ADA SAJA PEROKOK BARU. KOK BISA YA?

Wanita yang merokok, menurut Raras, anak saya, “Kayak berandal.” Kami tertawa. Kami itu saya, ibunya, dan kakaknya.
Istri saya bukan perokok. Tapi dia bisa kepulkan asap menjadi bulatan donat, dan itu bikin anak-anak kagum. Saya tak dapat melakukannya. Lagi pula cara merokok saya kadang seperti orang terburu-buru, tanpa isapan mendalam, tanpa merem-melek penuh nikmat.
Saya tak tahu berapa populasi perokok di Indonesia saat ini. Jangan-jangan (baca: tampaknya) lebih banyak pengisap baru daripada pengisap yang quit.
Beberapa teman saya sudah quit. Sebagian karena hardikan dokter. Ada juga yang mulai mengurangi rokok, dalam arti di rumah tidak berani mengasap karena anak-anaknya memusuhi.
Larangan anak lebih efektif ketimbang istri. Ancaman anak untuk ikutan jadi perokok kalau bapaknya tak mau stop kayaknya juga manjur. Lebih manjur daripada ancaman istri untuk minta cerai.
Regulasi dicoba untuk diperketat. Bahkan beberapa kantor ketika merekrut tenaga baru mulai menepikan pelamar yang perokok.
Bagaimana memandang itu semua? Saya menganggap orang modern itu tidak merokok — celakanya saya susah jadi modern.
Saya heran jika melihat bule merokok, apalagi ekspatriat, karena kayaknya mereka hepi banget berada di negeri yang longgar bila dibandingkan kampung halamannya, sudah begitu harga rokok sangat murah untuk kantong mereka.
Saya masih heran kenapa masih ada saja wanita muda yang klepas-klepus. Lebih heran, dan yahhh… agak prihatin juga sih, di tempat tertentu ada saja perokok baru, cewek-cewek berwajah SMA dan mahasiswi tahun-tahun awal.
Pernah dengar guyon ndeso dari wong gumunan? Gini…
“Eh, piyé kabaré si Juminten? Di Jakarta kan?”
“Oh, dia sukses, gaji bagus, kerja di perusahaan keren, lebih kopèn (terurus), jadi cantik gitulah…”
“Wah, apik tenan itu. Apa lagi kemajuannya?”
“Sithik-sithik omong Inggris. Dia sekarang ngerokok.”
NB: Mohon maaf untuk para model yang terbidik. Anda bukan Juminten. Percayalah.
Seputar rokok:
+ Cara untuk berhenti
+ Syarat untuk calon suami: bukan perokok
+ Rokok dan kejahatan molimo
+ Tanpa perokok, korek api akan berkurang (?)




SSSSttttttttttttt | 22 06 2008 @ 20:25:12
asal jgn depan ank2nya aja
SSSSttttttttttttt | 22 06 2008 @ 20:24:15
iya gak?
SSSSttttttttttttt | 22 06 2008 @ 20:23:49
nga apa2 cewe ngeroko sexy
eve | 15 04 2008 @ 14:43:56
Agak picik kalau menilai seseorang (seseorang wanita, to be more spesific) dari apakah mereka merokok atau tidak. Semua orang punya alasan sendiri2 untuk memilih merokok atau tidak. Itu hak asasi. Selama merokok di tempat2 yang pantas. Bukan di dalam angkot yang sedang berdesakan. Atau merokok diarea yg banyak anak kecil atau ibu2 hamil.
Seorang teman yang baru menerima kesusahan pernah bilang, “Ah, sial… gue pikir dia itu cewe baik2 secara dia nggak dugem, nggak minum, NGGAK NGEROKOK!. Nggak taunya doyan om2 beristri juga. Padahal Mana doyan MAIN DUKUN lagi…”
See? Ternyata penampilan menipu. Dan coba bedakan antara perempuan yg “tampak berandalan”, dan yang “berandalan beneran”.
Hahahaha… ternyata perempuan yang tidak merokok lebih mudah mendapat cap “Baik2″. Padahal belum tentu kan? Buat saya hanya ada 2 tipe manusia (perempuan). Yang baik, dan yang tidak baik. Dan itu semua bukan dilihat dari apakah manusia (perempuan) itu merokok atau engga. Tapi dilihat dari hati, paman.
I am a smoker. Try to get to know me better. Then, you can make your judgement. Buat saya hanya orang picik yang mengkotak2an manusia (perempuan) hanya dari kebiasaan mereka. :)
michael | 14 04 2008 @ 23:18:16
CEWE NGEROKOK..najong banget dehhhhhhhhhhh
random snippets from a colorful life | 21 06 2007 @ 8:52:43
Rokok putih vs rokok kretek…
salah satu tetangga-ku adalah perokok berat!
rokok favoritnya Gudang Garam Merah (kretek banget!) sebelom akhirnya beralih ke A Mild dengan sugesti bahwa si rokok putih itu adalah rokok rendah nikotin yang dianggap lebih aman dibandingkan kretek.
…..
walahwalah | 19 05 2007 @ 4:07:18
rokok lagi….! kenapa banyak orang bahas rokok…?
Rachun | 10 05 2007 @ 11:57:28
what @ hell with you?! Did you know it’s impolite?! Capturing someone without her knowledge?
Aku bukan perokok, tapi.. Merokok hak asasi siapapun.. Mau cewek mau cowok.. Yang penting rokoknya bukan hasil colongan! Nenek moyang kita juga dulu ngerokok.. So, kalo cowok bilang anti cewek rokok.. Apa bukan karena ego mereka aja???
sluman slumun slamet | 08 05 2007 @ 15:39:42
WOWWWWWWWWWWWW
mbak mau “cerutu” ?
fahmi! | 01 05 2007 @ 11:35:37
wah kalo wanita perokoknya seperti itu, pria mana yg nggak mau dirokok? hahaha..
irwan | 30 04 2007 @ 11:00:44
aku jadi nafsu jika liat wanita merokok]
maslihatun | 17 04 2007 @ 21:32:51
ngrokok……
yo enak to yo….
buat cewek tu wajib….
mosok suamine ntik g dirokok….
hehehehehehe…
andrias ekoyuono | 16 04 2007 @ 15:28:36
Saya termasuk yang sukses berhenti total dari merokok loh pakde. yang penting emang keyakinan kuat dari dalem diri sendiri
btw, That’s why I love Jakarta girls, hehehe. posenya itu loh
henny | 16 04 2007 @ 15:27:59
Wanita merokok di depan umum
sungguh tidak pantas !!!
fernandogempar | 16 04 2007 @ 1:24:16
high heeled, miniskirt, blazered, ngerokok koq asbaknya botol air mineral. ndhesho! … :D
nila | 15 04 2007 @ 22:34:34
waduh…ini masalah rokok ya?
abah oryza | 15 04 2007 @ 18:49:48
om doain oryza-kun sakit, saya off dolo nech
Tresno | 15 04 2007 @ 17:56:40
sering2 yach paman!! kalo kayak gini kan enak :P
budiw | 14 04 2007 @ 18:15:12
paman,
ajarin nyuri-nyuri gambar seperti ini ya.. janji! nanti kalo saya ke jakarta.
–budiw
Ellya | 14 04 2007 @ 11:41:51
lha kok yang lebih mencolok bukan rokoknya ya, tapi… :D
miund | 14 04 2007 @ 11:33:38
eh pas banget deh ni posting. paman, aku berhasil mengurangi rokok dari 1 pak sehari jadi sekitar cuma 5 batang. semoga menjadi awal yang baik untuk hidup lebih sehat ya :D
tito | 14 04 2007 @ 10:32:59
rokok? yg mana? sebelah mana paha? oh yg di atas itu :p
cahyo | 14 04 2007 @ 8:44:26
merokok memang tidak baik untuk kesehatan dan kantong…
mbahatemo | 13 04 2007 @ 23:01:01
haiyyahh.. ini pasti gara2 mau kenalan tapi ndak enak sama anak-istri?
*saya gojeg kere aja lho*
arya | 13 04 2007 @ 22:36:57
kata temen saya, di pojokan wonogiri sana, rokok itu disebut obong-obong congor. mboh dia beneran opo ndobos
jsop | 13 04 2007 @ 22:36:06
paman tyo ,
liat photo yang sampeyan pajang , makin susah saya berhenti merokok.
sahrudin | 13 04 2007 @ 22:24:43
selamat atas award mavericknya ya, pak…
wedhouz | 13 04 2007 @ 21:18:27
gambar ilustrasinya bener-bener “nangkep mata”
jadi ngga konsen waktu mau nulis komen masalah rokok
jadinya oot dah… :-P
lantip | 13 04 2007 @ 17:35:18
kok fokus saya tidak di rokoknya ya… *duh* *benerin celana*
eh pakdhe, apakabar?
Silverlines | 13 04 2007 @ 14:42:35
Don’t worry all, the smoking women might not also want to have some anti-smoker-women hardliner as their partners.
Something else does matter more.
rezayazdi | 13 04 2007 @ 14:10:11
aduh paman…
kapan2 kalau ngerokok, ajak2 dong…
ndoro kakung | 13 04 2007 @ 13:46:34
masalahmu opo kang? :D
didats | 13 04 2007 @ 12:05:40
coba itu gambarnya yang persi zoom di share… :P
hihihi
wulan | 13 04 2007 @ 11:44:12
Melihat :
Merokok dapat menyebabkan kanker serangan jantung, IMPOTENSI dan gangguan kehamilan dan janin (PP no 81 Pasal 8 ayat 2)
Mengingat :
Wanita kodratnya tidak bisa IMPOTENT
Menimbang :
Wanita paling susah kalau MELAHIRKAN
Memutuskan dan Menetapkan:
SAYA AKAN MEROKOK !
eh btw, gbrnya tuh ttg cewe yag mo kasih anak kecil rokok yah ?kalo betul harusnya jdlnya artikel Wanita, Rokok dan Anak Kecil donk mas … :)
JaF | 13 04 2007 @ 11:03:32
Ah segarnya pagi pagi nengok blog ini. Meski penuh asap rokok, tapi kok tetep segar yaaaa rasanya…..
Apa rahasianya? :)))
johnherf | 13 04 2007 @ 10:34:49
Kalau lagi jalan beriringan dengan perokok, saya enggak sanggup. “Enak aja dia mengeluarkan asap, lantas saya yang mengisap.”
Kalau di sebelah saya ada yang merokok, di depan, di belakang, di sekitar, lebih baik saya menghindar pergi menjauh. Perokok cenderung egosentris.
Kalau lagi panas-panasnya tuh udara, eh di angkutan umum pula asap mengepul ke mana-mana, wah apakah ada kaitan dengan tingkat pendidikannya?
Kalau wanita-perokok asalkan tahu etikanya, ya bebas sajalah, yang penting dia tidak mengganggu kenyamanan orang lain.
anima | 13 04 2007 @ 10:06:00
merokok adalah hak asasi :)
mati karena rokok adalah hak asasi juga??
de | 13 04 2007 @ 9:46:20
fokus potone kok bukan di rokoknya ya?… Opo maksute om?
Dedhi | 13 04 2007 @ 9:26:54
Waaa….. poto pramugari Garudanya kok di-crop :(
thya | 13 04 2007 @ 9:12:42
kalo diperhatiin di mall, skarang rasanya banyakan cewe yang ngerokok d/p cowo.
Mama-ku termasuk perokok berat ! Tapi udah 2 tahun sukses berenti total. Dan anak2 cewenya ga ada yang punya niatan utk jadi perokok.
Akang tersayang juga perokok, tapi dah 7 taunan berenti total !
Ah, kalo yang lain bisa, kenapa sebagian lagi ga bisa…
Tanya kenapa ;p
boit | 13 04 2007 @ 8:50:18
hehe.. merokok tidak merokok adalah pilihan.. :p.. asal jangan merokok didalam angkot disebelah saya, pasti saya sibuk batukbatuk..
b0wo | 13 04 2007 @ 8:15:08
wanita merokok menurut gw sexy sih… tapi…. ada hal yang harus dihindari karena bisa mengurangi kadar sexy nya yaitu : BAGI WANITA JANGAN SESEKALI MEROKOK DAN MENGELUARKAN ASAPNYA LEWAT HIDUNG!!! (itu akan membuat selera gw turun)
ak | 13 04 2007 @ 7:30:09
#25: Masalahnya asap rokok itu kan beracun… ya gak?
Sendal Jepit | 13 04 2007 @ 1:34:49
Kasian banget ya, hari gini masih ada manusia (dewasa) yang menilai manusia lain dari kebiasaannya. Kalo nggak suka bau/asap rokok, itu masalah anda, bukan masalah para perokok ;)
agusset | 12 04 2007 @ 23:22:15
wanita dan rokok? di hamburg kayanya banyakan cewek daripada cowok yg ngerokok paman. gak tahu alasannya apa, koq cewek lebih demen ngerokok ya?
Gus Brur | 12 04 2007 @ 21:37:31
Wuenak tenan! KlepaZz KlepuzZ… cemilane pupu! Om memang hebat!
Sei | 12 04 2007 @ 20:49:50
Kalo bukan pacar saya sih silaken saja merokok, monggo. Kalaupun dalam satu ruangan saya bisa mengalah jadi perokok pasifnya saja tanpa komplain apapun.
Kalo pacar saya ya agak keberatan aja nanti mau saya cium kok nafasnya bau rokok saya jadi ogah he..he..he…
Fotonya sih lebih menarik pahanya ketimbang rokoknya…
lenje | 12 04 2007 @ 19:55:44
hahahha.. berarti di rumah saya satu2nya yg modern, soalnya emaq dan adek saya ndeso semua :)).
topan | 12 04 2007 @ 19:45:30
yen nang ndeso, ndeso banget, malahan akeh seh wanita ngrokok,gantine nginang.Opomaneh daerah dingin, kayak Salatiga ya Paman….?
ak | 12 04 2007 @ 19:30:54
Wanita merokok, nilainya jeblok ;) Tapi pada intinya sih saya tidak suka siapapun yang merokok, apalagi di dalam ruangan/kendaraan.
Btw… fotonya candid? Pro abis!
galih | 12 04 2007 @ 18:59:56
Ajining raga saka busana ajining dhiri saka lathi. bagi saya, wanita yang merokok sudah mencerminkan wataknya seperti apa. hmm… mungkin rendah sekali penghargaan saya terhadap wanita karir perokok :)
ngadimin | 12 04 2007 @ 18:49:07
doh! fotonya :D
*kok jadi ngomentarin fotonya yah*
kw | 12 04 2007 @ 18:42:34
he he yang kubenci hanya asapnya aja ko! gak memusuhi orang/sikapnya. silakan. aku tak menghindar saja. termasuk menghindari perempuan perokok secantik/pintar/baik apapun.
emoh punya isteri perokok!
oh iya paman, foto-fotonya nanti bisa diprotes loh saya yang punya tubuh kalau gak ijin
Silverlines | 12 04 2007 @ 18:29:15
Did they know that you’re going to post their picture online for the world ?
bee | 12 04 2007 @ 17:35:00
@jsopyan:
Merokok memang gak bikin sehat, tapi bikin enak, lumayan buat ngilangin stress. Apalagi kalo ditemani accident coffee (kopi tubruk) plus singkong goreng yg masih ngepul, di waktu sore cerah sehabis hujan yg masih menebarkan bau tanah yg segar, pake sarung di depan rumah. *halah* Wuuaahhhh… enak tenan! :D Di kota gak ada yg kayak gitu ya. :P
ndahmaldiniwati | 12 04 2007 @ 17:34:05
ce’ ngerokok tuh seksi (apalagi pahanya ngablak gitu;)). brhubung saya ga’ seksi ya saya ga’ mau ngerokok baik aktif maupun pasif.
bee | 12 04 2007 @ 17:29:40
Saya orang ndeso sih, org daerah, jauh dari modernitas, jadi maklum aja kalo masih suka klepas-klepus. :D
tukang koding | 12 04 2007 @ 17:21:45
hehehhe
saya kasih 3TU untuk candidnya paman ! story behind d poto juga 3TU deh :p
-tikabanget- | 12 04 2007 @ 17:16:51
“Saya menganggap orang modern itu tidak merokok — celakanya saya susah jadi modern.”
«
hehe..
saya juga susah diajak modern ini..
gimana enaknya paman..
jsopyan | 12 04 2007 @ 17:13:00
apa sih guna nya ngerokok apa itu sehat ?bagi bagi dong klo menurut lo sehat ya ??
Putra Daerah | 12 04 2007 @ 17:08:10
Wah sexy paman! Ngambilnya candid atawa terangan2an?
Dasar orangnya udah sexy n cakep, ditambah ngrokok pula, jadi tambah mak nyus…Asalnya rokoknya bukan dji sam soe aja, bikin il-fil, he
Salam buat mereka ya paman!
Anang | 12 04 2007 @ 16:44:50
diamputtt.. motone kok yo pas ngunu loh
firman firdaus | 12 04 2007 @ 16:44:49
foto pertama: nice legs…ada nomor hp-nya? kekeke…
Anang | 12 04 2007 @ 16:44:11
waduh posisi duduknya…..
Putra Daerah | 12 04 2007 @ 16:25:06
Sebelumnya saya mau ngomentari fotonya dulu, angelnya bagus tuh, pasti fotografernya spesialis motret paha, haha, sory paman. Candid atau terang2an?
Wanita perokok itu untuk beberapa alasan bisa dikatakan sexy dan sophisticated. Tapi saya menghindari wanita perokok buat jadi istri saya kelak, cukup saya sendiri saja yang jadi perokok di rumah, jangan sampai istri saya nanti ikut-ikutan.
Satu lagi paman, salam buat mbak2 perokok itu ya! Cakep2 bung, suit2…
devie | 12 04 2007 @ 16:16:21
>>Wanita yang merokok, menurut Raras, anak saya, “Kayak berandal.”
sependpat dengan si Raras.
Biho | 12 04 2007 @ 16:11:28
Tetangga saya sudah tobat tuh paman.
Biho | 12 04 2007 @ 16:10:35
Pertamaxxx…