Ujian Sekolah Diurusi Polisi
UJIAN NASIONAL: SIAPA YANG MENGUJI SIAPA?
Inilah Indonesia. Penuh keajaiban! Ujian sekolah yang mestinya cuma acara periodik belaka, tiba-tiba menjadi urusan genting sampai ke atap kegawatan. Polisi dilibatkan. Tim independen disertakan. Semata-mata agar soal ujian tak bocor.
Itu terlihat mulai kemarin di ruang-ruang sekolah penyimpan soal. Tadi pagi pukul empat seorang guru panitia ujian SMA sudah harus bertolak dari rumah untuk mengambil berkas soal.
Tentu para guru dan birokrat pendidikan punya alasan. Kata kuncinya adalah “belajar dari pengalaman”. Memang ada yang bilang pengalaman adalah guru terbaik. Lantas ada yang meralat: guru terbaik dari IKIP (atau UNJ). Windede meralatnya: pengalaman adalah guru yang buruk, karena selalu datang terlambat.
Soal kebocoran dan contek-mencontek, di negeri lain juga ada — tapi cuma jadi berita sekelas Kilasan Kawat Dunia di Kompas. Sekadar berita aneh tapi nyata. Cuma ganjal dari kantor berita. Untuk pemancing tawa.
Di mana akar masalahnya? Pasal satu tentu contek-mencontek. Maka seorang dosen, saat menjabat ketua sebuah departemen di sebuah universitas Kristen, mengusulkan agar ujian di fakultas teologi dan fakultas ilmu keguruan tak perlu diawasi.
Alasannya, sebagian besar mahasiswa teologi adalah calon pendeta, sehingga tak mungkin mencontek. Hal sama berlaku untuk mahasiswa FKIP: sebagian besar adalah calon guru.
Pasal dua, selain contek-mencontek? Saya tak dapat merumuskannya, cuma mengurutkan serangkain dugaan ngaco bin ngawur. Dulu, ya dulu sekali, zaman para senior ketika ujian SD cuma berisi tiga mata pelajaran, ketidaklulusan bukanlah malapetaka.
Hal sama berlaku untuk SMP dan SMA. Ketidaklulusan hanyalah sisi lain dari sekeping mata uang bernama ujian. Ada yang lulus, ada yang tak lulus.
Tapi kemudian, tampaknya, tingkat kelulusan menyangkut prestasi sekolah. Ketidaklulusan (dalam ujian negara) jadi beban. Ketidaklulusan murid adalah potret ketidakbecusan guru. Apalagi untuk sekolah yang diongkosi oleh rakyat, yang gurunya digaji oleh pemerintah.
Saat itulah, ketika masih bocah, saya mulai mendengar kabar sumir yang tak terbuktikan tentang dongkrakan, katrolan, pembocoran nilai. Sama sumirnya dengan kabar kabur bahwa (dulu) dengan nilai yang sama, peluang lulusan SMA swasta ada di bawah lulusan SMA negeri untuk lolos seleksi PTN. Serupa sumirnya dengan kabar burung bahwa PTN tertentu (dulu) membatasi populasi mahasiswa keturunan Cina.
Itu tadi masih ditambah dengan tata istilah yang membingungkan awam. Dulunya ujian cuma berpadan dengan “eksamen”. Kemudian ada “evaluasi belajar”. Ada pula “tamat belajar” dan “lulus”.
Lantas di kemudian hari ada rumus kelulusan yang bisa digonta-ganti untuk menyelamatkan mayoritas siswa. Dan yang terbaru, lembaga penyelenggara bimbingan tes ikut tender, masuk ke sekolah. Itu melengkapi kabar lama (sumir sih) bahwa guru sekolah tertentu mendapatkan komisi dari penerbit buku.
Lantas apa hubungan itu semua dengan kebocoran, penjagaan oleh polisi, dan pengawasan oleh tim independen?
Saya tidak tahu. Barangkali memang tidak ada hubungannya. Maklum, saya bukan ahli maupun pengamat pendidikan. Lebih sial lagi saya memang kurang terdidik, sehingga jumlah ijazah saya terbatas.
Jadi, sebaiknya, karut-marut ini kita tanyakan kepada Pak Polisi. Minimal Pak Polisi penjaga ujian tertulis SIM. Kalau dia bingung, kita tanyai polisi tidur di depan rumah kita.
NB: Di sekolah anjing yang diurusi polisi, kabarnya tidak ada pembocoran maupun kebocoran mata ujian
Antyo Rentjoko. Pondokgede - Jakarta PP. Ngeblog setiap sempat dan ingat tanpa mengenal tenggat. Tidak menolak sumbangan uang asal tanpa syarat. :)
Blog ini dan blog lainnya teragregasikan di antyo.rentjoko.net.
Message from publisher
Tentang blogombal.com, itu tidak ada hubungannya dengan saya. :)
antyo.rentjoko.net- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012Etalase ini memuat ketidaksopanan. Pokoknya bertentangan dengan ketimuran. Berseberangan dengan moral dan kebudayaan bangsa Indonesia. Tidak layak dipertontonkan kepada khalayak ramai maupun sepi. Misalnya seorang perempuan mencengkeram d... […]postyorous menerous »»»
- Etalase yang tak Sopan May 16, 2012
Cicitcuit!- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 AmmaRahmawati (Rahmawati)
- RT @cho_ro: Bagi pencemburu berat, kecemburuan itu soal eksistensial: "aku cemburu maka aku ada". ~ @PamanTyo May 16, 2012 alienized (Simply A to the L)
Recent Posts
- Sulit Sekali Memahami FPI
- Warga Boleh Menghukum Mati Pencuri?
- Topik Paling Menjemukan: Korupsi
- Tentang Anjing dan Dawam
- Kisah Dua Keluarga Kretek
- Tentang Mayat Nenek Menteng
- Musiknya Guruh
- Moerdiono & Poppy Dharsono: Asmara Sire & Non
- Sopir: Pelengkap Mobil
- Mode, Modis, Modiste
- Anda Nanti Memilih Siapa?
- Data Rekaman Musik Indonesia: Perlukah? Pentingkah?
- Foke dalam Biennale Jakarta
- Semoga Serbabaiklah Semuanya
- Jual-Beli Ijazah Palsu
Archives
Random Posts
Buku-bukuan: Antara Iseng dan Serius
July 12, 2010 by AntyoSETELAH NGEBLOG AKANKAH ANDA MENGUNGGAHKAN BUKU DIGITAL?
Open publication – Free publishing – More writing
Bermula dari melihat Evolitera, semacam jawaban Indonesia untuk layanan penerbitan personal Issuu dan Scribd, saya pun berniat menyumbangkan karya. Halah karya, kemaki banget? Memang. Itu pun berbau [...]
Recent Comments
dihas» semuanya akan mempertanggungjawabk an di mata Tuhan… itu juga kalau Tuhan tdk sedang tidur dan mogok bicara….
danparjo» aku duda 38 tnpa anak…krj ngajar musik…. aku cri janda to serius nikah bkn main main….umur 33-45..suku bebas
Totot» Buat saya tidak sulit. Dalam sejarah peradaban manusia, radikalisme selalu ada di semua tempat dan di setiap zaman. Jika tersedia ruang, mereka juga selalu menjadi ofensif. Menurut saya ini bukan persoalan FPI. Jika Sodara rajin mengikuti Metro Malam, setiap hari sedikitnya ada lima...
Judhianto» Yang lebih sulit adalah memahami Polri dan Pak Beye. Lha sudah jelas melanggar hukum kok dibiarkan, malah kesannya malah merestui kelompok psikopat itu. Jangan-jangan si Rizieq bakal punya kantor sendiri di Mabes Polri untuk memudahkan koordinasi?
hedi» Tuhan memelihara perbedaan di muka bumi selama jutaan tahun. Jangan coba-coba menyatukan perbedaan itu. Akan sia-sia. Demikian kata seorang bijak suatu waktu :D
Recent Trackbacks
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- Blogombal [√]: Menuju Kesempurnaan — Hayah!
- http://www.8count.ca/forums/profile.php?mode=viewprofile&u=591638: Go big or go home. Because it's true. What do...
- Elsaelsi's Blog: Menelusuri Perjalanan Sebuah Award ala Narablog
- Kaget Net: Membuang Cat Di Atas Aspal
Categories
- Advertorial (3)
- Keluarga (44)
- Komedi Indonesia (134)
- Lihat Baca Dengar (91)
- Maklumat (11)
- Ngeblog (27)
- Pekerjaan (4)
- Personal (101)
- Selingan (124)
- Umum (401)
Ebook Tipis
![Blogombal [√]](http://blogombal.org/wp-content/uploads/2010/11/blogombal-java691.png)





yang penting sehabis sma gak nglanjutin ke ipdn kan pakdhe?
di kantor saya, kalo ujian malah boleh nyontek mbah gugel.. kalo nyontek temen keliatan banget bodonya soalnya.. wakakak..
lha kalo ujian polisi diurusi sekolah trus gimana jadinya ya?
ujian sekarang diurusi polisi? kurang kerjaan kali yaa… kya polisi dulu ga pernah nyontek aja waktu ujian *kaburr*
wah, pakde… sedikit ijazah aja, T.O.P banget, apalagi…
kenapa sich ujiannya terlalu ketat pengawasnya,bikin siswa stres aja,bisa nggak dirubah ngak pke tim independen,tim pengawasnya banyak banget tauuuuu!!!!!!!capeeeek deeeech
ngapain sich polisi ikutan jadi pengawas nggak ada kerjaan ya…bikin orang streeeeeeeesssssss goblok….emang mereka waktu sekolah nggak nyontek apa bullllsyit………
bisa ngak sich metode ujian sekarang kembali seperti dulu, nggak usah dijaga pakai polisi segala….goooooooooooooooooobbbbbbbbbbbbbbbbllllllllllllllllllllllloooooooooooooooooooook……………………………..
Serbaneka ujian sekolah sering nirlaba dan nonprofit, yang menjadi proyek lembaga pemerintahan. Serbaneka kegiatan di sekolah yang diprogram oleh pemerintah sering dijadikan proyek. Oleh karena itu, ada serbaneka konsep pendidikan di Indonesia mengacu pada proyek. Kalau nirproyek maka nir-aktivitas, kalau nirproyek maka nir-perubahan kurikulum. Artinya, ketika ada proyek serbaneka kegiatan berdenyut. Lha serbaneka proyek inilah antara lain penyebab absurditas dunia pendidikan di Indonesia. Alamak.
mungkin indonesia masih butuh sistem ka’ gini biar mutu lulusannya lbh bisa dipercaya. tapi ya gitu dehh… sistem dah bagus tp tetep aja di akal2in biar hasilnya “keliatan” bagus;(
dulu pas ebtanas sma th 93 temen2 dapet bocoran jawabannya .. gue kurang gaul jadi ketinggalan gak dapet :((
jaman dulu asal masuk sekolah gak pernah bolos aja udah dijamin lulus dapet ijazah :)
We don’t need no educations… Teachers, leave a kids alone…Hey, theacher! leave a kids alone!!!
jadi ingat waktu UAN, Ana ama teman ana beli soal, harganya 5jt. hasilnya niali b.inggris ana 9 , ekonomi 9 , bahasa Indonesia 9 .
Viva Indonesia
soal ujian bocor, mencontek, curang, boleh-boleh saja. asal jangan ketahuan :D
lho, bang paman. bukankah itu yg namanya target oriented? yg penting lulus, entah gimana caranya. yg penting kaya, entah gimana caranya.. :P
sudah saatnya ujian SMA dihapuskan, tapi tes masuk perguruan tinggi tetap perlu, untuk menilai kesiapan calon mahasiswa. nggak semua anak harus kuliah dan pingin jadi presiden yg bertitel S1, to? jujur saja dah. kebanyakan calon mahasiswa lulus umptn (sekarang spmb?) berkat bimbingan tes kok, termasuk aye :P
inget smp. soal bocor ampe jawaban2nya. gak perlu susah payah untuk cari soal. pagi pagi semua udah tersebar dengan santai.
btw, minggu lalu kayaknya ngeliat deh di kawasan cikini deh :p
Inilah mengapa menurut saya sekolah di Endonesa itu membodohi.
Yang dituju nilainya bukan peserta didiknya.
Seharusnya ujian cuma benchmarking, sementara kualitas manusianya biar dunia yang menentukan. Seperti sistem pesantren atau perguruan silat :)
Toh hidup manusia adalah survival of the smartest.
karena yang dikejar adalah hasil/nilai yang tinggi, bukan proses pembelanjarannnya
kenapa ujian diperintahkan untuk diawasi dan dijaga secara ketat? karena yang memberi perintah dan yang diberi perintah (termasuk gurunya) dulunya juga pernah nyontek dan pernah juga kasak-kusuk cari bocoran soal ujian waktu jadi anak sekolahan. dan itu sesuai dengan kata kuncinya: “belajar dari pengalaman”… hahaha…
jadi guru guru mesti dijadikan wajib ikatan dinas polisi ?
contek-mencontek itu membantu orang tua boss, biar naek kelas.
piye jal…!
he he he… ujian. kenapa harus diuji sihhh? toh hasilnya juga masih saja karut marut begini hehehehe :)
hehe yang ketahuan nyontek kena tilang ya paman?
susah to, bisa titip sidang nggak ya.. :D
Nah gitu dong! jadi kan ujian bisa pake jalur damai. hihi
*melenggang*
karna banyak yg nempuh ujian pengennya instan…
cari soal, trus lulus deh
pendidikan kita, parah.
*eh pertamax loh :P