<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Institut Penganiayaan Dalam Ngeri</title>
	<atom:link href="http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/</link>
	<description>catatan ringan angin-anginan</description>
	<lastBuildDate>Thu, 09 Feb 2012 05:28:30 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
	<item>
		<title>By: Negarawan</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-3/#comment-266600</link>
		<dc:creator>Negarawan</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 13 Dec 2008 20:30:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-266600</guid>
		<description>Yang jelas, kalau stan memang pintar-pintaer, kenapa harus takut ikut tes cpns lagi?
takut ketahuan kalo ga kompeten?
atau...?
katanya lebih baik dari ptn ato pts, tapi qo komentarnya seperti tersimpan nada ketakutan yahh..
lihat komentar-komentar kalian di atas?
benar kah pintar?
dasarnya darimana dong?

perhatikan kenyataan ini.

ptn atau pts ketika menerima mhsiswanya ada tes, ketika mhswanya lulus, dia mau ngikut jadi pns, di tes juga.

lalu bandingkan dengan ini..

ptk, termasuk stan juga sama, tes jadi mhs di tes. tapi ketika lulus tidak di tes lagi.. hayooo...
kalaupun ada dpjtk2, tesnya mudah qo, anak sma saja bisa.
jangan bohong deh, aku juga lulusan stan 2006, skg penempatan di kpp pratama manado.

intinya begini.

sungguh ironis saya melihat rekan2 stan sekarang jadi pada sombong, hanya karena tidak perlu tes cpns. jadi arogan seolah-olah mereka paling pintar.
ini mengecewakan..
pantas saja mpr dan dpr menilai alumni kita yang sekarang  tidak punya kompetensi yang kuat.

sedangkan bagi ptn pts, saya akui benar ada ketimpangan dalam hal ini.
kami yang berjiwa santai, yang sebenarnya dalam hal iq, banyak yang kurang, telah menyerobot kesempatan teman-teman ptn dan pts. 
aku akui kerjaan kami di kpp pajak, tidak lebih dari kerjaan anak sma.
gaji kami besar, tapi kami ngotot minta gaji besar.

jadi ingat ade2 stan, kalian harus menghargai teman-teman ptn ato pts non kedinasan.
perjuangan, pengorbanan, penikiran, etos kerja, dan kemauan untuk bersaing sangat tinggi.

sebenarnya, aku juga kuatirm seandainya stan harus ikut tes cpns seperti rekan ptn atau pts, banyak yang gugur..
secara pribadi, saya mengakui hal tersebut..

jadi mari kita objektif saja..
apa stan sekarang takut bersaing?
atau ptn dan pts yang lebih mampu untuk bersaing?

saya berharap jalur penerimaan pegawai di semua departemen, tidak di dominasi hanya dari ptk terkait.
negeri ini milik rakyat, seharusnya tidak ada pengecualian, tidak ada keistimewaan.
hal seperti ini justru akan membawa kepada kehancuran.
terimakasih untuk membacanya..]
mari kita berharap agar pemerintah memperbaiki kinerja dan sdm aparatur negara kita. dimulai dari recruitment pns secara adil, tanpa peduli apakah dia lulusan sekolah kedinasan, ptn atau pts.
negara ini milik rakyat.
kembalikan pada rakyat.
jangan ada lagi rejim yang otoriter.

jika sekolah kedinasan memang lebih unggul dala \m semua hal, kenapa penyelenggaranya takut jika mahawiswanya harus ikut tes cpns lagi seperti rekan lain?
apa mereka takut ketahuan karena outputnya ngaco?
lantas kenapa harus takut..

bagi anak didik sekolah kedinasan juga jangan sok, jngn ngoyo, kita sudah bersyukur bisa mendapatkan sekolah gratis.
itu sudah lebih dari cukup.
kenapa harus menuntut untuk di jadikan pns lagi?
kenapa harus takut jika harus tes cpns lagi?

berhati-hatilah...
takut itu tanda tak mampu...
dan sebagai penutup, bertanyalah pada hati nurani kalian masing2..
apa yang terjadi jika lulusan sekolah kedinasan, harus mengikuti  tes cpns seperti ptn atau pts lainnya?
INILAH YANG MEMBUKTIKAN APAKAH SEKOLAH PUNYA OUTPUT YANG BAGUS ATAU JUSTRU PTN PTS YANG MENGHASILKAN OUTPUT SDM YANG KOMPETEM.

KEADILAN..
DIMANAKAH KEADILAN...
DEMI SELURUH RAKYAT INDONESIA, TEGAKKAN KEADILAN DI BUMI PERTIWI.
SEMUANYA SEDERAJAT, TIDAK ADA LAGI KEISTIMEWAAN.

BUKTIKAN DALAM TES CPNS..

SIAPA YANG BERANI????

SAYANGNYA SEKOLAH KEDINASAJN BELUM PERNAH MENGIKUTI TES CPNS, SEHINGGA TIDAK PERNAH KETAHUAN, APAKAH BENAR OUTPUTNYA BAGUS ATAU TIDAK..


KEADILAN, DEMI KEMAJUAN BANGSA INDONESIA.
DEMI ANAK CUCU KITA..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang jelas, kalau stan memang pintar-pintaer, kenapa harus takut ikut tes cpns lagi?<br />
takut ketahuan kalo ga kompeten?<br />
atau&#8230;?<br />
katanya lebih baik dari ptn ato pts, tapi qo komentarnya seperti tersimpan nada ketakutan yahh..<br />
lihat komentar-komentar kalian di atas?<br />
benar kah pintar?<br />
dasarnya darimana dong?</p>
<p>perhatikan kenyataan ini.</p>
<p>ptn atau pts ketika menerima mhsiswanya ada tes, ketika mhswanya lulus, dia mau ngikut jadi pns, di tes juga.</p>
<p>lalu bandingkan dengan ini..</p>
<p>ptk, termasuk stan juga sama, tes jadi mhs di tes. tapi ketika lulus tidak di tes lagi.. hayooo&#8230;<br />
kalaupun ada dpjtk2, tesnya mudah qo, anak sma saja bisa.<br />
jangan bohong deh, aku juga lulusan stan 2006, skg penempatan di kpp pratama manado.</p>
<p>intinya begini.</p>
<p>sungguh ironis saya melihat rekan2 stan sekarang jadi pada sombong, hanya karena tidak perlu tes cpns. jadi arogan seolah-olah mereka paling pintar.<br />
ini mengecewakan..<br />
pantas saja mpr dan dpr menilai alumni kita yang sekarang  tidak punya kompetensi yang kuat.</p>
<p>sedangkan bagi ptn pts, saya akui benar ada ketimpangan dalam hal ini.<br />
kami yang berjiwa santai, yang sebenarnya dalam hal iq, banyak yang kurang, telah menyerobot kesempatan teman-teman ptn dan pts.<br />
aku akui kerjaan kami di kpp pajak, tidak lebih dari kerjaan anak sma.<br />
gaji kami besar, tapi kami ngotot minta gaji besar.</p>
<p>jadi ingat ade2 stan, kalian harus menghargai teman-teman ptn ato pts non kedinasan.<br />
perjuangan, pengorbanan, penikiran, etos kerja, dan kemauan untuk bersaing sangat tinggi.</p>
<p>sebenarnya, aku juga kuatirm seandainya stan harus ikut tes cpns seperti rekan ptn atau pts, banyak yang gugur..<br />
secara pribadi, saya mengakui hal tersebut..</p>
<p>jadi mari kita objektif saja..<br />
apa stan sekarang takut bersaing?<br />
atau ptn dan pts yang lebih mampu untuk bersaing?</p>
<p>saya berharap jalur penerimaan pegawai di semua departemen, tidak di dominasi hanya dari ptk terkait.<br />
negeri ini milik rakyat, seharusnya tidak ada pengecualian, tidak ada keistimewaan.<br />
hal seperti ini justru akan membawa kepada kehancuran.<br />
terimakasih untuk membacanya..]<br />
mari kita berharap agar pemerintah memperbaiki kinerja dan sdm aparatur negara kita. dimulai dari recruitment pns secara adil, tanpa peduli apakah dia lulusan sekolah kedinasan, ptn atau pts.<br />
negara ini milik rakyat.<br />
kembalikan pada rakyat.<br />
jangan ada lagi rejim yang otoriter.</p>
<p>jika sekolah kedinasan memang lebih unggul dala \m semua hal, kenapa penyelenggaranya takut jika mahawiswanya harus ikut tes cpns lagi seperti rekan lain?<br />
apa mereka takut ketahuan karena outputnya ngaco?<br />
lantas kenapa harus takut..</p>
<p>bagi anak didik sekolah kedinasan juga jangan sok, jngn ngoyo, kita sudah bersyukur bisa mendapatkan sekolah gratis.<br />
itu sudah lebih dari cukup.<br />
kenapa harus menuntut untuk di jadikan pns lagi?<br />
kenapa harus takut jika harus tes cpns lagi?</p>
<p>berhati-hatilah&#8230;<br />
takut itu tanda tak mampu&#8230;<br />
dan sebagai penutup, bertanyalah pada hati nurani kalian masing2..<br />
apa yang terjadi jika lulusan sekolah kedinasan, harus mengikuti  tes cpns seperti ptn atau pts lainnya?<br />
INILAH YANG MEMBUKTIKAN APAKAH SEKOLAH PUNYA OUTPUT YANG BAGUS ATAU JUSTRU PTN PTS YANG MENGHASILKAN OUTPUT SDM YANG KOMPETEM.</p>
<p>KEADILAN..<br />
DIMANAKAH KEADILAN&#8230;<br />
DEMI SELURUH RAKYAT INDONESIA, TEGAKKAN KEADILAN DI BUMI PERTIWI.<br />
SEMUANYA SEDERAJAT, TIDAK ADA LAGI KEISTIMEWAAN.</p>
<p>BUKTIKAN DALAM TES CPNS..</p>
<p>SIAPA YANG BERANI????</p>
<p>SAYANGNYA SEKOLAH KEDINASAJN BELUM PERNAH MENGIKUTI TES CPNS, SEHINGGA TIDAK PERNAH KETAHUAN, APAKAH BENAR OUTPUTNYA BAGUS ATAU TIDAK..</p>
<p>KEADILAN, DEMI KEMAJUAN BANGSA INDONESIA.<br />
DEMI ANAK CUCU KITA..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: agung</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-248128</link>
		<dc:creator>agung</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 05:31:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-248128</guid>
		<description>klo nurut saya sih IPDN jangan dibubarin, tapi dipangkas generasinya,karena yang terjadi disana adalah dendam generasi yang kemudian dimanfaatkan oknum2 tertentu yang memanfaatkan situasi seperti itu, angkatan baru harus ditempatkan kampus tersendiri berikut para dosennya juga harus baru,tidak ada lagi pengasuh ( yang asalnya dr senior). Untuk mahasiswa baru juga harus diawasi masa pengenalan/orientasi kampusnya, biasanya dijadikan ajang untuk menanamkan &quot;doktrin2 IPDN&quot;. Dan untuk semua keluarga IPDN harusnya kalian sadar bahwa untuk membentuk jatidiri yang disiplin bukan harus dg kekerasan tapi ketegasan, kalian adalah calon2 pegawai pemda yang nantinya mengerjakan pekerjaan administrasi, yang kalian hadapi adalah kertas2 dan dokumen negara, bukan tentara atau penjahat yang kalian hadapi. jadi ga perlu pake kekarasan ala preman donk. Di pemda ada Pol PP tapi setahu saya pendidikan dasar mereka tidak seliar IPDN, padahal pol pp lah yang pekerjaannya bisa berbenturan fisik dg masyarakat bukan alumni IPDN. Sayang kalo calon2 praja IPDN yg pinter2 dan lugu harus lulus dgn mental rusak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo nurut saya sih IPDN jangan dibubarin, tapi dipangkas generasinya,karena yang terjadi disana adalah dendam generasi yang kemudian dimanfaatkan oknum2 tertentu yang memanfaatkan situasi seperti itu, angkatan baru harus ditempatkan kampus tersendiri berikut para dosennya juga harus baru,tidak ada lagi pengasuh ( yang asalnya dr senior). Untuk mahasiswa baru juga harus diawasi masa pengenalan/orientasi kampusnya, biasanya dijadikan ajang untuk menanamkan &#8220;doktrin2 IPDN&#8221;. Dan untuk semua keluarga IPDN harusnya kalian sadar bahwa untuk membentuk jatidiri yang disiplin bukan harus dg kekerasan tapi ketegasan, kalian adalah calon2 pegawai pemda yang nantinya mengerjakan pekerjaan administrasi, yang kalian hadapi adalah kertas2 dan dokumen negara, bukan tentara atau penjahat yang kalian hadapi. jadi ga perlu pake kekarasan ala preman donk. Di pemda ada Pol PP tapi setahu saya pendidikan dasar mereka tidak seliar IPDN, padahal pol pp lah yang pekerjaannya bisa berbenturan fisik dg masyarakat bukan alumni IPDN. Sayang kalo calon2 praja IPDN yg pinter2 dan lugu harus lulus dgn mental rusak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: odoy</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-187299</link>
		<dc:creator>odoy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 16:04:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-187299</guid>
		<description>senyum simpul dan rendah hati adalah ciri orang yang tidak sombong, berpendidikan dan rendah hati. yang penting jangan berkecil hati dan tetap bangga jadi bagian STPN/IPDN.

VIVA STPDN!!!…

biar orang2 tu telan dosanya sendiri dengan hujat hal2 yang tidak pernah mereka tau dan semoga mereka tidak pernah ngelakuin hal2 bego yang bikin mereka berurusan dengan hukum, karena hukum indonesia (sudah rahasia umum) hanya berpihak pada duit dan opini publik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>senyum simpul dan rendah hati adalah ciri orang yang tidak sombong, berpendidikan dan rendah hati. yang penting jangan berkecil hati dan tetap bangga jadi bagian STPN/IPDN.</p>
<p>VIVA STPDN!!!…</p>
<p>biar orang2 tu telan dosanya sendiri dengan hujat hal2 yang tidak pernah mereka tau dan semoga mereka tidak pernah ngelakuin hal2 bego yang bikin mereka berurusan dengan hukum, karena hukum indonesia (sudah rahasia umum) hanya berpihak pada duit dan opini publik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: odoy</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-187298</link>
		<dc:creator>odoy</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Aug 2008 16:04:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-187298</guid>
		<description>what everlah orang mau bilang apa, biarkan saja dan harus dimaklumi karena mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.toh mereka tidak pernah berpikir (dan sepertinya tidak mau berpikir) gimana klo hal2 yang dialami oleh para tersangka (menurut hukum yang takut pada opini publik) dialami oleh dirinya ato sodaranya.toh kita yang sama2 pernah merasakan hidup di Ksatrian Lembah Manglayang sama2 tau apa yang terjadi diKsatrian kita bukanlah suatu kebiadaban/kekejaman/kekerasan (klo bahasanya media massa) yang disengaja,toh yang namanya ekses negatif dimanapun pasti ada.mari kita do’ain aja orang2 yang menghujat IPDN/STPDN (karena ketidaktahuan mereka) tidak melakukan hal2 bego yang bikin mereka berurusan sama hukum dan buat kita semoga semua yang terjadi bisa jadi pelajaran.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>what everlah orang mau bilang apa, biarkan saja dan harus dimaklumi karena mereka tidak tau apa yang sebenarnya terjadi.toh mereka tidak pernah berpikir (dan sepertinya tidak mau berpikir) gimana klo hal2 yang dialami oleh para tersangka (menurut hukum yang takut pada opini publik) dialami oleh dirinya ato sodaranya.toh kita yang sama2 pernah merasakan hidup di Ksatrian Lembah Manglayang sama2 tau apa yang terjadi diKsatrian kita bukanlah suatu kebiadaban/kekejaman/kekerasan (klo bahasanya media massa) yang disengaja,toh yang namanya ekses negatif dimanapun pasti ada.mari kita do’ain aja orang2 yang menghujat IPDN/STPDN (karena ketidaktahuan mereka) tidak melakukan hal2 bego yang bikin mereka berurusan sama hukum dan buat kita semoga semua yang terjadi bisa jadi pelajaran.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: blogombal : catatan ringan angin-anginan &#187; Blog Archive &#187; Zamannya Sekolah Beriklan</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-142982</link>
		<dc:creator>blogombal : catatan ringan angin-anginan &#187; Blog Archive &#187; Zamannya Sekolah Beriklan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Mar 2008 10:11:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-142982</guid>
		<description>[...] Saya tak tahu apakah IPDN, atau apalah namanya sekarang, perlu sepaket rencana komunikasi, yang muaranya tak hanya iklan di media tetapi juga lainnya. Artinya pengumuman pendaftaran hanya salah satu di antara itu. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Saya tak tahu apakah IPDN, atau apalah namanya sekarang, perlu sepaket rencana komunikasi, yang muaranya tak hanya iklan di media tetapi juga lainnya. Artinya pengumuman pendaftaran hanya salah satu di antara itu. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: antahbarantah</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-108068</link>
		<dc:creator>antahbarantah</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 19 Dec 2007 16:10:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-108068</guid>
		<description>Kepade semue siswe-siswe STPDN/IPDN, yang punye Sifet Penyikse ( utame yang wajeh-wajeh jeleknye yang nongol di teve-teve yang lagi pade mukulin-mukulin Yuniornye, GUE SUMPEHIN LU !!!!!!... BIER DISAMBER FIR&#039;AOOONNN LUUUU !!!!! Daser Bajingen lu pade. GUE SUMPEHIN JUGE LU,... ELU-ELU PADE G BAKALAN DAPET KEBAHAGIAAN DIDUNIA AHERAT LU !!!! Goooooooo,..to HELL !</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kepade semue siswe-siswe STPDN/IPDN, yang punye Sifet Penyikse ( utame yang wajeh-wajeh jeleknye yang nongol di teve-teve yang lagi pade mukulin-mukulin Yuniornye, GUE SUMPEHIN LU !!!!!!&#8230; BIER DISAMBER FIR&#8217;AOOONNN LUUUU !!!!! Daser Bajingen lu pade. GUE SUMPEHIN JUGE LU,&#8230; ELU-ELU PADE G BAKALAN DAPET KEBAHAGIAAN DIDUNIA AHERAT LU !!!! Goooooooo,..to HELL !</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: cinta</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-81905</link>
		<dc:creator>cinta</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Oct 2007 02:36:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-81905</guid>
		<description>inu kencana kacian banget dia pengen jadi rektor tapi gak jadi jadi eh malah merusak nama dimana ia kerja...DASAR INU MANG GILA...ehm,,,tau gak dalam bahasa jepang inu itu berarti ANJING cocok banget dengan orangnya tuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>inu kencana kacian banget dia pengen jadi rektor tapi gak jadi jadi eh malah merusak nama dimana ia kerja&#8230;DASAR INU MANG GILA&#8230;ehm,,,tau gak dalam bahasa jepang inu itu berarti ANJING cocok banget dengan orangnya tuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: jevri</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-69101</link>
		<dc:creator>jevri</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Sep 2007 10:59:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-69101</guid>
		<description>IPDN keren juga</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>IPDN keren juga</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Herdy Prabowo</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-61012</link>
		<dc:creator>Herdy Prabowo</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Jul 2007 05:15:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-61012</guid>
		<description>gitu deh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gitu deh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: deden</title>
		<link>http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/comment-page-2/#comment-56774</link>
		<dc:creator>deden</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jul 2007 01:58:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://blogombal.org/2007/04/11/institut-penganiayaan-dalam-ngeri/#comment-56774</guid>
		<description>Saya tidak merasa paling benar, tapi langkah baiknya masalh pembubaran IPDN kita tanyakan kepada Pengguna/ User yaitu Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Di Indonesia. Jika memang sudah tidak dibutuhkan, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk mengambil keputusan untuk membubarkan STPDN/ IPDN. Terimakasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya tidak merasa paling benar, tapi langkah baiknya masalh pembubaran IPDN kita tanyakan kepada Pengguna/ User yaitu Pemerintah Kota dan Pemerintah Kabupaten Di Indonesia. Jika memang sudah tidak dibutuhkan, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk mengambil keputusan untuk membubarkan STPDN/ IPDN. Terimakasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

