagi saya, biarlah anak-anak memilih musik dan bukunya sendiri.
Saya dulu, waktu masih bocah dan remaja, juga kurang sreg dengan piringan hitam Nana Mouskori dan kaset Matt Monroe milik ibu saya. Saya juga belum dapat mencerna pelat Albinoni dan Bach punya bapak saya. Orangtua saya menganggap musik kesukaan saya itu aneh, bising, menyiksa telinga. Yah, generation gap.
Soal bacaan, akhirnya saya biarkan mereka memilih sendiri. Raras, si bungsu, rela menabung untuk membeli buku dan CD yang disukainya. Itu lebih baik daripada menerima drop-dropan padahal tak mereka inginkan. Dengan membeli sendiri lebih ada rasa memiliki. Tiada dikte dari ortu.
Dalam perjalanan waktu, bisa saja anak-anak lebih maju: “Baca ini dong Pak, bagus lho.” Saya yang bertambah tua akhirnya tertinggal, tak sanggup mengikuti.
Tadi pagi di kamar Day saya temukan buku milik perpustakaan sekolahnya. Belum sampai terjadi diskusi isi karena saya belum membacanya. Tapi ada yang lebih penting, yang mestinya bisa diterapkan di Indonesia, dan pernah saya singgung di blog lama.
Soal apa? Penerbitan buku untuk pemula. Ada versi ringan, hasil penuturan ulang, untuk pembaca awam seperti saya. Pengemasan ulang disesuaikan dengan kemampuan berbahasa, tepatnya: penguasaan kosakata.
Di Indonesia, mengikuti Barat, buku-buku komputer sudah melakukannya sejak lama. Mestinya buku fiksi juga.

Saya lupa berapa patokannya, kalau tak salah Reader’s Digest edisi Amerika dulu mengandaikan mayoritas pembacanya mengantongi berapa ribu kata.
Malah kantor berita asing, dan majalah berita asing, yang ditujukan untuk orang yang bisa berbahasa Inggris, dulu secara periodik merevisi daftar kata sulit yang harus dihindari oleh wartawannya, sesuai segmen produknya. Sekarang tampaknya masih.
Di negeri yang melek baca, ada kesadaran bisnis nan edukatif untuk menghadirkan sesuatu yang ringan sebagai pengantar. Dalam masyarakat macam itu, kehadiran CD berisi ratusan intro lagu klasik, untuk pengenal (“O, ini to yang namana Fur Elise?”), bukan sebuah aib.
Kita? Menyukai yang ekstrem. Ringan renyah sekalian atau berat mumet sekalian. Ringan dianggap remeh, berat dianggap intelek. Saya sih dari sononya memang intelek lencung.
15 Responses to Musik, Buku, Celoteh
Leave a Reply Cancel reply
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Dering Telepon Landline February 10, 2012Suatu hari fixed-line kantor berdering berkali-kali. Mirip kantor betulan! Binis adalah krang-kring. Seperti dalam film lama. Tetapi kini orang kantoran makin sering berponsel. Langsung ke tujuan. Tarif lebih murah. Di rumah pun telepon kabel tak seaktif dulu. Selain untuk memesan gas dan air galonan, telepon untuk interlokal. Mungkin semakin jarang keluarga […]antyo
- Dering Telepon Landline February 10, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 glennypy6 (Glenny Jonathan)
- RT @cho_ro: Jadi social smoker itu karena gak ada obat mati gaya. masalahnya dari social smoker ke pecandu itu tinggal selangkah ~ @pamanTyo February 10, 2012 hollowayzr4 (Holloway Wharton)
Recent Posts
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
- Salah Sendiri Kenapa Ndak Bisa Basa Énggris! :(
- Mencari Zebra di Zebra Cross
- Nyanyian dari Dapur
- Semangat Startup, Kelambanan si Mapan, Kebebalan Karyawan
- Apa Kabar Bloggers Indonesia?
- Masker Jakarta
- Pemomong Anak dan Keluarga Muda
- Blog Foto yang Bertutur
- Orang Tua Ngebom Tembok
Archives
Random Posts
Siapakah Orang Pintar Zaman Sekarang?
June 26, 2008 by AntyoMUNGKIN JUSTRU ANDA SEMUA YANG PINTAR.
Ya, siapa yang disebut orang pintar selain yang doyan jamu? Ahli telematika eh multimedia? Pencipta Blue Energy atawa Banyu Geni? Penyumbat semburan lumpur Lapindo di Sidoarjo? Permadi, Mama Lauren, Ki Joko Bodo? Saya mencoba merumuskan itu semua gara-gara sebuah liflet tentang bahan pencampur bensin.
Tidak, saya tidak akan [...]
Recent Comments
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
pasang iklan baris gratis tanpa daftar» artikelnya bagus,,,thank’ s ya , salam kenal & bai yang mau Pasang Iklan Baris Gratis | Pasang Iklan Online
Recent Trackbacks
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
- gak daftar, gak kursus, tapi dapat Sertifikat: Iwan Abdurrahman
- Kepingan Kakap Paling Pojok: Polisi Tidur
- NGENDONESIA: Yang Namanya Korupsi
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (132)
- Lihat Baca Dengar (87)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (398)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





px kode lgu incubus ga? atw kotex audio slave jdlx like a stone
zz,,ok lah bwt kaum2 yang g ngerti tentang buku
does amazon ship to indonesia????????
JAWABANNYA: YES !
Lha, buku-buku U2 punyaku beli dari semua kok.. ;)
Iyalah pakdhe, justru yang murah2 itulah yang dibajak, karena segmen orang yang berminat CD-CD mahal tentulah orang yang gak berminat beli bajakan.
kalau anakku lagu uro2 buat boboknya..teteup, lagu2nya sonora, kalau bosen palingan juga lagunya manthous, nyidam sari..haha
Dan dahulu, aku dijejali lagi “The Sound of Silence” oleh ayahku.. hik hik hik..
Masih SD dijejali lagu ribet kayak gitu?
ide bagus soal versi pemula, supaya mempersempit kesenjangan intelektualitas. banyak orang pintar dengan titel berderet2, tapi pintar buat diri sendiri saja. seakan2 semua orang harus jadi doktor untuk memahami tulisan seorang doktor. akhirnya orang malah jadi malas baca..
does amazon ship to indonesia????????
memperdengarkan musik klasik pada janin & bayi itu termasuk memformat selera musik anak nggak?
anakku pas di perut dan bayi, dengernya ga cuma klasik, tpai juga rock & dangdut. soalnya emaknya ini ngidamnya film India sama dangdut :D
Ada versi ringan, hasil penuturan ulang, untuk pembaca awam seperti saya. Pengemasan ulang disesuaikan dengan kemampuan berbahasa, tepatnya: penguasaan kosakata >>> waktu kecil dulu saya suka baca karya2nya Mark Twain, Jules Verne, bahkan “Little Women” yang dikomikkan di Album Cerita Ternama. Bagus juga kayaknya kalo diterbitkan ulang.
kesenjangan generasi gak perlu ada! kesenjangan sosial yang harus dibinasakan!
lha kata mbah hermawan kerja-aja sampeyan ini punya sense of differentiation.. alias sak karepe dhewe..
tapi yo ben
JUSTRU ITU YANG ASYIK
mau tanya paman: “intelek lencung” itu artinya apa ya? kalau “telek lencung” saya tahu, baunya juga saya familiar…
bacaan yang klop sama anak cuma donald bebek. sepakat soal untuk tidak memaksa kuping dan bacaan anak.