ABG Membership Masuk ke Auto Bridal
IKLAN BARIS: SALAH SATU POTRET KEBAHASAAN KITA.

Libur Sabtu, cuma sarungan, bisa bangun siang, alangkah nikmatnya. Saya nikmati teh melati, buka Koran Tempo, Kompas, dan The Jakarta Post. Karena tak ada berita menarik, saya baca iklan saja, terutama iklan baris.
Dari KorTem tak ada iklan menarik. Dari Kompas dan JP sama saja. Tapi nanti dulu, ternyata apa yang dalam keseharian nan sibuk itu biasa, ini hari jadi menarik.
Misalnya tentang jual-beli membership untuk klub golf. Bukan hal baru. Itu ada sejak dulu ketika keanggotaan berbayar dipasarkan, bahkan jadi iming-iming yang dijual oleh para tenaga penjualan.
Menjadi menarik, dalam bayangan saya, adalah bagaimana menjelaskan hal ini kepada orang kebanyakan? Cuma keanggotaan kok bisa dihargai senilai mobil.
Apa boleh buat, selalu ada jarak pemahaman antarkelompok dalam sebuah masyarakat. Tak semuanya dengan mudah terjelaskan kepada orang yang tak segolongan.
Dalam barisan tak segolongan itu, untuk kasus golf, tentu saja termasuk saya. Artinya saya sekelas dengan suruhan Pak RT yang tadi mengantarkan tagihan PBB.
Lalu saya tengok iklan lowongan. Banyak penyedia pekerjaan yang mencoba meyakinkan peminat bahwa perusahaannya memang layak untuk dimasuki. Maka penyedia lowongan pramusaji pun bekoar “bukan untuk orang biasa”.
Kebukanbiasaan apa yang dijanjikan? Saya mencoba berpikir positif. Selama ini masyarakat kita menganggap pekerjaan pelayan itu kurang keren, tak semapan pegawai negeri.
Tapi lihatlah di kafe dan resto. Begitu banyak pramusaji muda, terpelajar, sigap. Yang cowok berambut jambul kelimis. Yang cewek lebih beragam lagi gayanya. Di Citos itu malah ada kedai makanan Jepang yang pramusajinya memakai wig warna-warni ala (mungkin saja) anak muda Harajuku dan Shibuya.
Sebisanya mereka mencoba menunjukkan pelayanan yang memuaskan. Dari situ tecermin bagaimana manajemen kedai memformat para pegawai dalam etos kerja, suatu hal yang belum tentu berlaku di instansi pemerintah dan bahkan kantor swasta mentereng.
Lantas saya baca iklan layanan pijat: messages from massage parlours. Saya tak paham apa yang dimaksud dengan “ABG” — penggolongan yang juga ditawarkan para germo dalam koran-koran kuning.
Jika ABG berarti teenagers di bawah 17, dan itu terbukti, jelaslah merupakan pelanggaran hukum. Bisnis seks yang melibatkan anak-anak bawah umur jelas ngawur.
Okelah, itu cuma trik promosi dagang. Bahwa yang mengetuk pintu hotel ternyata wanita usia 28 yang sok imut, itu risiko pemesan — misalnya mengganti ongkos taksi setelah menolaknya. (Hayo, pasti ada yang mau komentar…)
Kekacauan istilah ABG, tanpa batasan umur yang jelas, bagi saya itu sekadar meneruskan tradisi organisasi kepemudaan — termasuk organisasi ekstrauniversiter pada masa lalu.
Tak jelas apa batas usia “pemuda” dan “mahasiswa”. Oom-oom mengurusi organisasi pemuda. Dulu mereka yang sudah sepuh memimpin perhimpunan mahasiswa, dan saya berharap semoga para ketua itu sedang mengambil S3 supaya tetap berstatus mahasiswa.
Dunia bisnis, dan pemasarannya, adalah dunia permainan kata. Maka jangan berkerut kening kalau ada “auto bridal“, menyusul “salon mobil”.
Anggap saja itu sejenis perkembangan layanan spa, dari kaki gunung berpindah ke salon kecil, dan akhirnya ke panti pijat pria di kawasan bisnis. Itulah spa pria yang memunculkan guyon, “Ati-ati kalo ke sana. Bisa ketemu client bahkan the boss!”
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Tutup Warung dan Warung Tutup
February 27, 2007 by AntyoKADANG SAYA KEHILANGAN WARUNG.
Sebetulnya bukan urusan saya. Ketika sebuah warung tak buka lagi, saya tak perlu merasa dirugikan. Tentu dengan catatan: sepanjang masih ada warung lain.
Warung yang saya maksud bukan warung makan. Tapi toko atau kios kelontong kecil. Saya tak tahu penyebabnya, tapi kadang ada rasa sayang (Jawa: ngeman) dalam diri saya [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





Djangan2 kitaorang perna bole ketemoewan di mangdoe boeng kemploe ? Hahahahaahahah…!!
Koeaing!
Apa hobbynya paman tyo memang begitu> Pura-pura lihat iklan ABG tapi ingin nyoba. Betul nggak
Hati-hati kepada ABg janan serin nonton Filim Sex nanti terjadi kebengkakan Perut jadi was-was okeydehbanyak nanti anak-anak terbuang karena tidak tanggung jawab silaki-laki jangalah harga diri Mu dan harga diri Orang tua kita juga Capedeh gomon Kepada orang ABG ini kepada orang sekolah batasi masa Sekolah mu agar janan sampai kena hamil.
Bisnis seks yang melibatkan anak-anak bawah umur jelas ngawur.”
kalau di atas umur, tidak ngawur, kan?
saya dan sampeyan..ABG pak de
Atas Bawah Gondrong ! :p
sik sik… baru mau bayar PBB?? weh!!!!
Paman, kok Kompak ditutup? Duh sedih nih, saya pasti ngangenin si Pus bandel yang ada di kolom Langkah-langkah (walopun belakangan udah jarang muncul ya si Pus-nya?). Gimana kalo buat majalah tekno yang baru lagi aja paman? plus tetep dengan bahasa yang sederhana dan nyastra itu :)
Paman bikin koran sesemangat majalah keren itu aja yuk, saya mau dibajak (liat kanan kiri)
paman komputeraktip tutup yak? turut berduka paman :)
kalo nolaknya pake ganti ongkos ojek gimana paman?
lha cola aja buat nyuci mobil
kok mau-2nya juga untuk cuci perut kita..!!
sungkem pak puh..
OOT nih Paman, kalo komputeraktif dan snap udah bener2 berhenti, Paman jadi blogger fulltime aja yah? hehehehe